Home / Pemuda / Essay / Surat Cinta untuk Jomblowan dan Jomblowati

Surat Cinta untuk Jomblowan dan Jomblowati

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Akmal Ahmad)
Ilustrasi. (Akmal Ahmad)

dakwatuna.com – Jangan tergesa untuk menikah usai telinga dicecar pertanyaan “kapan menikah?”
Menikah justru pilihan sadar atas persiapan yang panjang di atas jalan Lillah.

Usah gundah saat melihat kiri kanan teman telah bersanding di pelaminan.
Setiap kita punya kesempatan. Jodoh tak kan tertukar, teman. Penuhi hari kita dengan keceriaan.

Pun usah terburu menautkan hati atas tawaran-tawaran ‘gaje’.
Menikah itu perkara syar’i, maka palingkan segera dengan ‘pede’. Katakan “TIDAK” untuk hal bertele-tele. Hati kita tak semurah “pecel lele”. Right?
Karena ada banyak jalan syaitan merusak barakahNya “ibadah terlama” ini…

Mungkin tak sedikit air mata yang telah melembabkan bantal. Meski banyak juga di antara kita yang memilih membasahi sajadah. Engkau pilih mana?
Yang pertama karena patah hati. Yang kedua karena Tawakkal di hati. Meminta dengan husnudzan tingkat tinggi.

Percayalah, pacaran, HTS-an beserta derivat-derivatnya, tak akan melapangkan hati pencinta sejati. Hanya akan menyesakkan dada. Fitrah ketaatan tergadai. Allah pun tak Ridha. Karena Allah telah siapkan cara mulia untuk memulai jalan barakah ini. Pernikahan.

Maka bersabarlah…
Maka persiapkanlah…
Pintalah dalam do’a terbaik kita…

Hingga nanti tiba saatnya. Allah Ridho atas digelarnya catatan Lauh Al-mahfudz di hari bersejarah. Fulan dan Fulanah menikah.

Setelah itu, engkau pun akan lupa pernah hidup sendiri… (dakwatuna.com/hdn)

 

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Tentang

Sarjana Sains (S.Si) di bidang Fisika, FMIPA Universitas Andalas, kini aktif di bidang Social Entrepreneure.

Lihat Juga

Surat Nabi Yusuf untuk Habib Rizieq