14:07 - Rabu, 26 November 2014
Cecep Y Pramana

Sebelum Nikah, Siap-siap Dulu Yah…

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: Cecep Y Pramana - 10/08/11 | 12:30 | 11 Ramadhan 1432 H

Ilustrasi (griyapernikahan.com)

dakwatuna.com – Dalam tugas apa pun, persiapan yang baik dan matang menjadi kunci keberhasilan. Hal itu juga yang terjadi dengan pernikahan. “Persiapan” menjadi kata kunci agar nantinya pernikahan bisa dijalankan dengan baik. Apakah itu sebelum, ketika dan sesudah ijab kabul.

Kira-kira apa saja sih yang harus dipersiapkan seorang calon suami dan istri? Yuk, kita tengok apa saja target persiapannya.

Pertama, persiapan untuk menjadi seorang pemimpin (khusus untuk calon suami). Allah SWT telah menegaskan bagi seorang laki-laki menjadi pemimpin dalam rumah tangga (QS An-Nisaa’: 34).

Tugas sebagai seorang pemimpin ini tidak berarti seorang suami lebih tinggi dari yang dipimpin (istri). Jabatan hanya sekadar pembagian tugas, dengan beban tanggungjawab yang lebih besar. Seorang suami bertanggung jawab penuh untuk menafkahi dan membimbing istri serta anak-anaknya agar selamat dunia dan akhirat.

Kedua, persiapan ilmu, khususnya ilmu agama. Sebagai seorang suami harus bisa mendidik istrinya. Seorang suami yang kurang ilmu, biasanya hanya bisa mengarang saja. Orang yang ngarang biasanya cenderung bersikap emosional, dan mudah marah.

Pengetahuan agama yang dimiliki tidaklah harus sempurna sekali. Setidaknya mengetahui mana yang wajib, sunnah, dan mana yang makruh. Ditambah ilmu-ilmu lainnya, seperti psikologi, kesehatan, manajemen keuangan, dan lainnya (jika diperlukan). Walau tidak mendalam, setidaknya kita tahu sehingga memiliki pegangan.

Ketiga, persiapan mental. Dalam rumahtangga pasti akan ditemukan banyak masalah yang akan menghampirinya pasangan suami-istri. Agar kita mampu mengelola masalah secara cerdas dibutuhkan kekuatan mental (ruhani) serta kelapangan hati suami-istri.

Orang yang lemah mental dan imannya, cenderung goyah ketika dihadapkan pada sebuah masalah. Tanpa kesiapan mental dan ruhani, masalah kecil bisa menjadi besar, masalah sederhana bisa menjadi rumit.

Keempat, persiapan finansial atau keuangan. Membangun rumahtangga tidak cukup sekadar kata CINTA dan cita-cita ideal. Yakin bahwa Allah Maha Kaya memang penting. Namun keyakinan tersebut harus disempurnakan dengan ikhtiar yang sempurna.

Dan masih banyak lagi persiapan yang bisa (calon suami-istri) siapkan. Selagi masih ada waktu, maka persiapkan segalanya dengan matang, banyak belajar, perkuat ibadah, perbanyak doa, termasuk mempersiapkan mental dan finansial. Semoga pernikahannya diberkahi Allah SWT. Amin.

Cecep Y Pramana

Tentang Cecep Y Pramana

Pegiat sosial kemanusiaan, dakwah online, motivasi online. Baca buku, tulis menulis, jalan-jalan, hiking, foto-foto, media online. Bekerjalah, walaupun dengan langkah-langkah kecil [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (175 orang menilai, rata-rata: 9,29 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • 55.756 Hits
  • Email 20 email
  • http://www.facebook.com/amanah.printingphotography Amanah PrintingPhotography

    Yuk Siap – Siap ^_^

  • anna

    Insyallah.. terimakasih atas infonya……..

  • http://www.facebook.com/peps.nasr Pep’s Nasr

    Jazakallahukhairan ustadz,,,

  • Dindra

    Mantep bgt isinya.. makasih oMm

  • Siti Bilqis Fersiasti

    Hmmmzzz … semoga calon imamku baca artikel ini, lalu di pahami artikelnya :)

Iklan negatif? Laporkan!
115 queries in 1,468 seconds.