Home / Berita / Silaturahim / Bidpuan PIP PKS Gelar Mini Seminar Parenting di Johor, Malaysia

Bidpuan PIP PKS Gelar Mini Seminar Parenting di Johor, Malaysia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Foto bersama. (Tuti)

dakwatuna.comBidang Perempuan PIP PKS, menggelar Mini Seminar pada hari Rabu, 17 Oktober 2012. Kegiatan dengan tema, “Mencetak Generasi Qur’ani dengan Cinta” ini diselenggarakan di Pejabat IKRAM Taman Universiti, Johor, Malaysia.

Hadir sebagai pembicara, Ustadzah Wirianingsih, ibunda dari 10 bersaudara bintang Al Qur’an. Ustadzah yang terkenal dengan panggilan, Ustadzah Wiwi, tak lain adalah istri anggota DPR RI, Mutammimul ‘Ula. Selain hadir di Johor, beliau pun hadir di Singapura dan Kuala Lumpur untuk mengisi seminar parenting.

Dalam kajiannya, ustadzah Wirianingsih, menyampaikan pengalamannya mendidik 10 buah hatinya dalam berinteraksi dengan Al Qur’an. Beliau membaginya dalam beberapa point yang harus diperhatikan secara khusus oleh orang tua.

Pertama, mulai dari orang tua. Membentuk anak dimulai dari orang tua. Pilar utama dalam keluarga adalah ayah dan ibu. Orang tua harus memiliki visi dan misi yang jelas dalam membangun keluarganya. Orang tua pun dituntut memiliki cita-cita berkeluarga, hal ini mengharuskan orang tua tahu pasti tentang Islam.

Dalam poin ini Ustadzah Wiwi mengatakan bahwa orang tua harus memahami apa itu al Qur’an, keutamaannya dan mengetahui kewajiban manusia kepada Al Qur’an. Orang tua juga harus gemar dan akrab berinteraksi dengan Al Qur’an. Selain itu juga, punya visi dan misi qur’ani dalam mendidik anak-anak dan keluarganya. Terakhir, bersungguh-sungguh dan bekerjasama secara sinergis.

Kedua, mulai dari rumah. Ustadzah mengajak para orang tua untuk senantiasa membangun nuansa rumah yang “akrab” dengan al Qur’an. Caranya yaitu, dengan memutar kaset/CD murottal al qur’an setiap hari, memasang gambar-gambar kaligrafi ayat-ayat al Qur’an dan menciptakan suasana rumah yang Islami.

Menjadwal kegiatan harian dengan berinteraksi intensif dengan Al Qur’an dari bangun tidur sampai menjelang tidur. Misalnya saja mencari waktu-waktu terbaik. Pagi adalah waktu terbaik untuk berinteraksi bersama Al Qur’an saat sebelum subuh. Kumpulkan semua anggota keluarga untuk senantiasa berinteraksi dengan Al Qur’an sampai berakhir ba’da subuh. Akhiri kegiatan ini dengan doa sebelum melakukan aktifitas lainnya.

Begitu juga saat maghrib sampai Isya. Lakukan hal yang sama dalam masa itu dan akhiri kegiatan tersebut dengan doa sebelum melakukan aktifitas lainnya menjelang tidur malam.

Untuk melawan kebosanan dan kemalasan, ciptakan kegiatan yang variatif, dinamis dan fresh. Berikan reward pada usaha anak meskipun sedikit.

Ketiga, mulai dari sekolah. Orang tua wajib memilihkan sekolah terbaik untuk anak-anaknya. Lakukan dialog dengan anak, sebelum memutuskan menyekolahkan anak. Pilih sekolah yang mendukung kegiatan berinteraksi dengan Al Qur’an di rumah. Bangun komunikasi dengan guru dan sekolah. Hal ini penting agar orang tua, guru dan sekolah bisa bekerjasama secara sinergis dalam keberhasilan belajar anak.

Terakhir adalah fasilitasi kebutuhan anak, arahkan keinginannya, bentuk jiwanya sebelum habis masanya.

Ustadzah Wiwi mewanti-wanti bahwa masa pertumbuhan otak yang maksimal adalah pada usia 0 – 12 tahun. Pada usia itu otak sedang ada di masa puncaknya. Apapun yang dipelajari anak akan cepat diserap otaknya dengan baik. Maka dari itu ada pepatah yang mengatakan bahwa, belajar pada usia muda bagaikan menulis di atas batu. Karena pada masa ini anak-anak mudah belajar dan tak gampang lupa.

Keempat, mulai dari teman-temannya. Orang tua harus bisa mengontrol “peer group”nya dengan siapa. Pergaulan pun akan mempengaruhi keberhasilan anak dalam belajar.

Demikian sekelumit materi yang disampaikan oleh ustadzah Wiwi dalam mendidik buah hatinya sehingga mereka menjadi bintang Al Qur’an.

Beliau menutup pembahasannya dengan menayangkan seorang bayi dan dibawahnya tertulis, “Mulai dari sini. Jadikan setiap detiknya berarti untuk masa depannya yang penuh arti”.

Acara yang dimulai pukul 10.30 – 13.00 ini dihadiri oleh 56 peserta dari beberapa kalangan. Hadir dalam acara ini para ibu darmawanita KJRI, ibu-ibu dosen UTM, mahasiswa UTM dan Tenaga Kerja Indonesia yang kebetulan cuti pada hari itu.

Teristimewa, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Wanita IKRAM. Seperti kita ketahui bahwa belum lama ini, pada bulan April 2012, Bidang Perempuan DPP PKS menerima tamu delegasi dari Wanita IKRAM Malaysia dan Yayasan Assalam Thailand. Kesamaan visi dan misi Bidang Perempuan PKS dalam mengangkat ketahanan keluarga yang berlandaskan syariah menjadi salah satu tema dalam studi banding mereka ke Jakarta.

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan penyerahanan kenang-kenangan kepada ustadzah Wiwi yang disampaikan oleh Ketua Bidang Perempuan PIP PKS Johor dan perwakilan Wanita IKRAM Johor.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sri Widiyastuti
Seorang ibu rumah tangga lulusan IKIP Semarang tahun 1998. Memiliki 5 orang anak. Asli Bogor, domisili di Johor Malaysia. Aktifitasnya yang lain menulis buku bacaan anak dan menjadi volunteer kegiatan sosial kemasyarakatan.

Lihat Juga

Save Children from LGBT dalam Seminar Parenting “Deteksi Dini pada Orientasi Seksual”