Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Jomblo Keren (Edisi Pria)

Jomblo Keren (Edisi Pria)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (qalamuslim.blogspot.com)

dakwatuna.com – Setelah beberapa waktu saya menulis tentang jomblo keren (edisi wanita), maka kali ini saya mengupas keuntungan atau beberapa hal mengenai pria yang tangguh dalam masa penantiannya menjemput si tulang rusuk.

Subhanallah, melihat ada pria-pria yang konsisten menjaga harga dirinya untuk tetap menjomblo hingga ia menikah. Jomblo bukan karena tidak laku atau terlalu pilih-pilih, mungkin ada beberapa hal yang belum bisa mewujudkan niatnya untuk mempersunting seorang wanita. Karena menjaga kesucian bukan hanya di wajibkan bagi seorang wanita tapi juga untuk pria.

Sebenarnya bagi pria yang jomblo, banyak sekali keuntungan yang didapat. Misalnya, ketika berpacaran ia harus banyak berkorban untuk wanita yang belum tentu menjadi istrinya kelak maka jika ia memilih jomblo hal tersebut bisa di hindarkan. Sangat lumrah jika berpacaran, pihak yang banyak berkorban secara materi adalah pria, harus antar jemput ke sana kemari layaknya tukang ojek, menyia-nyiakan waktu dengan sang pacar dengan dalih untuk perkenalan pribadi padahal tak lain sedang menumpuk timbunan dosa. Sebuah kesia-siaan.
QS. Al Mu’minun, 1-3:
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) yang khusyu’ dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”
Bukan hanya itu, waktu yang di habiskan dengan sang pacar kadang lebih banyak di banding dengan orangtua, padahal pria walaupun telah menikah tetap bertanggung jawab terhadap orang tuanya. Beda dengan wanita, yang kepatuhan kepada orang tuanya terputus tatkala menikah. Maka saat jomblo bisa di gunakan untuk lebih mencurahkan kasih sayang kepada orangtua.

Karena seorang pria akan menjadi imam terhadap keluarga barunya kelak, maka saat jomblo bisa di manfaatkan untuk memperdalam ilmu agama guna persiapan menuju pernikahan kelak. Bukan menghabiskan waktu sia-sia dengan berpacaran. Juga, saat jomblo bisa di gunakan untuk persiapan materi untuk menghidupi keluarga barunya. Bukan malah menghambur-hamburkan uang untuk wanita yang belum tentu menjadi jodohnya.

Jangan merasa tidak pede ketika memilih jomblo sebelum menikah. Toh, kita sekarang berada pada jalur yang tepat. Justru mereka yang masih pacaran seharusnya malu, melanggar perintah Allah kok pede-pede saja.

Kita sebenarnya jauh lebih cerdas di banding mereka yang berpacaran. Kita bisa memanfaatkan waktu luang untuk menekuni hobi kita, melakukan hal-hal yang belum tentu bisa di lakukan ketika sudah menikah. Bukan tenggelam dalam problematika orang pacaran yang tidak jelas juntrungannya. Belum menikah saja sudah heboh dengan masalahnya, gimana jika sudah menikah.

Pacaran tidak menjamin kedua belah pihak saling mengenal pribadi masing-masing. Hanya kepalsuan yang terlihat, saling ingin terlihat baik.

Seorang pria sejati tidak akan menembak wanita untuk menjadi pacarnya. Kenapa? Karena hal itu menandakan seorang pria belum siap menerima tanggung jawab, hanya sekedar main-main saja. Jika memang dia pria sejati, dia akan langsung melamar wanita pilihannya untuk di jadikannya sebagai istri.

Serahkan saja kepada Allah masalah jodoh, biar Allah yang menunjukkan bagaimana ikhtiar yang harus kita lakukan. Karena petunjuk Allah adalah sebaik-baik jalan, maka ikutilah jalan itu. Meskipun terlihat asing dan menimbulkan kontroversi, abaikan saja. Kita benar di hadapan Allah. Selanjutnya pasrahkan jodoh yang terbaik untuk kita kepada Allah.

Tak perlu takut tidak kebagian jodoh, karena tiap kita di ciptakan berpasang-pasangan. Berprasangka baik saja kepada Allah untuk di berikan pendamping yang shalihah. Karena yang baik pasti akan mendapatkan yang baik. Itu janji Allah.

Allahua’lam.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (60 votes, average: 9,53 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'
  • jaman sekarang ngak punya pacar malah terasa aneh….

    di fitnah macam-macam….
    padahal pacaran menjerumuskan diri kita pada kemaksiatan….

    • Ana

      iyah bner bgt :D

  • Pandangan masyarakat kita terhadap seseorang yg sudah mapan segalanya, dri penampilan physik oke…sdh berumur msh menjomblo, Kerap mendapat tudingan miring…dri lingkungannya, keluarganya…sungguh tersiksa luar dalam, padahal ini adalah prinsip yg dia pegang sendiri krn dia yg lebih tau apa yag diinginkannya dan kapan dia bisa menentukan tuk memulai berumah tangga….tpi terkadang mereka mengambil jalan ketergesa gesaan utk mengakhiri semuanya, akhirnya mendapatkan jodoh pendamping yg salah, yg berakibat lebih fatal lgi timbulnya kekecewaan yg dalam……kadang kita melakukan & mengambil jalan sesuatunya berdasarkan Apa kata & keinginan orang2, lingkungan & keluarga…bukan atas keinginan murni kita sendiri…..tapi apapun itu Tidak baik menJomlo terlalu lama, Sesuatu itu ada awal dan akhirnya…ada Batasnya Kapan Waktu yg tepat utk mengakhirinya…..walah Hualam hanya Dia & Allah yg Tau perjalanan Hidup seorang Hambanya….

  • Mantappss..:)

  • pria sejati akan berkata: “I falling in love with you… and be my future wife… we should reduce our time to meet each other then untill the day I’ll propose to marry you…. be ready for it and be missed me so much till that time by keep concentrate with yer work….” I think this is work….

  • JOKER… ( JOMBLO KEREN ) Waaaawwww,,,,,,

  • kaum hawa akan respect kepada laki-laki yang menghormati wanita. yaitu laki-laki yang tidak mempermainkan perasaan wanita dengan HTS alias hubungan tanpa status. secara umum, wanita visioner tidak menyukai cinta tanpa tanggung jawab alias pacaran. kebahagian bagi muslimah ketika ada laki laki yang selalu melakukan perbaikan diri, datang kepada walinya untuk meminangnya dan untuk sebuah cinta yang robbani, yaitu pernikahan

  • thanks gan info’y,,,,,,,,,,,, ”good article” buat perbaikan diri ney…..,,,

  • i like

  • top markotop artikel ini ,, sipppp ,,, mksih min,,

Lihat Juga

ilustrasi pertempuran (inet)

Pria Diciptaan Untuk Berjuang dan Berkorban

Organization