Gaza Jadi Nama Masjid dan Anak Yang Baru Lahir

22/1/2009 | 24 Muharram 1430 H | Hits: 1.277
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com- Aljazair, Dalam rangka menentang agresi Israel ke Gaza selama 22 hari yang menghancurkan sedikitnya 20 masjid, para aktivis kemanusiaan Aljazair membangun masjid baru di ibu kota Aljazair dengan diberi nama “Ghozzah”. Nama asli kota tempat di mana Israel membombardir adalah “Ghozzah”, kalau sebutan orang non Arab adalah “Gaza”. Inilah masjid pertama yang dibangun dan diberi nama “Ghozzah”.

Dr. Biwa’idillah Ghulamullah, Menteri Agama dan Urusan Wakaf Aljazair meletakkan batu pertama pembangunan masjid “Ghozzah” ini, ia berkomentar:

“Upaya ini sebagai bentuk dukungan moril dan bukti kebersamaan bangsa Aljazair terhadap penderitaan Gaza, sekaligus sebagai penolakan keras terhadap agresi Israel yang membunuh warga sipil tak berdosa.”

Duta Besar Palestina untuk Aljazair, Muhammad Al Haurani sangat terharu dengan bentuk dukungan yang diberikan warga Aljazair terhadap perjuangan bangsanya.

Masjid yang terdiri dari 2 lantai dan 2 bagian, untuk laki-laki dan perempuan ini dibangun di atas tanah seluas 835 meter persegi, yang nantinya diperuntukkan ibadah, kegiatan pendidikan dan pelayanan umat.

Diperkirakan pembangunan masjid ini menelan biaya 82 juta dinar Aljazair atau 1,25 Juta Dolar, memakan waktu selama 18 bulan.

Tidak hanya sampai di situ sikap solidaritas dan kebersamaan masyarakat dunia terhadap perjuangan bangsa Palestina, bahkan sebagian keluarga yang baru melahirkan, menamakan anak-anak perempuannya dengan nama “Ghozzah”.

Masih di Aljazair, sebagian keluarga yang baru melahirkan anak perempuan memberi nama anaknya “Ghozzah”.

Tak terkecuali di Indonesia, sepengetahuan penulis ada anak laki-laki yang baru lahir diberi nama dan dipanggil “Gaza”.

Bentuk apresiasi warga dunia terhadap penderitaan dan perjuangan bangsa Palestina memang beragam cara. Dua hal di atas di antaranya.

Ayo siapa mengikuti jejak mereka. (io/ut)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 8,75 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 1 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • ENCUB mengatakan:

    Nama anak kami yang lahir pada 22 September 2003, sengaja kami beri nama Gaza. Hal ini untuk selalu mengingat kota yang sekarang masih dijajah oleh Israel. Memang ada orang yang masih memandang negatif terhadap nama ini, tapi mungkin karena ketidak tahuan mereka. Semoga Gaza segera di merdekakan oleh Allah SWT, do’a kita sesama muslim mudah-mudahan mempercepat kemerdekaan Palestina, Allahhuakbar 3x

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »