10:21 - Senin, 20 Mei 2013

Google Tolak Cabut Film Hina Islam

Rubrik: Amerika | Kontributor: Tim dakwatuna - 15/09/12 | 21:26 | 27 Shawwal 1433 H

Logo Google. (inet)

dakwatuna.com – San Francisco. Google Inc menolak permintaan Gedung Putih untuk tidak menayangkan fotongan film di YouTube yang memicu sentimen anti-AS di Timur Tengah.

Google yang merupakan pemilik YouTube, beralasan, berdasarkan aturan, tidak ada hal yang dilanggar. Film itu tidak menyerang pribadi-pribadi tertentu, tetapi menyerang Islam. Berbeda halnya dengan di India dan Indonesia. Google lebih memperhatikan kepentingan lokal ketimbang tekanan politik.

Google telah menyensor klip video itu di Indonesia dan India serta menghapus sama sekali di Mesir dan Libya. “Kami melarang akses kepada film itu di negara yang memang film demikian tergolong ilegal seperti di India dan Indonesia, Libya dan Mesir. Apalagi hal itu sangat sensitif di negara-negara tersebut,” ujar Google sebagaimana diberitakan Huffington Post.

Sebelumnya, pada Jumat (14/9/2012), Gedung Putih meminta Google untuk mempertimbangkan ulang penayangan video tersebut karena ada kemungkinan melanggar ketentuan yang dibuat oleh YouTube sendiri. (tjs/inilah)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 7,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • yallta

    Google harusnya bisa dituntut ke pengadilan karena dengan sengaja membiarkan video anti Islam itu disebar melalui situs youtube

Iklan negatif? Laporkan!
77 queries in 0,805 seconds.