05:49 - Selasa, 21 Oktober 2014

Kematian dan Persiapan Menghadapinya (Bagian ke-1)

Rubrik: Tazkiyatun Nufus | Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah - 31/12/09 | 08:29 | 14 Muharram 1431 H

HIDUP DAN MATI

Apa perbedaan mati dan hidup?

dakwatuna.com – Orang mati tidak lagi makan, minum, mendengar, mengenal, berfikir, tidak merasa apa yang ada menurut pandanan kita, tidak berkembang, tidak bernafas, tidak menikah, tidak melahirkan anak. Orang hidup sebaliknya.

Maka renungkanlah dengan baik. Bagaimana makanan yang mati dan beku itu berubah menjadi kehidupan. Terjadi setiap hari di tubuh kita. Perhatikan tanganmu yang dahulu kecil, kemudian dengan makanan yang sudah mati itu semakin bertambah besar, sehinggga menjadi tangan yang hidup. Lalu bandingkan dengan tangan mayit, yang dahulu aktif dan hidup, tiba-tiba menjadi kaku dan mati.

Maka siapakah yang memberikan kehidupan pada benda-benda mati? Dan siapakah yang memutuskan kematian pada makhluk hidup?

Berhala-berhala mati, tidak memiliki kematian atau kehidupan.

Alam mati, tidak memiliki kematian dan kehidupan, akal atau pengelolaan.

Sesungguhnya semua yang hidup akan dipaksa mati. Dia harus mati. Karena kematian dan kehidupan tidak ada di tangannya, akan tetapi ada di tangan Allah. Pemilik segala sesuatu. Melakukan apa yang diinginkan. Firman Allah:

“Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dia menghidupkan dan mematikan, dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al Hadidi: 2)

“Dan dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (Al-Mukminun: 80).

MATI SETELAH HIDUP

Mengapa kita mati?

Sesungguhnya hanya Allah yang menghidupkan kita dan mematikan kita. Allah swt telah memberitahukan kepada kita bahwa hikmah dari kematian adalah perpindahan dari darul amal (rumah kerja) menuju darul jaza’ (rumah balasan), setiap orang mendapatkan balasan dari apa yang pernah dikerjakan. Firman Allah:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia Telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali Imran: 185)

TIDAK ADA TEMPAT BERLARI DARINYA

Adakah tempat berlari dari kematian?

Aneh sekali orang yang tidak meyakini kematian, padahal ia menyaksikan orang-orang mati. Kematian itu tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang mengingkarinya. Akan tetapi banyak orang yang menolak dirinya mengenang kematian itu, bersiap menghadapi pasca kematian. Mereka berlari dari mengingatnya padahal mereka akan menemuinya, menjauhkan diri darinya padahal kematian itu mendatanginya. Firman Allah:

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.” (Al-Jumu’ah: 8 )

KEPUTUSAN YANG DITUNDA

Apakah kematian itu ada di tangan manusia?

Jawabannya jelas. Sesungguhnya hidup itu tidak ada di tangan manusia, jika tidak demikian maka setiap orang yang mati akan menghidupkan dirinya sendiri. Demikian juga kematian tidak ada di tangan manusia. Jika ada di tangan manusia maka tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang mati.

Lalu ada di tangan siapa?

Kematian ada di tangan Yang telah menghidupkan dan menciptakan manusia. Di tangan Allah swt. Anda akan melihat ketentuan umum yang berlaku pada sunnatul maut wal hayat (mati dan hidup). Pada waktu kurang dari seratus tahun kita umumnya sudah mati, sebagaimana sebelum seratus tahun yang lalu kita belum ada di dunia. Demikianlah orang-orang sebelum kita, meski dengan perbedaan umur dan bilangan tahun….

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (Al-A’raf: 34)

Masing-maing kita akan hidup terbatas, ditentukan dengan ilmu Allah swt. Dan peran kita di dunia ini juga sudah jelas sesuai dengan ketentuan umum. Masing-masing kita memiliki ajal terbatas. Jika telah datang tidak bisa ditunda. Betapa banyak orang yang dalam keadaan sehat wal afiat, dengan mendadak berpindah ke sisi Rabbnya.

Ditunjukkan kepadanya sebab yang paling kecil, bagi kematiannya. Firman Allah:

“Sesungguhnya ketetapan Allah apabila Telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu Mengetahui.” (Nuh: 4)

Sebaliknya betapa banyak orang yang mengalami sakit yang sangat berbahaya, mengalami luka yang berat, atau tercabik-cabik oleh senjata perang, atau penyakit berat lainnya. Betapa banyak orang yang menghadapi serangan tepat dan mematikan, atau situasi yang membinasakan, akan tetapi mereka tetap hidup, tidak mati. Hal ini karena ajalnya belum sampai. Firman Allah:

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya.” (Ali Imran: 145)

- bersambung

Tentang Tim Kajian Manhaj Tarbiyah

Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah (LKMT) adalah wadah para aktivis dan pemerhati pendidikan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap proses tarbiyah islamiyah di Indonesia. Para penggagas lembaga ini meyakini bahwa ajaran… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (87 orang menilai, rata-rata: 9,17 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • 21.945 Hits
  • Email 12 email
  • ummi muhammad

    Subhanallaah….Ya Allah…wafatkan hambaMu yang dhoif ini dalam keadaan khusnul khootimah..amiin…

  • Hamba Alloh

    Allohuakbar ! Terang benderang pikiranku membaca artikel ini. Jazaa kallahu khoiroh!

  • aba suci

    allahu akbar tiada yang lebih akbar melainkan Allah. tlah kurelakan pujaan hatiku pergi, diasuh oleh yang maha penyayang. ya allah tetapkan lah hatiku pada shirootol mustaqim walau kurasa berat dan perih.

  • Abu Dzulfikar

    Subhanallah…Allahu Akbar …Ya Allah, sesungguhnya tambah usia berarti berkurangnya usia pula. Seorang penyair Arab mengatakan.. ” Bila usia anda bertambah satu hari maka itu berarti berkurang pula jatah hidup anda satu hari. ” Ya Allah.. Matikan hamba yang dhoif ini, beserta keluarga,hadai taulan , kerabat, dan saudara-2 ana seiman dengan kematian yang menenangkan dan khusnul khotimah. Jazakallahu khoiron atas artikelnya…sangat bermanfaat buat ana dan keluarga serta jama’ah dakwah ini…

    • mariyanto

      Subhanallah…. semoga kita akan bertemu denganNYA dalam keadaan yang baik

  • muhamad

    subhanallah.. mohon dicopy utk disebarkan.. syukran…

  • me

    izin share ya ust,,,,

  • yandhi riyanto

    Allahu akbar.Hamba menyerahkan segala sesuatu hanya kpdMu yaa Allah.Dunia hanyalah senda gurau belaka.Hanya kpdMu yaa Allah kami menyembah.Subhanallah,saya kagum membaca artikel tersebut.Rasulullah bersabda,”Orang yang paling cerdas adalah org yang banyak mengingat mati.”
    Allahu akbar.Wafatkanlah kami dalam keadaan syahid,amiin yaa Rabbal’alamin.

  • yandhi riyanto

    Allahu akbar.hidup dan mati ini hamba serahkan hanya kpdMu yaa Allah.matikanlah kami dalam keadaan syahid dijalanMu,amiin.Dunia hanyalah senda gurau belaka,segala sesuatu adalah milik Engkau yaa Rabb.
    Rasulullah bersabda,”Org yang paling cerdas adalah org yang banyak mengingat mati.”
    Subhanallah,saya kagum membaca artikel tsb.Semoga kita termasuk org-org yang senantiasa diridhoi olehNya,amiin.

  • Wawa Tarwa

    Hidupkan aku dalam NikmatMu dan matikan aku dalam RahmatMu

  • BramSonata

    Khusus untuk umat Rasulallah SAW, baik yg bersih Akidahnya, atauyg tercampur kemusrikan/kesirikan, bahkan m u n a f i k, mampu secara kuatatau lemah, untuk ” melihat/merasakan” dimana kelak dia berada setelah ajalnya.
    Logikanya jelas, Kehidupan yg nikmat sarat kebahagiaan di akerat , HARAM untuk manusia yg berdosa besar dan tidak bertobat sebelum matinya.

Iklan negatif? Laporkan!
84 queries in 1,512 seconds.