Home / Ramadhan / Renungan / Ramadhan Bulan Peperangan

Ramadhan Bulan Peperangan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com Assalamu’alaikum Wr Wb
Bulan Ramadhan yang di dalamnya disyariatkan untuk shaum dan disunnahkan untuk melaksanakan qiyamul lail (shalat malam). Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan shaum bulan Ramadhan pada siang harinya. Sementara aku mensunahkan untuk menghidupkan malam-malamnya.”
Sesungguhnya seluruh amalan itu adalah amalan yang sarat dengan peperangan demi peperangan. Pasalnya, lazimnya hawa nafsu ia menghendaki kemudahan, kenikmatan, bahkan bersantai-santai dalam kehidupan. Sementara amaliyah Ramadhan mengajak kita untuk memerangi sikap-sikap yang negatif dalam kehidupan kita. Semua dimaksimalisasikan dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.
Sebut saja qiyamul lail, amalan ini adalah wujud peperangan terhadap rasa lelah setelah seharian penuh seorang insan beraktivitas. Kemudian amalan sahur, seseorang akan berperang dengan rasa kantuk di saat ia baru bangun dari tidur yang semestinya dilanjutkan.
Selanjutnya shaum itu sendiri. Ia adalah amalan yang merupakan peperangan terhadap rasa, dorongan, dan keinginan untuk makan, minum, dan melakukan aktivitas libido seksualitas. Keinginan-keinginan tersebut dilawan dari semenjak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Juga tidak lupa menyegerakan berbuka puasa. Ini merupakan amalan peperangan di saat seseorang merasa dirinya kuat dan mampu berpuasa hingga tengah malam, misalnya. Namun, bila ini menghantarkan seseorang menjadi sombong, maka syariat menegaskan, “bersegeralah untuk berbuka.”
Jika kita sukses melaksanakan amaliyah ini dengan sebaik-baiknya dan mengharap rahmat dan magfirah Allah SWT, maka kita akan lahir menjadi pribadi yang fitri. Pribadi yang mendapatkan energi ilhiah yang dahsyat sehingga para sohibun akan tampil ke permukaan kehidupan dan mampu memenangkan pertemuan secara cemerlang dalam menegakkan kebenaran di atas kebatilan.
Hal ini pula yang telah diperoleh generasi Islam pertama di kalangan para sahabat saat bersama Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Di balik shaum dan qiyamul lail mereka, Allah mensyariatkan perang yang terkenal dengan perang Badar.
Perang Badar menghantarkan kaum muslimin memperoleh kemenangan lantaran mereka telah berhasil memerangi hawa nafsu pada tingkat yang awal. Dan ternyata peristiwa di bulan Ramadhan tidak hanya itu, peperangan di Palestina yang dilakukan oleh kaum muslimin yakni berhasil mengusir pasukan Mongol di bawah kepemimpinan Syaifudin Qudus. Pasukan Mongol yang sangat bengis berhasil mereka usir.
Peristiwa di bulan Ramadhan juga begitu berarti bagi Indonesia. Hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan, bulan yang sarat akan peperangan dan menghantarkan pada kemenangan.

Saya Sukeri Abdillah berzakat di Dompet Dhuafa.
Wassalamu’alaikum Wr Wb

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sukeri Abdillah

Lihat Juga

Ilustrasi - Peta Suriah (inet)

Membaca Masa Depan Perang Suriah

Organization