Home / Berita / Analisa / Bangsa Arab Di Dunia Kerdil dan Raksasa

Bangsa Arab Di Dunia Kerdil dan Raksasa

dakwatuna.comDalam merespon tindakan Israel menggunakan dokumen Eropa dalam pembunuhan Mahmud al-Mabhuh, pejabat-pejabat Eropa sangat berhati-hati. Dalam responnya, ada isyarat tidak langsung mereka menuding peran Israel dalam pembunuhan. Meski sikap Eropa memberikan kepada pejabat Israel sebuah tangga untuk turun (meminta maaf). Sebelumnya, Israel menuruni tangga sejenis ketika mereka meminta maaf kepada UNRWA karena mengebom kantornya dalam agresi ke Gaza. Kemungkinan besar dalam kejadian-kejadian di masa mendatang, peristiwa-peristiwa ini akan terulang dengan format yang sama.

Katrin Asyton, pejabat tinggi Uni Eropa untuk hubungan luar negeri menyebutkan bahwa pembunuhan al-Mabhuh tidak mendukung perdamaian di Timur Tengah. Lebih penting dari itu dari prespektif Eropa, pembunuhan yang menggunakan dokumen passport Eropa sama saja dengan menampar keras peran Eropa dalam proses perdamaian di Timur Tengah. Selain itu, aksi pembunuhan itu menjadi pukulan menyakitkan bagi peran Eropa di tataran dunia internasional, pada saat Uni Eropa untuk berubah dari era “raksasa ekonomi dan kekerdilan politik” – seperti sebutan sejumlah kalangan – kepada era “raksasa dunia di bidang ekonomi dan politik sekaligus.” Buruknya lagi, Israel menggelar aksi pembunuhan itu pada saat pihak luar negeri Eropa sedang bekerja untuk proyek besar tersebut.

Israel telah menjerumuskan Uni Eropa di depan dilematis besar; jika pejabat-pejabat Uni Eropa sampai memberikan sanksi kepada Israel dan warganya yang menggelar aksi pembunuhan ini, maka Israel akan merespon dengan menutup pintu peran Israel dalam proses perdamaian. Jika demikian, Eropa akan gagal berdiri menjadi raksasa dunia dalam bidang politik, yang selama ini dianggap kerdil. Sebaliknya, kika Eropa diam saja dari penghinaan besar Israel dan ancaman keamanan bagi mereka (karena Mossad menggunakan dokumen Eropa dalam aksi pembunuhan) maka kredibelitas negeri mereka dipertaruhkan.

Kemungkinan besar Eropa akan cenderung memilih solusi kedua. Kenapa? Padahal pertimbangan ini berpihak kepada kepentingan Israel. Kecenderungan ini lebih efektif setelah kelompok kiri tradisional Eropa yang lebih dekat dengan sikap-sikap bangsa-bangsa Arab gagal dalam memperebutkan posisi di sana dan setelah naiknya kiri Eropa “kelompok Blair” – Tony Blair – yang lebih simpati kepada Israel. Di tambah lagi fenoma meningkatnya imigran Arab ke Eropa, aksi teroris yang dinisbatkan kepada Al-Qaidah di sejumlah negeri Eropa, kampanye media pendukung Israel dan rasis anti Arab. semua ini membuat perubahan situasi dan kondisi di Eropa yang berpihak kepada Israel.

Perkembangan sikap Eropa yang memihak kepada kepentingan Israel sampai pada tahap mempengaruhi presepsi Arab terhadap Uni Eropa. Ketika presiden Italia Pralskoni mendeklarasikan kampanye besar penggabungan ke Uni Eropa, ketika Khafier Solana yang pada saat itu menjadi pejbat hubungan luar negeri Uni Eropa mengumumkan bahwa Israel adalah anggota Uni Eropa, ketika Tony Blair kandidat Uni Eropa mengumumkan bahwa Benjamen Netanyahu membangun negara Palestina menuju puncak, artinya ketika pejabat Eropa berhijrah membela Israel, maka sangat sulit bisa meyakinkan opini Arab bahwa “raksasa ekonomi Eropa” akan bisa obyektif terhadap bangsa Arab ketika mereka berubah menjadi raksasa politik.

Ada celah besar dalam situasi Eropa dan situasi dunia yang memperkenankan Israel mengendalikan seluruh forum dan entitas dunia dan menjustifikasi tindakan teroris Mossad. Sehingga situasi menyebabkan kondisi Palestina semakin melawan tidak terkendali dan situasi dunia Arab semakin parah dengan konflik bersenjata dan keterbelakangan dalam segala bidang. Situasi negative yang bertumpuk-tumpuk dan semakin akut ini, membuat tanggungjawab di pundak pimpinan Arab yang akan menggelar pertemuan KTTnya beberapa pekan lagi di Libia semakin besar. Mereka dituntut serius mencari jalan dan sarana yang bisa mengubah “kekerdilan Arab di bidang ekonomi dan politik” menjadi “raksasa” dalam dunia bidang ini sekaligus. Akhirnya, perubahan ini akan menjaga pimpinan politik Arab dan menjaga kepentingan Arab serta mempengaruhi perlakuan sikap dunia terhadap bangsa Arab. (bn-bsyr/Kolumnis Libanon/Ragid Sulh/El-Khaleej Emirat)

About these ads

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,89 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • t.umam

    bahasanya ribet??? gak ngerti maksudnya

Lihat Juga

Erdogan: Menjaga Al-Aqsha Bukan Tanggungjawab Anak-Anak Palestina, Tapi Muslim Sedunia