Home / Berita / Nasional / Tifatul: Berpolitiklah Secara Dewasa

Tifatul: Berpolitiklah Secara Dewasa

dakwatuna.comMenteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengimbau semua pihak, khususnya pendukung koalisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wapres Boediono, agar tidak menonjolkan sikap emosional.

”Khususnya terkait dalam menanggapi hal-hal yang berkembang saat ini,” ujar Tifatul dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis (24/2). “Dewasalah dalam berpolitik. Intinya, komunikasi yang kurang lancar itu diperbaiki.”

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyayangkan jika kekuatan besar koalisi itu tidak dapat dikonsolidasikan untuk menyukseskan program-program pemerintah SBY-Boediono. Bahkan, Tifatul menambahkan bahwa di masa yang akan datang belum tentu Indonesia mampu mewujudkan koalisi sebesar ini.

Tifatul juga mengingatkan bahwa Presiden SBY sudah memberi arahan bahwa Setgab haruslah bersikap antisipatif. Bahkan, katanya, SBY memberikan permisalan bahwa mengambil keputusan politik itu seperti orang terjun payung. “Kalau sudah loncat dari pesawat, tidak bisa kembali lagi,” katanya. ”Jadi, jangan dadakan terus, tiba-tiba ada instruksi begini begitu. Bangunlah komunikasi sesuai kontrak politik itu. Ada level pembina di sisi menteri-menteri dan sisi parlemen. Komunikasi ini adalah kuncinya.”

Pada sisi lain, ungkap Tifatul, ada pihak-pihak yang ngomporin dan hampir tiap hari bicara reshuffle (perombakan) kabinet. Padahal, ini adalah ranah prerogatif presiden.

“Ada yang belum baca isi kontrak politik itu rajin komentar. Ada yang baru bergabung, tidak berjuang dan tidak berkeringat, ikut memanas-manasi keadaan. Ayolah bangun kematangan berpolitik bangsa ini,” kata Tifatul. (RoL)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (43 votes, average: 9,23 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • kahar mustafa

    jika koalisi hanya memperjuangkan kepentingan pemerintah tampa ada saringan mekanisme benar tidaknya sebuah kebijakan maka kita perlu bertanya dimana letak tugas legislatif sebagai fungsi pengawasan. betul pak tifatul marilah kita dewasa berpolitik.

  • ina

    ya, komunikasi merupakan alat yang penting untuk membangun suatu kerjasama bahkan suatu kepercayaan.
    Ambillah keputusan dengan tegas (Bertanggung jawab) dan bertawakal kepada ALLAH!

Lihat Juga

koalisi kekeluargaan. (detik.com)

Lawan Ahok, 7 Parpol Sepakat Bentuk “Koalisi Kekeluargaan”