Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Apa yang Menghambat Kita untuk Berakhlaq dengan Baik?

Apa yang Menghambat Kita untuk Berakhlaq dengan Baik?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (4antum.wordpress.com)

dakwatuna.com – Di sela-sela gerombolan manusia yang sudah hilang nilai-nilai moralnya, sedikit sekali orang-orang yang masih menjaga akhlaqnya. Dengan kondisi seperti itu, sangat mencolok keberadaan orang tersebut. Karena sesungguhnya seseorang yang memiliki akhlaq dan budi pekerti yang baik, selalu membuat orang lain nyaman berada di dekatnya. Sehingga orang-orang akan mudah mengenalinya dan ini akan menjadi karakteristik yang membedakan dia dengan yang lain.

Akhlaq yang baik itu bisa timbul dikarenakan seseorang itu selalu bersikap baik yang berlandaskan keyakinan bahwa Allah akan melihat apa-apa yang dikerjakan. Setiap perilaku yang ia perbuat selalu hanya mengharap ridha dari Allah dan bukan karena pujian manusia semata. Ia yakin akan balasan yang akan diberikan oleh Allah SWT sehingga ia akan menunjukkan perilaku terbaiknya dalam berinteraksi dengan sesame manusia. Perilaku yang dia lakukan tulus, tanpa ada skenario atau perilaku yang dibuat-buat. Firman Allah SWT : “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (Q.S. Al Zalzalah : 7). Hal inilah yang menciptakan akhlaq yang baik, karena keyakinan akan balasan kepada Allah terhadap setiap tingkah laku dan perbuatan baik yang dilakukan buat manusia di sekitarnya.

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Allah SWT. Coba kita bandingkan diri kita ini dengan ciptaan-ciptaan Allah yang lain, betapa sempurnanya diri kita. Kita memiliki panca indra yang tidak dimiliki oleh tumbuhan. Kita memiliki akal yang tidak dimiliki oleh hewan. Kita memiliki hati, perasaan dan hawa nafsu yang tidak dimiliki malaikat. Terus apa yang membuat kita susah untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan? Lalu apa juga yang membuat akhlaq ini lebih buruk dari pada yang dimiliki oleh hewan? Lalu apa yang menghambat kita untuk berakhlaq seperti halnya Rasulullah Muhammad SAW?  Ternyata kebanyakan manusia menyalahgunakan kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT kepada dirinya, hal ini juga karena kurangnya rasa syukur pada diri mereka dan rasa sombong yang malahan mereka banggakan.

Saat ini sudah terjadi pergeseran standar dari akhlaq yang baik itu seperti apa. Orang-orang kebingungan untuk mencari contoh atau petunjuk pembentukan akhlaq yang baik. Sebenarnya Allah SWT telah memberikan kita petunjuk praktis tentang bagaimana membentuk akhlaq yang baik, seperti apa petunjuk praktis tersebut? “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al ahzab : 21). Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia terbaik yang diciptakan Allah dan merupakan panutan bagi kita semua. Apa yang beliau perbuat hendaklah menjadi contoh apa yang kita perbuat sekarang. Sehingga perbuatan kita bisa membentuk akhlaq kita yang tujuannya adalah terbentuknya Akhlakul Karimah dalam diri ini. Jadi akhlaq yang baik itu bisa kita dapatkan dengan mencontoh dan menerapkan akhlaq Rasulullah.

Selanjutnya, ketika kita berakhlaq dan berbuat baik terhadap sesama, sesungguhnya tidak ada kerugian yang kita dapatkan. Malah dengan berakhlaq dengan baik dan benar itu akan mengantarkan kita pada kesuksesan bermasyarakat di dunia dan mendapatkan nikmat akhirat. Masyarakat di lingkungan akan merespon  kita dengan baik serta akan memudahkan kita berkomunikasi serta berdakwah di masyarakat. Dan juga nikmat-nikmat yang Allah janjikan itu menunggu kita di akhirat sana. Allah pun seringkali menjelaskan di dalam Al Qur’an tentang manfaat-manfaat berbuat baik.

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. (Q.S. Al Baqarah : 25)

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya (Q.S. Yunus : 26)

Maka apalagi yang menjadi penghambat kita untuk berakhlaq dengan baik? Sudah jelas contoh dan cara untuk membentuknya. Sudah sangat jelas balasan dari Allah yang akan kita dapatkan. Oleh karena itu, wahai saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT, mari kita mulai dari hal yang kecil, yaitu diri kita. Kita biasakan diri kita untuk berakhlaq dengan baik. Lalu kita ajak lingkungan di sekitar kita. Sehingga nanti pada akhirnya semua manusia di dunia ini akan terbiasa untuk berakhlaq dengan baik dan benar, insya Allah!

Wallahu’alam bishshowab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (19 votes, average: 7,74 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Riyan Fajri adalah mahasiswa yang kuliah di salah satu perguruan tinggi Swasta di daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Sekarang aktif berorganisasi di KAMMI dan saat ini mendapatkan amanah menjadi Ketua Umum KAMMI Madani Periode 2011 - 2012. Kritik dan saran buat penulis, bisa di kirim ke [email protected] atau FB : Riyan Fajri ([email protected])
  • Sedi Arifin

    judul dan pernyataan nyambung tapi kurang menukik ke sasaran. Pentingnya di alenia pertama karena klo di Share ke FB biar ada gambaran yang menyentuh.
    wassalamu’alaikumwrwb
    hormat sy
    sedi

Lihat Juga

Ilustrasi (klinik fotografi Kompas)

Puasa dan Perbaikan Akhlak Bangsa

Organization