11:03 - Jumat, 19 Desember 2014
Hj. Herlini Amran, MA

Ibu Sebagai Poros Perubahan Bangsa

Rubrik: Pendidikan Keluarga | Oleh: Hj. Herlini Amran, MA - 20/12/11 | 12:52 | 25 Muharram 1433 H

Ilustrasi (123rf.com/Jasmin Merdan)

dakwatuna.com – Tiap tahun tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu. Hari Ibu ditetapkan oleh  Presiden Soekarno dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959, dan sejak itu Hari Ibu dirayakan secara nasional. Adanya Dekrit Presiden ini menggambarkan pada kita betapa negara ini memberikan penghargaan atas peran dan kontribusi yang telah diberikan para Ibu. Bahkan perubahan sebuah bangsa menjadi maju dan bermartabat juga tak lepas dari peran dan kontribusi para ibu.

Peran dan kontribusi ibu dapat dilihat dalam berbagai aspek. Pertama, peran dalam keluarga. Di dalam keluarga Ibu memegang peranan di dalam membangun keluarga yang harmonis. Dari keluarga yang harmonis inilah akan terlahir masyarakat dan bangsa yang juga harmonis. Jadi, peran ibu di dalam keluarga sangat besar untuk mengokohkan ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga yang dimaksud adalah suatu kondisi keluarga yang harmonis, berdaya, berprestasi dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Dengan adanya ketahanan keluarga, maka berbagai persoalan dan tantangan dapat dihadapi. Sehingga keluarga mempunyai peran kontribusi bagi masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, agenda ketahanan keluarga perlu menjadi agenda pembangunan nasional sehingga setiap ketahanan keluarga bangsa Indonesia menjadi semakin kokoh. Kokohnya ketahanan keluarga akan mengokohkan ketahanan nasional.

Kedua, peran kemasyarakatan. Sebagai bagian dari anggota masyarakat maka setiap Ibu memiliki berperan dan berkontribusi di dalam upaya menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar dalam arti yang seluas-luasnya. Peran dan kontribusi ini akan dapat dijalan secara optimal ketika para Ibu memiliki kapasitas yang memadai. Untuk itu, proses pembelajaran menjadi penting untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman.

Firman Allah SWT QS. Al Mujadilah ayat 11 dinyatakan bahwa Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Bahkan dalam HR. Muslim dijelaskan juga bahwa Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Ini menggambarkan pada kita betapa mulianya orang-orang yang berilmu.

Ketiga, peran kebangsaan. Sejarah juga telah mencatat adanya para ibu yang menjadi pahlawan. Mereka berjuang untuk melakukan perubahan dengan merebut kemerdekaan dan melepaskan tanah airnya dari para penjajah. Dalam konteks sejarah, perempuan mempunyai peran dan kontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pahlawan perempuan yang telah diakui sebagai pejuang antara lain Cut Nyak Meutia, Cut Nyak Dhien, dan lainnya. Karakter para Ibu pejuang dapat menjadi pembelajaran bagi generasi saat ini dan mendatang. Untuk itu, kita berharap peran media bisa lebih optimal lagu untuk mengungkap dan mensosialisasikan karakter para Ibu pejuang bangsa ini.

Di era modern sekarang ini tentu peran dan kontribusi para ibu menjadi sangat penting dalam upaya melahirkan generasi berkualitas, beriman dan bertaqwa. Sehingga para generasi penerus ini mampu mengelola bangsa ini menjadi bangsa yang maju, bermartabat dan sejahtera. Hadirnya generasi berkualitas sekaligus beriman dan bertaqwa menjadi jawaban atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa. Bahkan mereka inilah yang diharapkan akan mampu membangun bangsa ini menjadi lebih maju dan bermartabat.

Peran dan kontribusi Ibu juga sangat penting di dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang masih mendera bangsa terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan moral dll. Khusus di bidang pendidikan, Indonesia saat ini masih tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lain. Hal ini dilihat dari sisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dikeluarkan Badan Pembangunan PBB (UNPD) dimana disebutkan bahwa IPM Indonesia turun menjadi peringkat 124. Padahal tahun lalu (2010) Indonesia berada pada peringkat 108. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan anggaran untuk pendidikan yang jumlah minimal 20% persen dari APBN tahunan.

Peran dan kontribusi itu akan dapat dilakukan dengan adanya pengetahuan, keikhlasan dan pengorbanan. Pengetahuan merupakan dasar agar setiap para ibu memiliki dasar dan pemahaman terhadap berbagai hal. Dengan ilmu para ibu menjadi yakin akan kebenaran yang dipahaminya.  Keikhlasan akan menjadi kekuatan untuk tidak pantang menyerah di dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Begitu juga dengan pengorbanan, membuat kita terus bersemangat untuk mencapai yang lebih baik lagi. Sungguh peran dan kontribusi Ibu tak bisa tergantikan sebagai poros perubahan bangsa. Peran dan kontribusi para Ibu inilah yang telah menghasilkan para pemimpin-pemimpin bangsa. Selamat hari Ibu, bakti yang tulus dan kiprah yang tak tergantikan, untuk bangsa yang berjaya. Wallahu a’lam bish showab.

Hj. Herlini Amran, MA

Tentang Hj. Herlini Amran, MA

Anggota Komisi IX DPR RI periode 2009 - 2014, Dapil Kepulauan Riau. [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (18 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/people/Syamsuddin-Udin/1772059626 Syamsuddin Udin

    Semoga menjadi motivasi buat kaum hawa

  • Mukhlis Sulaiman

    yys ceudah mulya besok adakan seminar menyambut hari ibu dgn thema “IBUKU CINTA AL QURAN” mohon doa kita semua

Iklan negatif? Laporkan!
71 queries in 1,693 seconds.