Home / Berita / Opini / Blunder JIL

Blunder JIL

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (pusatbikinpin.com)

dakwatuna.com14 Februari 2012 Indonesia tanpa FPI. Sekitar 100 lebih orang di bundaran HI, aksi yang diwarnai kericuhan diikuti dari berapa kalangan, artist, intelektual, kepemudaan, dan yang menjadi perhatian adanya tokoh-tokoh yang sedang bermasalah pada dirinya terutama dari kalangan JIL. Aksi yang mereka bawa adalah menuntut pembubaran FPI karena aksi-aksi FPI yang telah melakukan tindakan anarkis dalam tiap aksinya. 14 Februari adalah sarat kepentingan, itulah pengamatan dari kondisi nasional akhir ini, pengalihan isu pemerintahan yang sedang banyak kasus dari kalangan elite apalagi jagoan JIL banyak yang berada dalam partai yang elitenya sedang terkena kasus, terutama gaya pemerintahan yang telah terbaca di tiap kasus-kasus elite pasti ada berita pengalihan isu terutama penyudutan terhadap umat Islam, penokohan JIL di publik sebagai pencinta kedamaian dan mendukung hak asasi manusia, pembela orang-orang tertindas, dan sebagai ajang kaderisasi JIL itu tersendiri atas pembentukan opini yang mereka bentuk.

Alih-alih menokohkan diri mereka di publik, ternyata aksi ini justru membuat banyak orang bersikap, di mulai dari sikap artis Fauzi Baadilla diikuti oleh artis Arie Untung membuat cuplikan singkat mengatakan Indonesia damai Tanpa JIL. Dilanjutkan bahwa mengakui diri mereka seorang yang belum memahami Islam secara baik, mereka memang tidak memiliki pengetahuan dan melakukan amal dalam beragama dengan benar tapi mereka dengan tegas mengetahui dan mengatakan bahwa JIL bukanlah Islam, karena mereka menganalisis tentang pernyataan-pernyataan oleh tokoh-tokoh JIL yang mereka katakan itu bukanlah ajaran Islam. Tak hanya itu, aktivis-aktivis kampus gencar men-tweet hastag #IndonesiatanpaJIL, sekolah yang dimotori ROHIS juga bersikap untuk kembali meluruskan opini-opini yang telah terbentuk, dari kalangan atas sampai bawah tak hanya dari FPI, mereka bersikap bukan hanya karena FPI diganggu, tapi pada dasarnya masyarakat tidak bisa diam jika Islam yang dinodai, diacak – acak oleh JIL apalagi membiarkan keluarga, saudara, adik-kakak, sahabat mereka rusak oleh pemikiran-pemikiran yang sesat.

9 Maret 2012, aksi turun ke jalan dibuktikan dengan total massa 2000 orang. “Indonesia Tanpa Liberal” untuk menggugat liberalisme yang telah mendarah daging di Indonesia. Massa 2000 orang berasal dari mahasiswa, aktivis dakwah, ibu-ibu rumah tangga, anak band metal, semuanya dengan gagah menyerukan: #IndonesiaTanpaJIL. “Jangan pernah usik agamanya preman, karena preman bisa lebih marah daripada ulama kalau agamanya diusik”, “Buang JIL pada tempatnya”, “Damainya Indonesia, tanpa JIL”, kalimat-kalimat aksi. Aksi itu menunjukkan blundernya aksi 14 Februari, pembentukan opini mereka justru berbalik kerusakan opini bagi diri mereka sendiri. Masyarakat semakin bertambah kebencian kepada orang-orang yang ikut aksi Indonesia tanpa FPI yang dahulu telah diketahui pernah terkena kasus. Semangat penolak JIL semakin meningkat, dari aksi turun ke jalan yang dilakukan di seluruh wilayah nasional, media massa, lomba-lomba pembuatan design penolakan JIL, belum lagi aksi-aksi dakwah yang saat ini semakin tegas menolak keberadaan JIL.

Sesungguhnya kebenaran telah menjadi sunnatullah untuk mengalahkan kebathilan. “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. 3: 54). Bagaimana dalam tafsir Fii Zhilal Sayyid Quthub menjelaskan di kala itu orang-orang Yahudi melakukan makar yang panjang dan lebar. Mereka melontarkan fitnah kepada nabi Isa as dan kepada Maryam ibunya, mereka mengatakan Maryam melakukan zina dengan Yusuf an-Najjar, mereka menuduh nabi Isa sebagai pesulap dan pembohong, dan mengadukan kepada raja romawi bahwa nabi Isa as telah menyesatkan orang banyak dan menjauhkan rakyat dari agama yang dianut romawi. Mereka hendak menyalib nabi Isa as tapi rencana mereka tak berarti apapun dengan rencana Allah, makar mereka tak berarti apapun dengan makar Allah. Di manakah posisi mereka (musuh Allah) dibanding posisi Allah? Dimana kuasa mereka sedangkan Allah yang maha berkuasa.

Memang aksi kemarin tidak mengusung atas nama JIL dan itulah gaya pergerakan mereka, gaya yang telah dilakukan oleh banyak musuh-musuh Allah. Mereka hadir bergaya intelektual menyerang intelektualitas, mereka hadir bak penyokong moral dan kebenaran serta kemanusiaan, mencari jiwa-jiwa yang goyah yang bisa ditabrakkan dengan gejolak kemarahan mereka yang terpendam, kebencian mereka yang mengakar, serta kebebasan yang dilandasi oleh nafsu. Sedangkan mereka (JIL) berada dalam kesesatan yang nyata. Saat ini pemberitaan tenggelam begitu saja, entah strategi apa yang akan mereka lakukan lagi untuk memblow-up diri mereka ke publik. Apakah mereka menjadi kendaraan politik yang tiba-tiba muncul di saat kondisi politik memanas, karena tokoh jagoan JIL merupakan salah satu pengurus penting di salah satu partai Indonesia. Atau yang saat ini sedang gencar-gencar mereka lakukan membagikan beasiswa, melakukan pembinaan, masuk ke sekolah-sekolah tingkat dasar-menengah atas, mengadakan diskusi atau seminar kontemporer. Gaya makar mereka di saat gagal di satu makar mereka mencari cara lain untuk makar.

Sedangkan kebaikan dan kejahatan akan terus bertarung sampai di satu sisi kejahatan yang menang dan kebaikan yang kalah, atau di satu sisi kebaikan yang menang dan kejahatan yang kalah. Melainkan Allah telah menghendaki kemenangan untuk kebaikan.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. 66: 6)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 9,22 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mahasiswa Aktif Fisika UGM 2010 @adamputras

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini