Kodar Slamet, SPd

Siapa Yang Melanggar

16/5/2009 | 22 Jumadil Awal 1430 H | Hits: 1.697
Oleh: Kodar Slamet, SPd
Kirim Print

Siswa SMA Shalat Berjamaahdakwatuna.com – Temanku berkisah bahwa dia pernah pergi ke ibu kota San’a dengan ditemani anaknya yang masih kecil. Di tengah perjalanan dengan bekendaraan pribadi dia berhenti di pinggir jalan. Dia ingin belanja di pasar, dan tinggallah anaknya di mobil.

Tiba-tiba datanglah polantas (polisi lalu lintas) yang memberitahu anak tersebut bahwa ayahnya telah melanggar peraturan jalan raya karena parkir di tempat yang dilarangan berhenti/parkir. Bertanyalah anak itu kepada polisi:

“Apakah bapak sudah solat subuh berjama’ah?”

Terperanjatlah bapak polisi mendengar pertanyaan yang mengagetkan itu Menjawablah polisi dengan malu-malu:

“Tidak, saya tidak solat subuh berjama’ah.”

Anak itu menimpalinya, ”Kalau begitu bapak yang melanggar, bukan ayah saya.”

Maka polisi sadar, dan membertahukan akan bertaubat ketika itu pula, maka anak kecil ini telah menjadi sebab turunnya hidayah dan istiqamah. [sumber: Athfal Lakin Du'ah]


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (31 orang menilai, rata-rata: 9,45 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 16 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »