Home / Berita / Opini / Pahlawan Adalah Dia yang Tegas Menolak Suap dan Korupsi

Pahlawan Adalah Dia yang Tegas Menolak Suap dan Korupsi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Bagi saya, pahlawan adalah dia yang dengan tegas menolak suap dan korupsi walaupun kesempatan terbentang luas di depan mata. Dia juga tidak peduli dengan gaji yang di terima tidak bisa mencukupi kehidupan generasinya sampai tujuh turunan, dia tidak iri hati melihat istri para pejabat lain berhias cantik dan memakai perhiasan berkilauan, sementara istrinya sendiri berhias seadanya, tidak memakai perhiasan yang berkilauan karena cukup busana dan kerudung panjang yang menjadi perhiasannya, dia tetap senang hati melayani rakyat walaupun gajinya tidak cukup untuk membeli mobil mewah untuk istri dan anak-anaknya, terutama untuk dirinya.

Seorang pahlawan adalah dia yang tegas menolak suap dan korup, tidak menjadikan ibadah sebagai pencitraan belaka untuk menutupi belangnya, karena ibadah adalah kewajiban dan kebutuhan setiap Hamba kepada Tuhannya dan sudah menjadi tujuan hidupnya, jadi untuk apa berpura-pura. Dia juga tidak menghitung seberapa banyak kebaikan yang sudah ditebarkan kepada kaum dhuafa’ atau fakir miskin, para janda-janda teraniaya dan ditinggal wafat oleh suami mereka, mengayomi para yatim piatu, memberikan sumbangan untuk perbaikan sekolah atau pembangunan masjid-masjid. Dia selalu merasa khawatir doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhannya setiap saat tidak diterima karena terlalu banyaknya tuntutan permohonan dan harapan, sementara tuntutan Tuhan tak banyak dilaksanakan.

Seorang pahlawan adalah dia yang tegas menolak suap dan korupsi, tanpa intrik-intrik politik dengan mendekati kalangan atau pihak-pihak tertentu yang juga gila uang, lalu mereka di didik khusus untuk bisa mengobrak-abrik pasal-pasal perundang-undangan dalam pemerintahan. Dia juga tidak mencari teman khusus dalam sebuah instansi tertentu, tidak mencari teman khusus di pengadilan, juga tidak mencari teman khusus di media massa, agar ketika nanti jika ketahuan menerima suap dan korupsi ada orang khusus yang siap membela sampai semua orang yang berusaha membuka kasusnya tentang penerimaan suap dan korupsi bungkam dan tutup buku.

Seorang pahlawan adalah dia yang tegas menolak suap dan korupsi, dengan setulus hati dan segenap jiwa menebar senyum kepada semua kalangan manusia, baik itu kepada Presiden, Pejabat Pemerintahan, bahkan kepada Rakyat Jelata sekalipun. Dia juga berbicara yang baik dan bijaksana sesuai dengan tuntutan Tuhannya, mengandung ilmu dan menambah wawasan dan juga bisa memberikan semangat kepada orang lain supaya lebih keras lagi dalam berusaha menjalankan aktivitas kehidupan yang lebih baik daripada sebelumnya dan juga di ridhai oleh Tuhannya.

Seorang pahlawan adalah dia yang tegas menolak suap dan korupsi, tidak lupa mendidik keluarga, istri dan anak-anaknya supaya hidup yang sederhana, tidak menghamburkan uang untuk membeli sesuatu yang hanya menjadi perhiasan hidup seperti mobil mewah keluaran terbaru, rumah mewah model terbaru, bahkan ke salon kapan saja tiap istri inginkan, dan juga bisa keluar negeri setiap bulan. Dia juga selalu mengingatkan istri dan anak-anaknya akan keberadaan dan amanah dirinya sebagai pejabat pemerintahan atau sebagai wakil rakyat atau apapun itu, jika perlu, dia juga mengingatkan istri dan anak-anaknya bahwa gaji yang di terima dalam sebulan tidak cukup membeli barang mewah yang harganya milyaran, jika masih menginginkan barang mewah itu harus menunggu satu tahun menabung baru bisa tercapai. Dengan pendidikan seperti itu istri dan anak-anaknya akan bisa memahami untuk tidak menuntut sesuatu yang dia tidak mampu membelinya, dengan begitu dia tidak terbuai dan tertarik kepada suap apalagi korupsi uang negara dan rakyat.

Saya menyarankan kepada para istri pejabat yang masih belum menyadari bahwa terkadang tuntutan kebutuhan hidup yang terlalu tinggi kepada suaminya, membuat dia harus menerima suap bahkan korupsi demi tercapainya suatu keinginan yang mendesak. Mari budayakan hidup yang sederhana agar dijauhi dari sifat menyombongkan diri dengan kekayaan yang berlebihan dari hasil suap dan korupsi, dengan begitu para istri yang budiman sudah membantu mengurangi jumlah koruptor dan menyejahterakan rakyat karena titipan uang yang di berikan kepada para suami tidak jadi di korupsi apa lagi di buat suap sampai menerima suap.

Saya sarankan juga tanpa menggurui, kepada pejabat atau siapa pun itu yang menerima suap dan korupsi, segeralah kembalikan uang negara atau uang rakyat yang telah Anda korupsi dan segeralah bertobat kepada Tuhan Yang Maha Esa selagi nyawa belum sampai ke tenggorokan dan kembalilah ke jalan yang di ridhai-Nya. Maka Anda layak menjadi seorang PAHLAWAN bagi diri Anda dan juga orang lain, bukan hanya manusia yang bangga tetapi juga TUHAN.

Kepada para pembaca yang budiman, khususnya saya pribadi jangan pernah coba-coba atau mendekati apa lagi sampai menerima suap dan korupsi, ingat! Takutlah kepada ancaman TUHAN.

Bagi saya, pahlawan adalah dia yang dengan tegas menolak suap dan korupsi…

Allahua’lam bis showab…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Fika Hokama
Mahasiswi STIU Al Hikmah. Ketua Humas periode 2011-2012 KAMMI komsat Al Hikmah.

Lihat Juga

Ilustrasi. (lampost.co)

Dana Desa, Akankah Mengatasi Kesenjangan atau Membuka Pintu Baru Korupsi?