Home / Berita / Agenda Umat / Seminar Nasional “Bagaimana Bersikap Terhadap Syi’ah?”

Seminar Nasional “Bagaimana Bersikap Terhadap Syi’ah?”

dawatuna.com – “Apabila telah nampak fitnah dan bid’ah pencacian terhadap sahabatku, maka bagi orang alim harus menampakkan ilmunya. Apabila orang alim tersebut tidak melakukan hal tersebut (menggunakan ilmu untuk meluruskan golongan yang mencaci sahabat) maka baginya laknat Allah, para malaikat dan laknat seluruh manusia”. (Dikutip oleh K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri NU, dalam kitab Muqaddimah Qanun Asasi, hal.7).

Konflik berdarah antara kaum Sunni dan Sy’iah, Desa Karanggayam, Omben Sampang, Jawa Timur yang terjadi pada 26 Agustus lalu telah menghebohkan banyak orang. Pasalnya, selama ini berbagai media massa mengabarkan bahwa ulama dan warga Sampang yang mayoritasnya NU adalah orang-orang Muslim moderat, tidak radikal, anti-kekerasan dan sebagainya. Perihal ini memang tidak keliru. Sebab, warga NU atau kaum Muslim yang mayoritasnya adalah pengikut Ahlussunnah wal-Jamaah, memang cinta perdamaian. Ahlussunnah wal-Jamaah merupakan ajaran yang tidak berlebihan dalam agama (ghuluw). Lantas, mengapa kaum Ahlussunnah wal-Jamaah itu sampai bertindak keras dan tegas terhadap Syi’ah?

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia oleh Syeikh Abdullah bin Muhammad As-Salafi disebut sebagai negeri Ahlussunnah. Namun, beberapa waktu terakhir beragam upaya tengah dilakukan untuk mengubah kenyataan ini dengan menyebarkan faham Syi’ah, diataranya melalui penggalakan pertukaran pelajar dengan Iran. Hal yang dikhawatirkan adalah para pelajar yang pulang dari negeri mullah tersebut menjadi corong-corong penyebar Syi’ah.

Selama ini masih banyak masyarakat yang terkecoh oleh asumsi bahwa antara Ahlussunnah dan Syi’ah sama. Sehingga, tidak sedikit yang cenderung abai menyikapi persoalan Syi’ah, bahkan mengecam MUI yang mengeluarkan fatwa Syi’ah sesat. Perbedaan mendasar antara ahlussunnah dan Syi’ah sudah berada pada masalah ushul (dasar), yakni aqidah. Syi’ah memang sering menyembunyikan ajaran dan bersikukuh menyangkal ajaran mencerca Sahabat Nabi SAW.

Melalui berbagai wacana yang berkembang, Jamaah Shalahuddin dan Jamaah Muslim FISIPOL sebagai Lembaga Dakwah Kampus di Universitas Gadjah Mada mencoba memberikan sebuah ruang refleksi bagi mahasiswa dan masyarakat umum dalam pemahaman terhadap Syi’ah melalui seminar “Bagaimana Bersikap Terhadap Syi’ah?”.

HARI : Sabtu, 17 November 2012

WAKTU : 08.00-11.30 WIB

PEMBICARA :

1. Dr. Abdullah Syamsul Arif (Dosen Pasca Sarjana STAIN Jember)

2. Idrus Ramli (Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU Jember)

3. Fahmi Salim, MA (Wakil Sekretaris Jendral MIUMI)

LOKASI Ruang Seminar Timur Fisipol, Universitas Gadjah Mada

HTM : Rp 5.000,00

Pendaftaran : Daftar_Nama_Instansi ke: 083846067181 (Susiana)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Imam Mahdi dari Perspektif Ahlu Sunnah Wal Jamaah (Bagian ke-1)

Organization