23:47 - Kamis, 31 Juli 2014

Pengajian PKS Digerebek

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 09/06/11 | 11:15 | 08 Rajab 1432 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Mencuatnya kasus isu NII (Negara Islam Indonesia) dan pengusung Ideologi Khilafah, membuat masyarakat phobia dengan berbagai pengajian Islam. Hal inilah yang menjadikan beberapa masyarakat semakin waspada terhadap orang-orang yang melakukan pengajian Islam.

Namun terdapat peristiwa yang menggelikan terjadi di Mojokerto beberapa waktu lalu. Sebagaimana biasanya, PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang mewajibkan kadernya untuk membuat pengajian pekanan bergantian di rumah setiap kader, dengan membahas keimanan, dunia Islam dan rencana program kerja kegiatan PKS di masing-masing daerah, kecamatan hingga desa. Hingga harus dicurigai sebagai pengajian NII.

Ketika pengajian sedang masuk tilawah Al Quran (pembacaan Al Quran) beberapa warga langsung berdatangan dengan membawa TNI, Polri dan SatPol PP. Beberapa orang terlihat sedikit emosi ketika berdialog dengan salah satu ustadz PKS yang tengah mencoba menenangkan massa dengan sabar. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, beberapa Polisi dan TNI mencoba untuk meredakan ketegangan tersebut.

Di sinilah peristiwa yang sedikit membuat kita tersenyum.

Ketika seorang anggota Polisi mencoba untuk melerai massa yang sedang emosi, tiba-tiba “Loh… Sampeyan ada di sini mas?” kata anggota polisi tersebut sedikit kaget. Tidak disangka, anggota polisi tersebut mengenal ustadz PKS tersebut, karena mereka teman bermain saat masih kecil.

Tetapi yang tidak kalah lucunya beberapa anggota TNI kaget “Loh, Senpai ada di sini?” ucap salah satu anggota TNI. Ternyata tidak disangka ustadz PKS tersebut adalah senior yang mengajar Karate para TNI. Istilah “Senpai” itu menujukan kepada salah satu kakak senior dalam Karate.

Anehnya, beberapa anggota Satpol PP malah lari. Karena para anggota Satpol PP tidak tahu bahwa pengajian yang akan digerebeknya ternyata diisi oleh ustadz PKS yang juga salah satu anggota dewan di Mojokerto.

Setelah emosi para warga sudah mulai mereda, ustadz PKS yang juga salah satu anggota dewan tersebut memberikan informasi mengenai pengajian wajib yang harus diikuti oleh setiap kader PKS untuk menambah keilmuan agama dan mendapatkan berbagai informasi-informasi, baik keputusan partai dan kegiatan partai.

Terlihat beberapa warga malu, karena ternyata pengajian yang mereka kira pengajian NII malah diisi langsung oleh anggota dewan, bahkan mereka ada yang kagum karena ada anggota dewan yang langsung ”turun-gunung” mengisi pengajian di rumah salah seorang kader partainya. Usut punya usut… ternyata orang-orang yang membuat isu pengajian tersebut adalah pengajian NII lantaran dari beberapa orang yang sakit hati terhadap salah satu kader PKS yang rumahnya ditempati untuk pengajian tersebut. Dan salah satunya juga adalah anggota Satpol PP yang ikut melarikan diri bersama teman-temannya yang lain. Salah satu warga berkata ”Lha nek saget, warga nggeh diajak ngaji bareng ustadz. Nggeh jarang-jarang teng mriki wonten anggota dewan seng marani. Opomaneh maringi ceramah agama, jarang teng mriki! ” (Kalau bisa, warga juga diajak ngaji bersama ustadz. Yah jarang-jarang di sini ada anggota dewan yang datangi. Apalagi memberikan ceramah agama, jarang di sini).

Ustadz PKS tersebut langsung merespon dengan baik usulan warga, dengan siap untuk mengadakan pengajian bersama warga. (sn/fimadani)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (471 orang menilai, rata-rata: 9,34 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • 95.602 Hits
  • Email 11 email
  • http://www.facebook.com/tumankger.wardy WarDy TuMankger

    malu sendiri jadinya… untuk berdakwah itu banyak caranya, pintar2 kitalah untuk mengatur caranya, mau lewat partai, media atau lainnya, yang pentingkan dakwahnya itu tidak melenceng dari ajaran islam.

  • Wila Salam

    Mau kayak Densus 88 ya yg melakukan kezaliman luar biasa kepada orang yg dituduh teroris padahal belum tentu benar? Mulai dari menciptakan rasa takut, salah tangkap, penyiksaan hingga penghilangan nyawa??

  • yusuf ahmadi

    kalau pengajian benderanya partai ya begini ini jadinya

  • Nasir Abdullah

    anggota satpol pp mengira pengajian itu pendukung jokowi, eh ternyata pendukung prabowo makanya dibiarin,ngacerrrrr

  • Ummu Zizi

    Kita sebagai orang Muslim Jangan sampai menentang Syariat Islam. Katakan saja kalau kita .. belum sanggup untuk melaksanakan hukum Islam. Karena semua ucapan kita kelak akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah. Tidak semua orang Arab itu kejam dan tidak semua orang indonesia juga baik. Setiap suku bangsa memiliki sisi baik dan buruk..hukum itu untuk memberi perlindungan kepada yang dizalimi ketika adanya pelanggaran. Jika tidak bersalah mengapa harus terkena sanksi. MasyaAllah ketika kebetulan saat ini saya bermukim di Mekah..semua penduduknya sejahterah, Dan sebagian penduduknya ada yang meletakkan kulkas didepan rumahnya sehingga semua orang bisa mengambil air minum dari tempat tsb. Dan betapa penyayangnya mereka, disetiap sudut jalan mereka meletakkan air minum untuk burung dara atau hewan lainnya dan setiap pagi dan sore sebagian mereka menaruh makanan untuk burung dara yang sangat banyak di Mekah..Dan disebagian masjid menyediakan makanan kurma dan air minum. Dan banyak lagi yang lainnya..Allah Akbar…Allah Akbar…Allah Akbar….MasyaAllah rakyat yang sejahterah diantara tanah tandus gurun..yang gersang…

Iklan negatif? Laporkan!
77 queries in 1,355 seconds.