Home / Cecep Y Pramana

Cecep Y Pramana

Pegiat sosial kemanusiaan, dakwah online, motivasi online. Baca buku, tulis menulis, jalan-jalan, hiking, foto-foto, media online. Bekerjalah, walaupun dengan langkah-langkah kecil

Pendidikan Keluarga, Pendidikan Pertama untuk Anak

Hakikatnya, pendidikan keluarga bertujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga agar dapat berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, juga sebagai media bagi orang tua dalam menanamkan dan mewujudkan nilai-nilai kebaikan dan keadilan dalam keluarga. Hal itu sangatlah penting untuk mengembangkan dan memberdayakan keluarga menuju perwujudan keluarga yang adil dan setara, terutama dalam bidang pendidikan.

Baca selengkapnya »

Hidup untuk Yang Maha Hidup

Nabi SAW pernah menggambarkan bahwa hidup ini tidak ubahnya seorang musafir yang berteduh sesaat di bawah pohon yang rindang untuk menempuh perjalanan tiada batas. Oleh karena itu, bekal perjalanan tiada batas itu mesti disiapkan semaksimal mungkin. Karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa (QS. Al-Baqarah: 197).

Baca selengkapnya »

Bersegera dalam Membayar Zakat. Jangan Ditahan Saat Ramadhan

Rasulullah SAW keluar, beliau merasakan bahwa orang-orang merasa heran atas perilakunya, lalu beliau bersabda, “Aku teringat sekeping emas yang tertinggal di rumahku. Aku tidak suka kalau ajalku tiba nanti, emas tersebut masih ada padaku sehingga menjadi penghalang bagiku ketika aku ditanya pada hari Hisab nanti. Oleh karena itu, aku memerintahkan agar emas itu segera dibagi-bagikan.” (HR Bukhari).

Baca selengkapnya »

Sebelum Nikah, Siap-siap Dulu Yah…

Dalam tugas apa pun, persiapan yang baik dan matang menjadi kunci keberhasilan. Hal itu juga yang terjadi dengan pernikahan. “Persiapan” menjadi kata kunci agar nantinya pernikahan bisa dijalankan dengan baik. Apakah itu sebelum, ketika dan sesudah ijab kabul. Kira-kira apa saja sih yang harus dipersiapkan seorang calon suami dan istri? Yuk, kita tengok apa saja target persiapannya.

Baca selengkapnya »

Menikah, Keputusan Seumur Hidup

Suatu saat saya pernah ditanya oleh seorang kawan. “Ustadz, saya ingin menikah tapi tabungan saya belum cukup dan banyak untuk melangsungkan pernikahan”. Dan jawaban saya waktu itu adalah menyuruh kawan saya ini untuk menabung hingga 3-5 tahun mendatang. Tahun terus berjalan, dan waktu itupun tiba. Maka kawan saya ini kembali bertemu, lalu saya Tanya, “Apakah antum sudah siap melamarnya?” Kawan saya ini menjawab, “Afwan ustadz, ternyata tabungan saya belum cukup”.

Baca selengkapnya »