Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Distorsi Amal

Distorsi Amal

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Kemuliaan manusia ditentukan oleh amalnya. Seberapa besar amal kebaikannya sebesar itu pulalah kemuliaan seseorang, baik di mata Allah maupun di mata manusia. Ada begitu banyak pilihan amal kebaikan yang telah Islam gariskan dalam setiap waktu. Namun terkadang kita melewatkannya ia berlalu begitu saja.

Setiap orang punya pilihan amalnya, setiap orang punya kadar amalnya. Perbedaan amal pada setiap orang ini disebabkan karena cara pandang yang berbeda tentang amal itu sendiri. Ada yang memandang sebuah hal, adalah kebaikan dan keharusan, namun ada juga yang memandang itu sebagai hal yang biasa, dan tak mengapa diabaikan.

Perbedaan pemahaman inilah yang menyebabkan distorsi amal dalam kehidupan. Yaitu perbedaan dalam penentuan skala prioritas amal. Baik yang terjadi dalam sebuah rangkaian amal kebaikan atau antar amal-amal kebaikan. Allah SWT berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”(QS. Al-Mulk 2)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(QS. Al Baqarah 208)

Dua ayat ini mengajarkan kita bagaimana seharusnya beramal. Yaitu dengan amalan kebaikan yang terbaik dan berketawazunan, (seimbang) tidak condong pada amal-amal tertentu saja sesuai dengan kesukaan dan membiarkan amal-amal yang lain, pandangan yang integral tentang amal dan bukan parsial.

Ada 4 hal bagaimana distorsi amal itu terjadi:

1. Distorsi amal dalam hal kuantitas

Jumlah atau kuantitas amal itu adalah hal yang penting, semakin banyak berarti ia akan semakin mulia di sisi Allah SWT. Namun terkadang terjadi kita membanyakkan kuantitas amal-amal tertentu dan mengurangkan jumlah amal- amal tertentu. Mungkin sebagian berpendapat “inikan permasalahan prioritas, jadi yang ini saja”. Ketika hal ini berlangsung lama, bertahun-tahun tidak berubah amal atau bertambah amal kebaikannya. Berarti Ini bukanlah terkait masalah prioritas namun telah terjadi distorsi amal dalam dirinya. Padahal Islam mengajarkan tentang kemenyeluruhan amal dalam kehidupan.

2. Distorsi amal dalam hal kualitas

Sama halnya dengan kuantitas amal, kualitas amal adalah hal yang sangat penting dalam amal. Ketika tidak terjadi penambahan kualitas amal atau melebihkan kualitas amal tertentu dan mengurangkan kualitas amal tertentu, maka sesungguhnya telah terjadi distorsi. Ini adalah hal yang tidak begitu tampak, sehingga perkara kualitas amal ini cenderung kurang disadari, sehingga dibiarkan begitu saja sebuah amal dilaluinya tanpa tuma’ninah, keikhlasan, kebersertaan hati dan pikiran dalam amal. Menjaga dan meningkatkan kualitas di setiap amal kita adalah perkara yang seharusnya selalu di upgrade dalam setiap momen amal.

3. Distorsi amal dalam hal kontinuitas

Kontinuitas adalah tingkat keseringan kita dalam melakukan sebuah amal. Nabi SAW mengingatkan dalam sebuah hadits shahih: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang paling langgeng walaupun sedikit.”. Seseorang bisa kontinyu dalam sebuah amal karena memiliki pemahaman dan keyakinan atas amal tersebut. Distorsi dalam kontinyuitas amal adalah terabaikannya amal-amal lain karena amal tertentu. Dan biasanya yang terabaikan ini adalah amal yang lebih banyak. Periodesasi amal dan kemampuan memenej waktu dalam setiap amal menjadi hal mendasar yang dibutuhkan agar kita bisa melakukan amal secara kontinyu dan tidak terjadi distorsi dan pengabaian terhadap amal-amal kebaikan yang lain.

4. Distorsi amal antara hablum minallah dan hablum minannas

Poin yang ke-empat ini adalah sangat erat kaitannya tentang pandangan dan pemahaman tentang apa tujuan kehidupan manusia. Kecintaan akan dunia, harta, tahta, wanita, pekerjaan sering melalaikan dan mengabaikan amal-amal kepada Allah SWT. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya distorsi amal kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia, amal akhirat dan amal dunia, amal yang hanya dilihat Allah SWT dan amal yang dilihat manusia. Sehingga kita menomor-duakan amal-amal kepada Allah.

. قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At Taubah: 9)

Wallahu A’lam bishshawab. 

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Imam Rohani
Mahasiswa Pasca sarjana S2, Program Studi Teknik sipil, Kosentrasi Keairan, Universitas Hasanuddin.

Lihat Juga

Austria Larang Pembagian Al-Quran