06:04 - Rabu, 26 November 2014

Jerman tak Larang Pendirian Menara Masjid

Rubrik: Eropa | Kontributor: dakwatuna.com - 19/09/10 | 12:26 | 10 Shawwal 1431 H

Ilustrasi - Masyarakat berkumpul di masjid Merkez di Duisburg, Jerman, 26 Okt 2008, yang baru resmi dibuka ketika itu. Masjid ini terbesar di Jerman. (AP Photo/Martin Meissner

dakwatuna.com – Muenchen. Kanselir Jerman, Angela Merkel, merasa tidak perlu melarang menara masjid seperti di Swiss. Pada surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung, Sabtu (18/9) Merkel mengatakan Jerman berubah karena integrasi orang asing dan masjid ‘semakin menjadi bagian dari pemandangan Jerman’.

Gelombang penolakan membangun menara masjid yang sempat menerpa Swiss beberapa bulan lalu memang sempat mengemuka di Jerman. Baru-baru ini, mayoritas warga Jerman di wilayah Volklinger yang berbatasan dengan Prancis menolak pendirian menara sepanjang 8 meter di sebuah masjid di wilayah itu.

Namun Merkel menegaskan kaum pendatang memiliki hak dan kewajiban sama seperti lainnya, dan oleh karena itu juga boleh membangun rumah-rumah ibadah mereka. Merkel mengakui masih adanya masalah sekitar integrasi warga Muslim dan mendorong semua orang untuk ‘menyebutnya sebagai kekurangan”.

Kanselir Jerman itu mengatakan, orang hanya bisa berintegrasi apabila mereka turut dalam kursus-kursus bahasa, bersikap toleran, dan menghormati orang lain yang memiliki kepercayaan serta kebiasaan yang berbeda. (Endro Yuwanto/radio nederland/RoL)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (12 orang menilai, rata-rata: 9,67 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
66 queries in 1,418 seconds.