Home / Berita / Daerah / Tak Terima Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Kasus Pemerkosaan Injak Al-Quran

Tak Terima Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Kasus Pemerkosaan Injak Al-Quran

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Tangerang. Tidak terima tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (4/12/2012), M Soleh alias Oleng berbuat onar dipersidangan.

Oleng yang duduk di bangku pesakitan berdiri dan mengambil Al-Quran di meja Majelis Hakim. Oleng yang terlihat emosi langsung menyabet Al-Quran dan membantingnya ke lantai lalu menginjak-injaknya.

Petugas kepolisian ataupun petugas pengadilan yang ada di sekitar lokasi terlambat menghalau Oleng. Sambil menginjak Al-Quran, Oleng bersumpah ia tidak pernah melakukan pemerkosaan terhadap Izzun dan hanya melakukan pembunuhan, itu pun seorang diri tanpa dibantu terdakwa lainnya.

Aksi tidak terpuji terdakwa langsung mendapat hujatan dari pengunjung sidang. Petugas kepolisian segera menarik terdakwa duduk kembali ke bangku terdakwa untuk melanjutkan sidang dengan penjagaan ketat pihak kepolisian.

Usai persidangan, kuasa hukum terdakwa, Ferdinan Montororing mengatakan tindakan terdakwa merupakan ekspresi kekecewaan atas tuntutan JPU. “Secara jelas sejak awal terdakwa katakan ia hanya membunuh tidak memperkosa dan itupun dilakukan seorang diri tanpa bantuan siapapun,” tegasnya.

JPU menyatakan keenam terdakwa bersalah karena secara bersama-sama melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap korban. Jaksa menjerat para terdakwa dengan pasak 340 Jo 55 ayat 1 ke 1  KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan.

Untuk otak pembunuhan, M Soleh alias Oleng, JPU menuntut hukuman mati, sementara untuk kelima terdakwa lainnya yakni Norip Junaedi alias Iip, Orek Bin Sabar, Jasrip, Chandra dan Endang dituntut hukuman seumur hidup. (ful/okezone)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 5,60 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Syaikh Al-Arifi. (almokhtsar.com)

Syaikh Al-Arifi: Yang Dialami Presiden Mursi Pernah Dialami Nabi Yusuf di Mesir

  • imamfadloli

    owalah….semoga diberikan hukum yg setimpal.

  • Bang Adhie

    namanya juga oleng (dalam bahasa daerah saya: oleng = miring seperti perahu yang akan tenggelam ). jadi perlakunya juga oleng tuh. meski tidak mengakui perkosaan, ya membunuh itu juga perilaku oleng. Tentang menginjak Al-Qur’an, nah ini lebih oleng lagi. apa hubungannya? meski sumpah menggunakan Al-Qur’an? bener2 oleng tuh……

  • azulhaq

    apa hubnya sama Al Qur an. gak jelas nich manusia.. mending kita buat doi siksa dunia yuk.. krn brn2nya injak Al Quran.. dr pd tg siksa akhirat hidup makin lama didunia makin manthaf akhiratnya.

  • perys nasution

    Saran untuk jaksa, tambahin hukumannya dengan penistaan dan penghinaan agama, ummat Islam negeri ini akan marah kalau anda nggak masukkan tuntutan itu. Kepada pembela, kalau anda kecewa dengan masalah anda, apakah lantas anda juga akan menginjak-injak Al Kitab anda…? Jangan asbun bung….!