Home / Berita / Nasional / RUU Kesetaraan Gender Bukan untuk Perempuan

RUU Kesetaraan Gender Bukan untuk Perempuan

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (RUU KKG) menuai kritis pedas dari para aktivis organisasi Islam. Kontennya dinilai membawa misi liberalisasi dan tak sesuai syariat Islam.

“Pembagian peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan tidak berdasarkan pada budaya, tetapi berdasarkan wahyu yang bersifat lintas zaman dan budaya,”ujar anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Henri Sholahuddin saat mengawali diskusi bertajuk RUU KKG: Bertentangan Dengan Islam, Berbahaya Dan Merusak, Kamis (19/4).

Selain itu, katanya, makna kesetaraan dan keadilan dalam RUU KKG, terutama dalam Pasal 1, 2, dan 3 memiliki pertentangan dalam ajaran Islam. Sebab dalam Islam, pemaknaan hal tersebut tidaklah berarti persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam semua hal. Di bagian lain, RUU KKG pasal 4 menurutnya memberikan gambaran yang keliru tentang kemajuan dan peran perempuan dalam pembangunan.

“Sehingga ini memaksakan keterlibatan perempuan di dalam ruang publik, di semua lembaga pemerintah dan non pemerintah, dan mengucilkan makna peran perempuan sebagai ibu rumah tangga dan pendidik anak-anak di rumah. Tapi malah RUU KKG masuk materi pengajaran,”sesal peneliti INSIST ini.

Di kesempatan yang sama, pembicara lainnya, tim pengacara Muslim, Mahendradatta membuka tabir hukum yang sering merekayasa tatanan sosial. “Di sisi ini, hukum hanya jadi alat untuk menyampaikan gagasan liberalisme dengan uang umat Islam,”paparnya.

Dia blak-blakan menyatakan jika RUU KKG sebagai bentuk serangan terhadap ajaran Islam. Lantaran pembahasannya di DPR justru menimbulkan penambahan mata anggaran untuk urusan gender. Padahal yang dibahas justru multitafsir dan tidak lagi memperjuangkan diskriminasi terhadap perempuan. (Hafidz Muftisany/Indah Wulandari/RoL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ketua Penggiat Keluarga  Indonesia yang juga Guru Besar Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga IPB Euis Sunarti, saat menjadi pembicara di Focus Group Discussion (FGD) RUU Ketahanan Keluarga di ruang pleno Fraksi PKS, Jakarta, Senin (22/6). (IST)

Ketua GIGA Indonesia: Program Pembangunan Keluarga yang Dilakukan Pemerintah Masih Setengah Hati