Home / Berita / Nasional / FPKS Sampaikan Protes Umat Pada Dubes AS

FPKS Sampaikan Protes Umat Pada Dubes AS

K.H. Jazuli Juwaini, Lc. MA., anggota Komisi VIII DPR RI (LPPOM MUI).

dakwatuna.comDalam rangka memenuhi undangan, Duta Besar Amerika Serikat (AS) Scot Marciel untuk Indonesia mendatangi Komisi Agama DPR RI. Salah satu tema yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah terkait kontroversi film “IOM” yang menistakan Nabi Muhammad SAW. Komisi Agama juga meminta agar Pemerintah AS melalui Dubesnya perlu menjelaskan posisi Pemerintah AS terkait kontrovesi film yang menimbulkan gejolak dan demonstrasi pada masyarakat luas, termasuk di Indonesia itu.

“Sampai sekarang Kami belum tahu, apakah sang sutradara akan dihukum atau tidak? Pemerintah AS sepertinya perlu mendengarkan masukan dari masyarakat internasional, khususnya ummat Islam dalam menangani sutradara film itu,” kata Jazuli.

Wakil Ketua Komisi VIII Jazuli Juwaini juga menyampaikan pernyataan langsung kepada Dubes AS. Pertama, mengecam keras pembuatan film “IOM” dan meminta otoritas berwenang untuk menghentikan produksi, dan peredaran film ini karena telah menghina dan melukai umat islam. Kedua, meminta Pemerintah Amerika Serikat untuk menghukum dan menindak tegas warganya yang jelas-jelas telah menistakan agama Islam atas nama kebebasan berkreasi.

“Ketiga, dengan kejadian semacam ini, Amerika harusnya bisa mempelopori dialog antara Islam dan Barat sebagai upaya untuk menciptakan kehidupan dunia yang aman, damai, dan sejahtera. Saya kira ini adalah cita-cita kita bersama. Keempat, Saya sangat berharap film ini menjadi yang terakhir dan tidak ada kasus-kasus serupa. Baik itu karikatur, tulisan, dan media lainnya yang menistakan tokoh agama dan melukai umat Islam,” papar Jazuli kepada Scot Merciel.

Selain Jazuli Juwaini, hadir dalam pertemuan itu anggota Komisi Agama DPR RI Ida Farida (Ketua Komisi), Gondo Radityo, Khairunnisa (Wakil Ketua), Muhammad Oheo Sinapoy, Hasrul Azwar.

Jazuli Juwaini yang juga Ketua DPP PKS mengingatkan permasalahan ini agar menjadi perhatian bersama, karena sangat sensitif. Dalam Islam, ketika Nabi, Kitab Suci, atau Kota Suci dihina maka umat Islam wajib membelanya karena hal tersebut bagian dari aqidah dan keyakinan.

“Meskipun kami juga sudah meminta agar umat Islam tidak terprovokasi apalagi sampai berlaku anarkis yang bisa jadi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendeskriditkan Islam,” pungkasnya. (ist)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ketua Fraksi PKS DPR RI, sekaligus anggota Komisi Hukum DPR RI, Jazuli Juwaini. (ist)

Kapolri Diminta Tidak Gegabah Kaitkan Aksi 212 Dengan Makar