Home / Berita / Silaturahim / Islamic Book Fair 2012, Kuat dan Mandiri dengan Pendidikan Qur’ani

Islamic Book Fair 2012, Kuat dan Mandiri dengan Pendidikan Qur’ani

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Suasana Islami Book Fair 2012 di Istora Senayan Jakarta. (hdn)

dakwatuna.com – Tak terasa sepuluh hari Islamic Book Fair (IBF) 2012 menuju akhirnya. Beragam agenda terencana telah digelar satu per satunya. Pun respon pengunjung terhadap agenda yang diadakan panitia baik di panggung utama maupun ruang Anggrek juga bervariasi.

Meski ada beberapa acara yang di-cancel lantaran sepi pengunjung ataupun ada tokoh pembicara yang tidak hadir, rangkaian acara IBF ke-11 ini secara umum berlangsung meriah. Konsep reliji, wisata, dan edukasi keluarga yang diangkat panitia sukses meraup minat pengunjung tidak hanya dari Jakarta.

IBF kali ini yang bertemakan “Kuat dan Mandiri dengan Pendidikan Qur’ani” benar-benar dahsyat. Target peserta 390.000 tercapai sukses. Hal ini mengindikasikan kemajuan IBF dari tahun lalu. Dalam waktu relatif singkat ini pun, transaksi yang beredar di pasar buku dan produk muslim berkisar 100 miliar rupiah.

Kerja nyata panitia IBF untuk menggaet lebih banyak pihak kian menguatkan rona kemajuannya. Tahun ini adalah kali pertama IBF menggaet organisasi eksternal kampus, KAMMI. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang mendirikan standnya di lantai II Kids Zone area dekat pintu A7 ini adalah satu-satunya organisasi mahasiswa yang bergabung.

“Momen KAMMI on IBF (KOI) ini menjadi ajang silaturahim kader KAMMI dan perkenalan tentang KAMMI secara luas. Semoga kelak KAMMI tetap bisa bekerja sama dengan IBF, Ikapi, atau pihak lain dalam syiar Islam.” tutur Riyan Fajri, Ketua KAMMI Madani, yang merupakan kontributor utama stand KAMMI.

KAMMI juga turut menyukseskan acara IBF dengan mendatangkan kader-kader dari berbagai daerah. Kader KAMMI dari daerah Jakarta, Bandung, Tangerang, Bogor, Banten, Surabaya, bahkan Makassar berbondong meramaikan IBF dan stand KAMMI.

Puluhan tokoh papan atas yang menjadi pengisi acara IBF menjadi daya tarik terbesar bagi pengunjung di samping diskon buku dan produk islami dengan diskon besar-besaran. Tak heran, banyak instansi baik pemerintah, pendidikan, dll yang rela datang meski berasal dari jauh.

Dalam setiap pelaksanaan agenda kegiatan tentu terdapat hal-hal yang menjadi ajang perbaikan untuk ke depannya. Satu hal sederhana yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan IBF kali ini yakni pada sirkulasi sampah kertas.

Kertas yang beredar dalam bentuk brosur penawaran produk sangat berlimpah. Tak jarang, kertas-kertas itu berserakan di dalam maupun luar Istora. Bayangkan saja, dalam sehari satu stand bisa menyebarkan 30an lebi brosur pada pengunjung. Dalam IBF terdapat lebih dari 100 peserta stand.

Sebagai titik cerah, alangkah lebih baiknya jika kelak, untuk pelaksanaan IBF selanjutnya telah ada upaya solutif untuk permasalahan sederhana ini. IBF sebagai pendobrak masyarakat untuk lebih dekat dengan buku dan islam tentunya mampu mencarikan solusi bagi masalah sampah kertas ini.

Semoga usai IBF berlangsung, generasi kuat dan mandiri dengan pendidikan Qur’ani yang menjadi tujuan acara ini dapat terwujud. (sce)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa semester 1 di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Saat ini aktif di KAMMI dan menjadi kepala departemen Pemberdayaan Perempuan KAMMI Komisariat Madani.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Google Plus)

Memukul Anak Dalam Perspektif Pendidikan Islam

Organization