Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kuncup Bunga Peradaban, Indonesiaku

Kuncup Bunga Peradaban, Indonesiaku

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comMari tengok sejenak keadaan bumi kita, atau tak perlu jauh-jauh, tengok saja negeri kita ini, lalu renungkan bagaimana keadaannya?? Baik kah? Atau malah bobrok?? Kerusakan telah menyebar luar oleh tangan-tangan manusia tak bertanggung jawab, sampai moral pun telah rusak.

Lalu siapa yang bertanggung jawab???

Tahukah Anda bahwa ada campur tangan orang-orang kafir dalam kerusakan negeri kita tercinta ini?? Sesungguhnya negeri kita ini sedang berperang, sebuah perang yang melemahkan iman bahkan aqidah, perang itu namanya ghazwul fikri.

Apa itu ghazwul fikri??

Ghazwul fikri berasal dari kata ghazw dan al-fikr,yang secara harfiah dapat diartikan “Perang Pemikiran”. Yang dimaksud ialah upaya-upaya gencar pihak musuh-musuh Allah subhanahu wata’ala untuk meracuni pikiran umat Islam agar umat Islam jauh dari Islam, lalu akhirnya membenci Islam, dan pada tingkat akhir Islam diharapkan habis sampai ke akar-akarnya. Upaya ini telah berlangsung sejak lama dan terus berlanjut hingga kini.

Berangkat dari masalah inilah, “benteng peradaban Islam” mulai membuncah dari satu negara Islam ke Negara Islam yang lain, berharap kelak mereka akan bersatu menjadi benteng yang kokoh.

Kita simak nasyid berikut:

Tinta ulama menggoreskan peradaban…
Darah syuhada menegakkan keadilan…
Ayolah kawan jangan kau berpangku tangan…
Bangun kembali peradaban Islam…
Raih kembali kejayaan Islam…

(Asy-syuja’, Visi Peradaban)

“Peradaban ya peradaban”…

Mari kita bicara tentang peradaban Islam, seperti apakah peradaban Islam itu hingga ia menjadi tujuan yang sangat penting…

Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab al-hadha- rah al-islamiyah. Kata Arab ini juga sering diartikan dalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam. Kalau kita baca definisi kebudayaan (culture), misalnya dalam Kamus yang sama: (1). The totality of socially transmitted behavior patterns, arts, beliefs, institutions, and all other products of human work and thought…., maka kebudayaan memiliki makna yang hampir sama dengan peradaban. Keduanya adalah hasil kerja manusia pada suatu zaman. Namun, dalam pembicaraan secara umum, peradaban nuansanya lebih luas, lebih menyeluruh, lebih sophisticated, dan lebih mentereng (http://serbasejarah.wordpress.com).

…Tak ada kata terlambat untuk membangun sebuah peradaban yang kokoh, masih banyak harapan yang serta merta mengelilingi kita…

Mari kita mulai dengan para pemuda/i… .

Para pemuda yang bersarang di kampus-kampus Indonesia ini adalah penerus bangsa, yang harus di bina akhlaqnya lagi ilmunya. Mereka harus punya iman dan harus punya ilmu, serta amal yang baik. Oleh sebab itu, tempa lah mereka.

Lihatlah salah satu indikator, saat sebuah masjid kampus itu ramai dengan kekhusyu’an para mahasiswa dan para pendidiknya. Maka di sanalah ada tali harapan.

Bagaimana dengan sekolah?

Mulai dari tingkat sekolah dasar, menengah tingkat pertama hingga menengah tingkat atas.

Mereka pun tunas-tunas bangsa yang harus di perhatikan karena di sana lah harapan sedang di tanam, yang kemudian hari akan di panen.

Ada kisah yang membuat harapan itu membuncah.

Di sebuah sekolah dasar di kota Jakarta.

Hari itu adalah hari senin. Para siswa berpuasa sunnah hari senin, dan nanti setelah adzan berkumandang, akan di akhiri dg ifthar jama’i dengan para gurunya. Dalam usianya yang masih se-dini itu mereka sudah belajar tentang bagaimana mengerjakan yang sunnah, sungguh guru – guru yang layak diacungi jempol.

…Pengajar yang Hebat dan anak didik yang luar biasa, salah satu Cikal Bakal terbentuknya Peradaban yang kokoh.

Telah tumbuh kuncup-kuncup bunga di ladang peradaban, yang ia akan bermekaran dengan wangi yang semerbak kelak.

Menunggu sang pendidik menyiramkan air syurga dan memupukkan benih iman pada kuncup- kuncup itu. Hingga mereka benar-benar bermekaran, menabur cinta pada bumi.

Bagaimana dengan kita??

Apakah kita termasuk salam satu dari kuncup-kuncup itu??

Atau termasuk para pendidik yang akan menyiramkan air syurga dan memupuk benih iman kepada kuncup-kuncup itu??

Terus bergerak, berpikir dan bekerja…
Kerahkan potensi kobarkan semangatmu…
Berpegang teguh pada Qur’an dan sunnah…
Jadilah khoiru Ummah…
Jadilah umat mulia…

Luruskan niat dan rapatkanlah barisan…
Maju ke depan tuntaskanlah perubahan…
Membangun bangsa yang bervisi peradaban…
Berjayalah INDONESIAKU…
Bangkitlah wahai NEGERIKU…

(Asy-syuja’, Visi Peradaban)

Sejatinya setiap ladang itu ada penjaganya.

Wallahu ‘alam…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Man jadda wa jada

Lihat Juga

SIdang Umum Interpol di Bali. (alqudspress.com)

Dari Bali, Interpol Tangguhkan Status Keanggotaan Palestina

Organization