Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Indahnya Berzakat

Indahnya Berzakat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi – Zakat (ramadanonline.de)

dakwatuna.comSejak berabad-abad lamanya, zakat menjadi salah satu komponen terpenting dalam hidup seorang muslim. Bagaimana tidak? Zakat menjadi salah satu Rukun Islam yang harus ditunaikan. Zakat menjadi salah satu bukti ketaatan seorang muslim pada Allah SWT.

Menengok kembali kisah di zaman Rasulullah SAW, kita akan diingatkan kembali dengan kisah para sahabat yang sangat gemar berderma. Abu Bakar misalnya, ia adalah salah satu dermawan terbaik kala itu. Tak tanggung-tanggung, ia kerap kali memberikan seluruh hartanya untuk kepentingan umat.

“Allah yang akan menjaga keluargaku”. Begitulah kalimat Abu Bakar ketika hartanya telah habis disedekahkan. Abu Bakar begitu yakin, Allah tak akan menyia-nyiakan keluarganya. Dan seperti itulah kenyataannya, Allah menjaga keluarga Abu Bakar.

Rasulullah begitu gembira dengan sifat Abu Bakar yang begitu dermawan ini. Rasulullah pun tak khawatir ketika Abu Bakar menyerahkan seluruh hartanya, karena Rasulullah tahu bahwa Abu Bakar adalah pedagang yang sangat ulet.

“Tidak akan berkurang harta yang dikeluarkan untuk bershadaqah dan tidaklah Allah SWT menambah maaf seorang hamba kecuali ia akan menjadi mulia dan tidaklah seseorang itu tawadhu kepada Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya” (HR Tirmidzi)

Allah telah menegaskan kita tentang hal ini. Sedekah yang kita keluarkan tak akan sedikit pun mengurangi harta yang kita miliki. Jadi kita sesungguhnya tak perlu takut untuk bersedekah, karena Allah lah yang akan menjamin kehidupan kita. Allah lah yang memiliki harta yang ada dalam genggaman kita.  Lebih jauh lagi, Allah akan memberikan derajat yang mulia bagi orang yang bersedekah.

Sementara itu, perintah untuk berzakat Allah tegaskan pula dalam Surat At Taubah berikut ini

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu untuk membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At Taubah: 103)

Dari ayat di atas, kita bisa memahami bahwa zakat yang kita keluarkan sesungguhnya adalah sarana yang akan membersihkan diri kita. Dengan berzakat, kita belajar untuk ikhlas dan mensyukuri apa yang kita miliki karena sesungguhnya harta yang kita miliki bukan milik kita, tetapi milik Allah SWT. Maka ada hak-hak orang lain yang tersimpan dalam harta kita yang harus kita tunaikan. Dengan berzakat dan menyisihkan sebagian dari harta kita, berarti kita telah menunaikan hak-hak orang lain dan memberikan kebermanfaatan baginya.

Pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Addzariyat: 14-19)

Dalam rangka memberi kemudahan bagi masyarakat dalam berzakat dan memenuhi harapan masyarakat yang kurang mampu untuk mencapai hidup yang lebih baik, salah satu lembaga kemanusiaan yaitu PKPU sejak bertahun-tahun lamanya telah berkomitmen sebagai Lembaga Kemanusiaan dan Lembaga Zakat dalam melayani masyarakat . Hal ini dibuktikan dengan berbagai program yang terlaksana sebagai wujud dari penyaluran dana zakat bagi masyarakat.

Pada tahun 2011, lebih dari satu juta orang telah menerima dan merasakan manisnya manfaat zakat yang disalurkan bagi mereka. Ke depannya, PKPU memiliki harapan besar agar bisa menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Alumni Psikologi Universitas Indonesia. Saat ini bekerja sebagai management trainee di Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU.

Lihat Juga

Realisasi Peran LAZ Sebagai Mitra Pemerintah Dalam Memandirikan Umat Melalui Advokasi Kebijakan