Home / Berita / Silaturahim / Dari LDK, untuk Indonesia dan Dunia

Dari LDK, untuk Indonesia dan Dunia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Suasana menjelang pembukaan IMSS 2012 di Sasana Budaya Ganesha, ITB, 15 Juli 2012. (Wening)

dakwatuna.com – IMSS? Sudah sering mendengar? Atau sering membaca tulisan tersebut? Ya, IMSS-lah yang tahun ini sering didengungkan oleh aktivis dakwah kampus Indonesia. Tapi, apa sebenarnya IMSS itu? Selama beberapa menit ke depan saya akan mengajak Anda menengok kembali kepada IMSS 2012.

Internasional Muslim Student Summit atau yang biasa disingkat IMSS merupakan agenda tahunan dari Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia. Disebut sebagai agenda tahunan karena sebenarnya acara ini adalah musyawarah nasional FSLDK yang diadakan setiap 2 tahun sekali. IMSS yang mengusung tema Youth, Leadership, and Better World di Institut Teknologi Bandung pada tanggal 15-18 Juli 2012 ini dihadiri oleh sekitar 1700 Aktivis Dakwah Kampus dari berbagai penjuru Indonesia dan beberapa negara tetangga (seperti, Taiwan, Senegal, Thailand, Bangladesh, Mesir).

Pada hari pertama, peserta disuguhi penampilan kesenian khas Jawa Barat yang kemudian disemarakkan dengan nasyid Shoutul Harokah. Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan International Young Islamic Leader (IYIL). IYIL terbagi dua sesi menjadi grand seminar bersama bu Tri Mumpuni dan pak Dahlan Iskan serta pemberian IYIL award kepada 6 orang terpilih dari seleksi IYIL selama sebelum IMSS 2012 berlangsung.

Di hari kedua, peserta terbagi ke dalam beberapa agenda paralel, di antaranya adalah musyawarah FSLDKN XVI, sekolah ke-LDK-an, dan international conference. Sekolah ke-LDK-an terbagi menjadi beberapa kelas, beberapa di antaranya ialah kelas Legalisasi LDK di Kampus maupun kelas Desain dan Publikasi. International conference itu sendiri nantinya akan menghasilkan suatu deklarasi yang akan dibacakan pada hari terakhir IMSS. Sedangkan dalam musyawarah FSLDKN XVI, sebelumnya disampaikan laporan pertanggungjawaban dari Puskomnas FSLDK (Unila). Kemudian dilanjutkan dengan penetapan tatib maupun presidium musyawarah. Lalu peserta terbagi ke dalam 3 sidang komisi, yaitu komisi A (Isu dan Media), B (ke-LDK-an), dan C (kemuslimahan).

Sidang komisi dilanjutkan di hari ketiga dan kemudian ditutup dengan penetapan draft hasil sidang tiap komisi pada FSLDKN XVI. Lalu di hari terakhir dibacakan hasil sidang tiap komisi dan kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Puskomnas FSLDK 2012-2014 serta tuan rumah FSLDKN XVII. Acara ini ditutup dengan longmarch Palestina yang berakhir di Monumen Pancasila. Dari aksi ke-Palestina-an tersebut diperoleh dana sebesar Rp 10.032.450 beserta sebuah handphone dan uang 1 dollar. Di Monumen Pancasila ini pula dibacakan hasil dari International Conference, penyampaian amanah dari Palestina untuk FSLDK Indonesia oleh Sahabat Al Aqsha.

Dari FSLDKN XVI ini, dihasilkan beberapa keputusan, yaitu :

  1. Puskomnas FSLDK Indonesia 2012-2014 ialah LDK Al Hurriyyah IPB.
  2. Tuan rumah FSLDKN XVII ialah BKMI Universitas Tanjung Pura, Kalimantan Barat.
Salam FSLDK!

Bersua Tak Sekedar Sapa, Bervisi Tak Sekedar Mimpi.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Anggota LDK Jama'ah Shalahuddin UGM.

Lihat Juga

Islam di Indonesia, Jangan Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba