Home / Berita / Nasional / Jangan Terpancing Film “IOM”

Jangan Terpancing Film “IOM”

Mustafa Kamal, anggota DPR RI Fraksi PKS. (inet)

dakwatuna.comPimpinan Partai Keadilan Sejahtera meminta umat Islam di Indonesia tidak terprovokasi dengan film “IOM” yang menghina Nabi Muhammad SAW. Pemerintah Indonesia sudah meminta YouTube memblokir akses ke tautan film itu.

“Film itu jelas bentuk teror terhadap umat beragama. Itu intoleransi yang luar biasa dengan menghina agama lain. Tapi kami minta umat Islam di sini tidak terpancing seperti yang terjadi di Libya. Kalau sampai terpancing, itu tidak akan memecahkan masalah,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera, Mustafa Kamal, hari ini di Jakarta.

Seperti diketahui, Duta Besar Amerika Serikat di Libya, Christopher Stevens, tewas terkena serangan roket dari massa yang memprotes peredaran film buatan seorang pengembang properti berkebangsaan Israel-Amerika Serikat bernama Sam Bacile.

PKS berharap agar hal semacam itu tak terjadi di Indonesia. “Itu hanya membuat bias persoalan dan memberi celah berkembangnya isu radikalisme Islam. Penyelesaian paling baik adalah dengan upaya diplomasi atau lewat lembaga internasional,” ujar Mustafa Kamal.

Film “IOM” sendiri tak bisa disaksikan lagi di Indonesia karena telah diblokir YouTube atas permintaan pemerintah RI. Permohonan Indonesia kepada YouTube untuk memblokir film itu diajukan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, atas instruksi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Djoko Suyanto.

Pemblokiran itu sampai saat ini masih bersifat sementara, karena YouTube masih mengkaji ulang konten film itu. “Mereka akan kaji lagi, setelah itu baru ditutup permanen untuk seluruh dunia,” kata Tifatul yang juga mantan Presiden PKS itu. (ren)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pilkada DKI

Tak Usung Kader Sendiri, Ini Pertimbangan PKS Usung Anies-Sandi