Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Jangan Pernah Takut untuk Menikah

Jangan Pernah Takut untuk Menikah

Ilustrasi (Danang Kawantoro)

dakwatuna.com Islam telah menjadikan istri sebagai tempat yang penuh ketenteraman bagi suaminya. Allah SWT berfirman: “Di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya”. (QS Ar Rum: 21).

Secara fitrah, dengan menikah akan memberikan ketenangan bagi setiap manusia, jika pernikahan yang dilakukan sesuai dengan aturan Allah SWT. Pastinya setiap mukmin punya harapan yang sama tentang keluarganya, yaitu ingin berbahagia, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Namun, sebagian orang menganggap bahwa untuk menjadikan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah serta langgeng hingga kakek nenek adalah hal yang tidak mudah dibuat begitu saja. Ia penuh onak dan duri, lika-liku, serta jalan yang cukup panjang.

Namun demikian, menikah itu bukanlah sesuatu yang menakutkan bagi yang menjalankan, hanya perlu perhitungan yang cermat serta persiapan matang saja, agar tidak menimbulkan penyesalan dikemudia hari. Sebagai risalah yang menyeluruh dan sempurna, Islam telah memberikan tuntunan tentang tujuan pernikahan yang harus dipahami oleh kaum Muslim.

Tujuannya adalah agar pernikahan itu mendapatkan keberkahan dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT serta benar-benar memberikan ketenangan bagi pasangan suami istri. Dengan itu akan terwujud keluarga yang bahagia dan langgeng hingga tua.

Menikah hendaknya diniatkan untuk mengikuti sunnah Rasullullah SAW, melanjutkan keturunan, dan menjaga kehormatan. Menikah juga hendaknya ditujukan sebagai sarana dakwah, meneguhkan iman, dan menjaga kehormatan.

Pernikahan pada dasarnya merupakan akad antara seorang laki-laki dan perempuan untuk membangun rumahtangga sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Dan sesungguhnya kehidupan rumahtangga dalam Islam adalah kehidupan persahabatan. Suami adalah sahabat karib bagi istrinya, begitu pula sebaliknya, dengan saling melengkapi satu dengan yang lain.

Keduanya, bagaikan dua sahabat karib yang siap berbagi suka dan duka bersama dalam menjalani kehidupan pernikahan mereka demi meraih tujuan yang diridhai Allah SWT. Istri bukanlah sekadar partner kerja bagi suami, apalagi bawahan atau pegawai yang bekerja pada suami. Istri adalah sahabat karib, partner dakwah, partner kerja kebaikan, belahan jiwa, dan tempat curahan hati suaminya. Selalu ada untuk sang suami dan sebaliknya, suami selalu ada untuk sang istri

Karena itu, sudah selayaknya suami akan merasa tenteram dan damai jika ada di sisi istrinya, demikian pula sebaliknya. Suami akan selalu cenderung dan ingin berdekatan dengan istrinya dengan penuh cinta. Di sisi istrinya, suami akan selalu mendapat semangat baru untuk terus menapaki jalan kebaikan (dakwah), dan sebaliknya.

Keduanya akan saling tertarik dan cenderung kepada pasangannya, bukan saling menjauh bahkan bercerai. Keduanya akan saling menasihati bukan mencela, saling menguatkan bukan melemahkan, saling membantu bukan bersaing. Keduanya pun selalu siap berproses bersama meningkatkan kualitas ketakwaannya demi meraih kemulian disisiNya.

Hasilnya, kehidupan pernikahan yang ideal adalah terjalinnya kehidupan persahabatan antara suami dan istri yang mampu memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi keduanya. Sering terjadi, kenyataan hidup tidaklah seindah harapan yang kita tanamkan.

Begitu pula dengan kehidupan rumahtangga, tidak selamanya berlangsung tenang, pasti aka nada riak-riak ombak yang akan menghantam biduk rumah tangga. Adakalanya kehidupan suami istri itu dihadapkan pada berbagai problem baik kecil ataupun besar, yang bisa mengusik ketenangan keluarga.

Sebabnya pun sangat beragam. Bisa karena kurangnya komunikasi antara suami istri, suami kurang makruf terhadap istri, kurang perhatian kepada istri dan anak-anak. Istri yang kurang pandai dan kreatif menjalankan fungsinya sebagai istri, ibu, dan manajer rumahtangga dan lainnya. Mari kita terus belajar menjalankan rumah tangga, dengan sebaik-baiknya. Dengan pernikahan ada berjuta kebahagiaan, karena itu jangan pernah takut untuk menikah. Wallahu’alam

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (144 votes, average: 9,44 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Cecep Y Pramana
Pegiat sosial kemanusiaan, dakwah online, motivasi online. Baca buku, tulis menulis, jalan-jalan, hiking, foto-foto, media online. Bekerjalah, walaupun dengan langkah-langkah kecil
  • ……

  • adi

    klo wacana nya sih emang ga menakutkan tp fakta nya harus pke mental

  • oki alkahfi

    masa sih mau menikah aja takut, mungkin sedang mempersiapkan diri kalie…

  • tulisan menarik, jadi terfikir untuk segera menikah.
     

  •  Buat Adinda semua yg belum yakin, ayo tunggu apalagi ?

  •  Buat Adinda semua yg belum yakin, ayo tunggu apalagi ?

  • Omponggosong

    siap lahir dan batin yang utama
    karna menikah bukan untuk melampiaskan nafsu tapi untuk ibadah..

  • Mstn255

    kalo emang sudah siap, kenapa harus ditunda ?
    saya dulu ketika baru menikah merasa sangat menyesal…kalo tahu menikah itu ternyata enjoy, kenapa tidak dari dulu…hehehe…

  • menikahlah segera..

  • Sulasman25

    menikah, jika kamu takut miskin, Allah akan memampukan mu” yakinlah

  • Sulasman25

    menikah, jika kamu takut miskin, Allah akan memampukan mu” yakinlah

  • Yuni

    ayuukk….menikahlah…

  • Qikeys

    menunggu……..

  • Jadi pengen cepat2 nikah.. tapi blom ada Uang :)

    • Anonim

      Nikah yang terpenting bukan uang, tapi niat dan nyali… Semoga Allah mudahkan buat antum!

  • Dedet Sukriadi

    Pengen nya cepat menikah,, tapi….
    susah mendapatkan jodoh,,,
    takut tidak bisa membahagiakan istri,,,
    karena tanggung jawab nya besar…

  • Tole Pele

    trimakasih atas pencerahannya gan… jadi ndak gitu takut mo ambil jalan….

    trimakasih… trimakasih….

  • Nonna_vahni

    subhanallah ^^ ..
    ingin rasa nya cepat menikah ..
    tapi hati belum terlalu bisa menerima pacar sebagai calon suami .. :( dengan sifat dia yang belum setia ..

  • blm ada calonnya, mau nikah sama siapa??

  • semoga ALLAH SWT memberi jodoh yang terbaik untuk q….

  • kalau kita nya suda ingin menikah, akan tetapi kesiapan untuk semuanya…kebetulan rezeky belum didekatkan,menurut anda apa yang harus dilakukan? tetapkah untuk menikah? atau mundur sejenak untuk atur perencanaan? mohon opini…hehhe…

  • freedom

    pengen sih mulai hidup baru, cumanbelenggunya ya itu, takut penghasilan belum bisa mencukupi buat kedepannya

Lihat Juga

Berkah Dengan Satu Istri, Berkah Dengan Poligami