Home / Berita / Opini / Jilbab, Antara Tren Dan Kewajiban

Jilbab, Antara Tren Dan Kewajiban

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Muslimah berjilbab di Turki (WN / akgunsemra)

dakwatuna.comTeringat pembicaraan bersama keluarga Om saya beberapa waktu yang lalu, saat menyaksikan gaya berpakaian wanita-wanita zaman ini di sepanjang perjalanan kami dari Cikarang ke Tangerang, kami tergelitik dengan salah satu bagian pakaian yang bernama jilbab.

Jilbab yang sebenarnya merupakan salah satu bagian pakaian wajib bagi perempuan, seperti dalam firman Allah SWT,

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Namun saat ini jilbab sering dialihfungsikan hanya menjadi salah satu gaya berbusana agar tampak menarik. Seperti halnya di salah satu negara tetangga yang menjadikan jilbab sebagai salah satu budaya berpakaian mereka, sepertinya yang terjadi di lingkungan kita saat ini para perempuan menjadikan jilbab hanya sebagai salah satu trend dalam berpakaian saja.

Saat ada acara keagamaan atau pada hari raya ramai-ramai memakai jilbab. Lepas dari momen itu, kembali auratnya dibiarkan diterpa angin. Tidak memandang mereka artis atau bukan, fenomena seperti ini sering kita jumpai di sekitar kita.

Dalam konteks lain, sering pula kita jumpai mereka yang memakai jilbab hanyalah untuk menutupi rambutnya yang menurut mereka sendiri kurang bagus. Namun di kesempatan lain kita dibuat tertegun saat dengan santai dan bangganya ia berjalan di depan umum dengan memamerkan rambut barunya yang baru saja direbonding. Bahkan mereka tidak menyadari tentang hukum rebounding itu sendiri dalam Islam.

Satu alasan lain wanita memakai jilbab ternyata hanya karena ia sering dipuji lebih cantik jika memakai jilbab. Sedangkan hatinya sebenarnya merasa enggan memakai jilbab. Ia memakai jilbab namun terkadang pakaian yang ia kenakan menunjukkan lekuk-lekuk tubuhnya. Hal ini oleh nabi sering disinggung sebagai “wanita yang berpakaian tapi telanjang.” Sayang sekali, karena mereka yang berpakaian ketat atau seksi sudah dijelaskan tidak akan mencium bau surga. Mencium baunya saja diharamkan, apalagi tinggal di dalamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Dengan alas an bahwa berbagai perilaku seperti di atas masih lebih baik daripada sama sekali tidak pernah memakai jilbab atau bahkan menghalangi wanita lain untuk berjilbab, mereka seolah-olah ingin ‘mencurangi’ hukum Islam. Seharusnya setiap muslimah memahami bahwa berjilbab itu merupakan suatu kewajiban. Ia mengenakan jilbab karena benar-benar diniatkan mengharap ridha Allah. Hal ini senada dengan sabda rasul yang menyatakan bahwa suatu amal itu tergantung dari niatnya.

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إنما الأعمال بالنيات, وإنما لكل امرئ ما نوى. فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله, ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها, أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه. {رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبه البخاري وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما الذين هما أصح الكتب المصنفة}.

Dari Amir Mukminin Abi Hafsh Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Insya Allah jika segala sesuatu diniatkan karena Allah, Dzat Yang Abadi, suatu perilaku itu juga akan abadi meski banyak godaan dan hambatan untuk tetap istiqamah.

Note : Jilbab di sini lebih cenderung saya artikan sebagai kerudung karena di lingkungan kita lebih sering dipahami seperti itu. Sedangkan pengertian jilbab, kerudung, burka, dsb sudah banyak diulas di berbagai artikel.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (81 votes, average: 9,59 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Maulud Mustofa
Just a simple man
  • ukhty desi

    ijin share y…

    • Wildan yusuf

      ijin share juga…jzk

      • Silakan akhi, semoga bermanfaat bagi rekan-reakan yang lain

    • silakan ukhti, semoga bermanfaat

  • ukhty desi

    ijin share y…

  • Dyahirawatinugraheni

    iya,sy sendiri risih melihat wanita berjilbab tetapi bajunya ketat,semoga aku bisa berjibab seutuhnya,amien,terima kasih sdh mengingatkan

  • Puspawatiardimansyah

    Asswrwb.InsyaAllah Allah memberikan petunjuk kepada kita semua.Jilbab besar itu indah jg siapa bilang tampil dgn jilbab besar tdk cantik,cantik islami bersahaja terjaga…….(dari kejahatan setan dan manusia).Dgn berjilbab menjaga hati,menjaga iman,menjaga sikap,jgn takut untk berjilbab………..ada beberapa teman muslimah yg takut untuk berjilbab hanya karena belum bagus ibadah yg lain2x padahal boleh jadi dgn berjilbab bisa jd motivasi untk kita lebih menyempurnakan ibadah2 yg lain insyaAllah…….jgn malu sama org malulah sama Allah……..Wswsw

  • Sicantik_ratna

    izin share y……

  • Mentari

    Hmm… menurut anda, apa pendapat anda tentang jilbab yg banyak model dan macam2nya…???

    • Banyak model tidak masalah, yang penting tetap syar’í :-)
      Maulud

  • Niken

    hmm…

  • rumawati

    Alhamdulillah .. terimakasih atas artikel yang sudah mengingatkan kami kaum perempuan untuk lebih memperbaiki diri.. melihat judulnya membuat saya terrgelitik untuk membuka dan membacanya.. baris demi baris saya baca dengan seksama… setelah membaca tulisan akhi tersebut diatas, ada beberapa hal yang mendorong saya untuk bertanya :

    Apakah akhi pernah mengadakan survei atau semacam queioner atau penelitian khusus dimana mayoritas dari sample yang akhi ambil , menjawab kalau mereka memakai jilbab untuk menutupi rambutnya yang kurang baik atau karna sering ada yang memujinya cantik….? berapa banyak sample yang akhi ambil..? dan berapa rata-rata usia mereka..? kapan terselenggaranya survei tersebut..? dan dimana survei tersebut diadakan..?

    jika akhi menulis berdasarkan pendapat akhi sendiri tanpa didasari fakta , atau hanya bertanya pada satu dua perempuan lalu akhi sudah mengeneralisirnya, maka hati – hati … akhi bisa terjebak dalam buruk sangka – buruk sangka yang sangat tidak disukai dalam ajaran Islam… buruk sangka akan melahirkan fitnah.. dan fitnah termasuk dosa besar…

    pernahkah akhi bayangkan jika akhi menjadi seorang muslimah, yang memiliki rambut legam hitam indah terurai… betapa akhi ingin sekali merawatnya dan membanggakannya di muka umum..?membuat semua orang terpesona dan dikagumi..? tapi atas dasar keimanan dan ketakutan akhi terhadap sang Khaliq maka akhi memutuskan untuk berhijab… ditengah hedonitas dan hiruk pikuk akhi berusaha ikhlas menjalankan tuntutan Islam untuk menutup aurat..? lalu tiba-tiba ada artikel yang menyudutkannya dengan mengatakan bahwa akhi memakai jilbab hanya untuk menutupi rambut akhi yang kurang bagus..?

    Memakai jilbab adalah kewajiban, yang seluruh muslimah mengetahuinya tapi belum tentu semuanya mampu mengerjakannya. Jika mereka yang sudah mampu mengerjakannya dan berusaha untuk mempertahankannya maka kuatkan mereka dengan support yang tulus dari lubuk hati yang terdalam. Sayangi mereka dengan kata-kata yang baik dan menguatkan.. Nasihati kami dengan santu, bukan kata-kata yang justru melemahkan dan membuat mereka mencari-cari alasan untuk tidak berhijab . Sehingga akan membuat mereka berpikir dan timbul alasan-alasan seperti : , “ah, nanti saja saya berjilbab jika akhlak saya sudah baik” “ah, saya tidak ingin merusak citra Islam dengan perilaku saya yang masih senang fashion!’ “ah, saya belum siap, takut nanti malah menjelekkan Islam!’

    tentunya akhi tidak mau itu terjadi kan..?

    Sekian akhi… semoga Allah senantiasa merawat kita semua dalam limpahan rahmtNya… dan melindungi kita dari tergelincirnya lisan.

     

    • Terima kasih juga sudah mengingatkan. Semoga kita semua terjaga dari segala keburukan.
      Maulud

    • silvi

      maaf mungkin saya kurang sopan tapi saya rasa “ajal tidak menunggu kita siap”
      bisa menjawab komen anda “ah, nanti saja saya berjilbab jika akhlak saya sudah baik” “ah, saya tidak ingin merusak citra Islam dengan perilaku saya yang masih senang fashion!’ “ah, saya belum siap, takut nanti malah menjelekkan Islam!’

    • silvi

      maaf mungkin saya kurang sopan tapi saya rasa “ajal tidak menunggu kita siap”
      bisa menjawab komen anda “ah, nanti saja saya berjilbab jika akhlak saya sudah baik” “ah, saya tidak ingin merusak citra Islam dengan perilaku saya yang masih senang fashion!’ “ah, saya belum siap, takut nanti malah menjelekkan Islam!’

    • silvi

      maaf mungkin saya kurang sopan tapi saya rasa “ajal tidak menunggu kita siap”
      bisa menjawab komen anda “ah, nanti saja saya berjilbab jika akhlak saya sudah baik” “ah, saya tidak ingin merusak citra Islam dengan perilaku saya yang masih senang fashion!’ “ah, saya belum siap, takut nanti malah menjelekkan Islam!’

  • izin share ya,,,,,

    • Silakan, semoga bisa diambil manfaatnya. Maulud

  • Assalamu’alaykum…
    Saya minta izin mengutip, print, InsyaAllah saya bagi-bagikan juga. Terimakasih.

    • Waálaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Silakan, semoga bisa diambil manfaatnya.

  • Fitri

    bagus nih ..
    untuk muslimah .

Lihat Juga

Ilustrasi. (antominang.blogspot.co.id)

Hijab, Antara Kewajiban dan Gaya Hidup