Home / Berita / Internasional / Asia / TKI di Malaysia, Tarbiyah Sepanjang Hayat

TKI di Malaysia, Tarbiyah Sepanjang Hayat

Wajah-wajah yang khusyuk menghafalkan Al-Qur’an itu bukanlah para santri di sebuah pondok pesantren. Mereka juga bukan peserta pesantren kilat yang khas dilaksanakan di bulan Ramadhan. Bukan pula mahasiswa aktivis dakwah kampus yang sarat dengan terobosan dakwah. Asal tahu saja, para muslimah yang sedang asyik murajaah hafalan Al Quran itu adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Johor yang tengah mengikuti lomba tahfidz juz 30. Suara mendengung bak lebah menggema dimana-mana, mengagungkan asma Allah dan kalamNya. (qonita)

dakwatuna.com – Aktivitas keIslaman menjadi salah satu obat yang sangat manjur untuk menyembuhkan dan menanggulangi penyakit sosial yang mewabah di kalangan pekerja Indonesia di luar negeri. Materialisme, seks bebas, budaya hedon dan suka-suka kerap menjangkiti para TKI. Kemudahan fasilitas di negeri orang, duit yang mengalir rutin setiap bulan, tiadanya kehadiran orang tua, gaya hidup bebas dan minimnya bekal agama membuat mereka mudah terjerumus kepada perilaku maksiat. Oleh karenanya aktivitas keIslaman yang penuh dengan tuntunan keimanan, cara pandang yang jauh ke depan dan optimisme masa depan sangat sesuai untuk siapa saja yang ingin sukses dalam hidup, tak terkecuali para pengais devisa.

Halaqah-halaqah mingguan, taklim, daurah, mabit dan rangkaian perangkat tarbiyah lainnya sungguh sarana yang sangat efektif mengantarkan setiap individu yang ingin mendapatkan kelezatan hidup di dunia. Kehidupan yang sesuai dengan arahan Allah SWT.

Meskipun kelelahan kerja selama satu minggu mendera tubuh, hal tersebut tidak menyurutkan langkah para TKI ini menghadiri majelis-majelis ilmu yang akan mengobati dahaga iman mereka. Jauhnya jarak dan biaya yang dikeluarkan tidak menghalangi mereka menghadiri halaqoh dengan penuh kerinduan. Kerinduan seorang al akh kepada Murabbi dan anggota kelompoknya. Kerinduan akan ukhuwah Islamiyah yang mengikat hati. Kerinduan akan kehidupan Islami di tengah kegersangan hidup duniawi.

Oleh karenanya, jangan terkejut jika suatu waktu Anda berada di Johor Bahru dan menjumpai muslimah Indonesia yang santun, menutup aurat dengan sempurna dan penuh wawasan. Mereka bukanlah mahasiswi di kampus-kampus. Mereka juga bukan warga lokal. Mereka adalah TKI yang berinteraksi dengan tarbiyah. Jalan Islam yang membuat mereka unggul dibanding koleganya. Kehidupan Ilahiyah yang menuntun mereka memilih tarbiyah sebagai jalan menuju khusnul khatimah. (qonita)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,57 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Asmahatu dan putranya menempati penampungan sementara di Bayeun, Aceh Timur (bbc.co.uk)

Indonesia dan Malaysia Berupaya Persatukan Pengungsi Rohingya dengan Keluarganya