Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Dengan Agama Manusia Menjadi Mulia

Dengan Agama Manusia Menjadi Mulia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (thenotesonmyblog.blogspot.com)

dakwatuna.com – Sudah seharus dan selayaknya kita untuk selalu bersyukur, bersyukur dan bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan, terutama sekali nikmat Agama yang mulia ini yaitu Islam. Agama yang telah menghantarkan kita kepada gerbang kebaikan dunia dan akhirat. Agama yang mengajarkan arti hidup yang sesungguhnya sebagai makhluk Allah di muka bumi ini, karena memang pada hakikat nya perjalanan yang singkat ini bukan untuk pelampiasan hawa nafsu saja, akan tetapi ada dinding pembatas yang berupa aturan dan tuntunan untuk mengarahkan manusia ke jalan yang benar. Itulah sebabnya sebagai insan yang berakal kita butuh terhadap “Agama” untuk mengatur dan mengarahkan kita kepada hal-hal yang baik yang telah ditetapkan Allah melalui Al-Quran dan As-Sunah.

Tak bisa kita bayangkan andaikata manusia hidup tanpa agama, akal dan nafsu menjadi raja, menguasai hati, membelenggu jiwa sudah barang tentu hidup tidak akan terarah. Manusia akan melakukan apa saja yang ia inginkan dengan menghalalkan segala cara tidak lagi menimbang baik dan buruk, halal dan haram. Nah jika sudah demikian, tak ubahnya manusia sama seperti binatang yang hidup sesukanya tanpa menggunakan akal dan pikiran.

Maka sangat pantas bila banyak orang mengatakan “Tanpa agama manusia akan menjadi hina, dengan agama manusia akan mulia, semakin tinggi agama seseorang, semakin menjadikan ia lebih berbudaya dan berakhlaq”. Sungguh indah Islam mengatur paradigma kehidupan kita, selalu memberikan solusi terhadap segala masalah, memperhatikan kebutuhan manusia secara baik dan benar, tidak sekedar mengatur hal-hal yang bersifat global saja, namun juga memaparkan hal yang sekecil-kecilnya. Sempurna, “Ya, kata-kata itu sangat pantas untuk sebuah agama yang agung, yaitu “ISLAM”.

Kesempurnaan Islam terletak pada 2 pusaka besar yang Rasulullah tinggalkan untuk umatnya, Al-Quran dan As-Sunah yang menjadi dustur dalam perjalanan yang sementara ini. Semua kita tau bahwa di dalam Al-Quran terdapat ratusan surat dan ribuan ayat, yang kesemuanya itu mengatur dan mengarahkan kita menuju “Sabilul huda” (jalan kebenaran), yang sebenarnya sudah lebih dari cukup 2 pusaka itu untuk menata kehidupan manusia.

Tapi kenyataan, sebagian dari kita justru tidak memahaminya dan bahkan menganggap semua itu hanyalah kitab biasa yang berisi rangkaian huruf-huruf Arab yang menghiasi lembaran-lembaran yang ada, atau bahkan sekedar menjadi pajangan, lambang atau kebanggaan saja. Tak heran lagi jika minimnya pemahaman terhadap Al-Quran dapat menimbulkan permasalahan dalam kehidupan.
Fenomena itu kini terjadi di sekitar kita, apa yang kita saksikan sekarang adalah wujud dari kurangnya perhatian dan pemahaman manusia terhadap Islam. Sehingga muncul lah isu Islam agama teroris, berkembanglah berita bahwa Islam agama aroganis, materialis, dan macam-macam hujatan ditujukan kepada Islam, padahal semua itu adalah kesalahan dan kekeliruan terhadap Islam dan kesalahan kita sebagai muslim yang barangkali kurang memahami Islam itu sendiri.

Sungguh tidak akan pernah cukup jika kita ingin mengupas Islam dalam beberapa paragraph saja, butuh banyak pembelajaran yang seharusnya kita gali lagi selagi kesempatan itu masih ada. Yang terpenting sekarang adalah menyadari sedalam-dalamnya kekurangan dan kesalahan kita, kemudian introspeksi dan beranjak menuju semangat baru untuk mengenali Islam lebih dalam dan luas agar kita benar-benar menjadi manusia yang secara totalitas berada dalam naungan Islam. Dan yakinlah bahwa manusia yang tinggi keislamannya, maka semakin tinggi budi dan budayanya.

Dan sungguh ilmu Allah sangatlah luas, tidak akan pernah habis seperti lautan yang tidak akan pernah kering, sudah seberapa banyak pengetahuan kita tentang Islam? Dan sudah berapa baik kita mengamalkannya dalam kehidupan?

Pertanyaan sederhana ini sudah mewakili isi hati kita untuk segera mencari tau dan mengkaji lebih dalam lagi Islam secara tammah sampai kita benar-benar merasakan bahwa Islam itu solusi terbaik untuk hidup kita.

Di akhir catatan saya yang singkat ini, mari kita pahami firman Allah:

  • Al yauma akmaltu lakum dinakum… (QS. Al-Maidah: 3)
  • (QS. Al-Baqarah: 208)
  • Taraktu fikum amraini fa in tamasaktum bihima lan tadhillu abada
  • Dua perkara yang jika kita berpegang kepadanya kita tidak akan tersesat itulah Al-Quran dan Sunnah).

Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita bersama, Amin….

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Syafni Agmal
Nama asliku Novrinaldi.S, panggilan akrab Novri, atau aldi juga boleh..heheh lahir 1 November 1990, sekarang sedang melanjutkan studi di Al-Azhar University Cairo. "Tak ada yang istimewa dalam hidup ini, kecuali bisa saling berbagi manfaat terhadap sesama" perubahan itu sangat dibutuhkan maka milikilah jiwa dan mental sebagai agent of change...

Lihat Juga

Jusuf Kalla Minta Waktu 2 Pekan Selesaikan Kasus Penistaan Agama yang Dilakukan Ahok