Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Surat untuk Ummiku Sayang…

Surat untuk Ummiku Sayang…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Ummiku sayang…
Waktu terasa semakin berlalu
Namun hingga kini kita masih membisu, terpekur dalam melodi kesunyian

Ummiku sayang…
Kini… Aku kehilangan sayap
Bukan patah
tapi hilang entah ke mana
sayap yang dulu kau sematkan padaku
hingga akhirnya kita bisa terbang bersama suatu saat nanti

Ummiku sayang…
Aku masih merekam jelas saat pertemuan kita pertama kali
rentetan benang merah yang memanjang seperti ini
dan kepingan puzzle yang membawa hingga kita bisa seperti ini

Ummiku sayang…
Mungkin aku masih teramat kecil mengartikan semua perhatianmu
Bukan aku tak suka
Bukan aku benci
Karena perhatian adalah
rasa sayangmu
Karena marahmu adalah
rasa cintamu
Karena sedihku ternyata adalah
rasa sedihmu

Ummiku sayang…
Firasatmu selalu sama dengan pikiran ini
Namun…
Aku tak sanggup menceritakan semua padamu
Aku hanya ingin belajar berdiri tanpa topangan darimu
Aku hanya ingin terbang tanpa sayap darimu
Aku….

Ummiku sayang…
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita tertawa
saat kita berduka
Dan aku…
akan mengingat semua itu
selalu

Ummiku sayang…
Aku menulis ini dengan rasa rindu yang teramat sangat
Aku menulis ini dengan sebongkah harapan agar suatu saat nanti
Aku dapat menumpahkan semua tangis ini di pundakmu…

Ya Allah…
Jagalah Ummiku, di kala penjagaanku tak sampai padanya
Sayangi dia kala sayangku tak mampu merengkuh dalam dekapan nyata
Muliakan ia kala penghargaanku tak mampu terangkum dalam kata yang sahaja
Karena Engkau punya segala yang tak ku punya dan karena ku ingin selalu menjadi saudarinya di dunia dan mengharap bertemu dengannya di surga

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (31 votes, average: 8,84 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Hamba Allah yang mencoba untuk taat dan berbakti, tinggal di Tangerang dan bekerja di sebuah asrama yatim dan dhuafa untuk membantu anak-anak dan semoga dapat menjadi hamba yang bermanfaat.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Salman Al-Farisi)

Betapa Sayangnya Allah SWT Kepada Kita, Manusia