Home / Berita / Opini / Pelajaran Berpikir Positif dari Surat Adh-Dhuha

Pelajaran Berpikir Positif dari Surat Adh-Dhuha

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.comSurat Adh-Dhuha memberikan pengajaran dengan sangat mendalam tentang Berpikir Positif. Di lain pihak, Shalat Sunnah Dhuha banyak dianggap sebagai Shalat Sunnah mohon rezki. Lantas apa hubungan dari hal itu semua?

Arti dari Dhuha adalah saat matahari naik di pagi hari. Oleh karena itu waktu ideal melaksanakan shalat Dhuha adalah ketika matahari naik sepenggalan atau sekitar pukul 8, walaupun diperkenankan sejak matahari mulai terbit (sekitar pukul 6.00 s.d 6.30).

Surat ini dimulai dengan qasam (sumpah) dengan huruf wâw (و) dan dhuhâ (ضُحَى) sebagai muqsamu bih-nya (مُقْسَمٌ بِهِ, obyek yang digunakan untuk bersumpah). Pendapat yang berlaku di kalangan ulama terdahulu mengatakan bahwa sumpah al-Qur’an dengan wâw mengandung makna pengagungan terhadap muqsamu bih (مُقْسَمٌ بِهِ). Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa sumpah Allah dengan sebagian makhluk-Nya menunjukkan bahwa ia termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya yang besar. Menurut Muhammad Abduh, sumpah dengan dhuhâ (cahaya matahari di waktu pagi) dimaksudkan untuk menunjukkan pentingnya dan besarnya kadar kenikmatan di dalamnya. Berarti pada saat matahari naik di pagi hari (Dhuha) dan pada saat sunyinya malam ada rahasia penting tentang nikmat Allah di dalamnya.

Mari kita renungkan satu persatu lanjutan ayat-ayatnya.

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu”

Para mufassir sepakat bahwa latar belakang turunnya surat ini adalah keterlambatan turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW Keadaan ini dirasakan berat oleh Rasul, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa Muhammad SAW telah ditinggalkan oleh Tuhan nya dan dibenci-Nya.

Ayat ini memberikan taujih (arahan) kepada Rasulullah SAW agar tetap berpikir positif kepada Allah SWT, dan tidak menduga-duga hal negatif atau hal buruk seperti yang ada di pikiran orang-orang munafik dan musyrik.

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ

“dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk…” (QS. 48 ayat 6)

Jika pun hidup kita berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Yakinlah hari-hari kemudian akan lebih baik dari hari-hari sekarang dan hari-hari yang telah lalu.

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)”

Berprasangka baiklah Allah SWT akan memberikan karunia dan rahmat yang besar di hari-hari esok, dan JANGAN BERPUTUS ASA!

اِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْفَأَلَ و يَكْرَهُ التَّسَاؤُم

“Sesungguhnya Allah mencintai sikap optimis dan membenci sikap putus asa” (Hadits)

Kalaupun sepanjang hidup kita di dunia selalu dalam kesulitan dan kesempitan, kita tetap berpikir positif bahwa kelimpahan dan kenikmatan akan Allah berikan kepada kita di Hari Akhirat. Maka orang yang bisa berpikir positif seperti itu, tetap tersenyum bahagia dalam menjalankan kehidupan sulitnya di dunia.

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ

“Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas”

Optimis dan yakin berjumpa Allah di hari Akhir nanti dan mendapatkan limpahan karunia-Nya yang tak terkira, sungguh akan memuaskan hati kita. Karunia Allah kepada penduduk dunia seperti air menetes dari jari yang dicelupkan ke lautan, dibandingkan karunia Allah di hari Akhirat yang seluas lautan itu sendiri.

Bagaimana agar kita selalu berpikir positif? Ingatlah semua nikmat-nikmat Allah yang jika kita hitung tentu tidak akan sanggup.

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ, وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ, وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَى

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan?”

Ingat, renungkan rasakan betapa luas nikmat Allah kepada kita. Apa nikmat Allah yang paling Anda syukuri? Di antaranya adalah, Anda bisa melihat tulisan ini, yang melibatkan kerja milyaran sel, prajurit-prajurit Allah SWT. Bagaimana jika sel-sel itu tidak bekerja?

Yuk kita bersyukur dengan lisan, pikiran dan perasaan. Nikmat sekecil apapun! Dengan lisan ucapkan “Alhamdulillah”, didukung dengan pikiran dan perasaan kita. Sampaikan rasa terima kasih tak berhingga seperti seorang pengemis yang berhari-hari kekurangan makan dan diberi makan oleh seorang kaya, seperti seorang pasien yang sudah berbulan-bulan menderita sakit dan disembuhkan dengan bantuan seorang dokter. Yang Allah berikan kepada kita lebih dari orang kaya dan dokter tersebut di atas, namun mengapa kita lupa mengucapkan terima kasih kepada-Nya? Pantas jika Allah belum menambah nikmat kepada kita, nikmat-nikmat yang lalu saja belum kita syukuri sebagaimana mestinya.

Kalaupun ada kesulitan dan kekurangan dalam hidup kita, tetap saja karunia dan kelimpahan dari Allah masih jauh lebih besar. Lihatlah ke bawah, orang-orang yang lebih susah dari kita, lebih sakit dari kita, lebih miskin dari kita. Jangan selalu melihat ke atas. Melihat ke bawah akan menghaluskan jiwa, melembutkan perasaan, menghidupkan syukur dan mengobati stress, ketidakpuasan dan putus asa.

Setelah bersyukur dengan lisan, pikiran dan perasaan, syukur sejati adalah syukur dengan ‘amal.

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ, وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.”

Seorang yang bersyukur akan memanfaatkan nikmat-nikmat yang diperolehnya untuk ibadah, amal shalih, dan perbuatan baik terhadap sesama. Itulah yang dimaksud dalam ayat pamungkas surat ini :

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. Wallahu a’lam. []

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (114 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Agung Yulianto
  • ida

    Subhanallah wal hamdulillah. Terima kasih yaa Allah, hari ini bertambah lagi ilmuku. Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur atas limpahan nikmat yang diberikan olehNya.

    • Wandi

      Amin

  • lidya

    Assalamualaikum …
    alhamdulilah … lidya merasakan Nikmat yang begitu Indah setelah melaksanakan shlat dhuha.
    Alhamdulilah … lidya dikasih ALLAH SWT rezeki yang tak pernah putus2 baik itu banyak maupun sedikit tapi semua berberkah.
    Ya ALLAH ya ROBBI syukur Alhamdulilah atas nikmat yang Engkau berikan kepada hambaMU ini jadikan lah hamba ini seorang hamba yg sholehah dan hamba yang selalu bersyukur atas Nikmat Engaku ya ALLAH.

  • syarif_shahab

    subhanallah..masyaAllah, ulasan yang sangat bermakna! semoga akan hadir artikel2 lain yang lebih mencerahkan

  • m.solehudin

    alhmdlh…. itulah kata yang sedang saya pelajari… agar merasakan betapa tak terhingganya kenikmatan yang telah Allah berikan kepada saya.. semoga kita termasuk orang-orang yang pandai mensyukuri nikmat… amin..
    jzklh buat tim Dakwatuna

  • Alhaufi

    Duhai Rabb berikanlah aku hikmah untuk dapat mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku,kepada ayah ibu ku dan mengerjakan amal shaleh yang Engkau Ridhoi dan masukkanlah aku dengan Rahmat Mu termasuk golongan orang2 yang shaleh…Amien…

  • asrul

    alhamdulillah,,,,smoga kami di golongkan ke golongan manusia yang pandai bersyukur

  • andi arkom

    Alluhuakbar… subhanalloh sebuah ulasa yang sangat bermakna, insya allah akan menambah semangat sy dalam menjalankan sholat duha. amin…

  • amun

    subhanalah,semoga kita bisa mendapatkan hidayah untuk melaksanakannya,amin

  • opik th

    Alhamdulillah….. Tambahkan selalu rasa Syukur ini pada-Mu ya Allah… Agar tenang jiwa ini..Amin..

  • Subhanalloh,,tulisan yg sangat bagus. semoga hati kita semakin mantab untuk selalu khusnudzon atas semua takdir yang Alloh gariskan, karena semua itu Insyaalloh adalah yang terbaik untuk kita.

  • yudhie istianto

    assalamualaikum….trimakasih….!! saya sangat seneng sekali bisa mendapat ilmu ini. cuma ada yang ingin saya tanyakan sumber tafsirnya berasal dari mana yah??? klw bisa di cantumkan juga, biar lebih jelas dan sumber hadistnya lbh terjamin. sukron. wassalam…

  • aam

    sukron dapat ilmu tambahan semoga bermanfaat

  • cita

    Alhamdulillah dapet ilmu……
    sedikit saran ,,,,mungkin akan dapat di perjelas penjelasanya apabila di tambah dengan sedikit cerita/kisah pengantar nyata tentang alpikasinya….?

  • Wandi

    alhamdulillah bertambah ilmuku namun boleh saran saya minta disertakan latinnya karna saya belum begitu lancar alqur”an jadi saya bisa menghafal surat2xnya trims

  • Syukur Ismar

    subhanallah wal hamdulillah wala ilaha ilallah

  • Anonim

    subhanallah ya allah,semoga aku tergolong ke dalam orang yg selalu bersyukur di jalanmu ya allah,jgn biarkan rasa putus asa dan rasa kecewa meenyelimuti diriku,selalu bimbing dan lindungi aku ya allah,aminn i love u allah

  • Kalaupun ada kesulitan dan kekurangan dalam hidup kita, tetap saja karunia dan kelimpahan dari Allah masih jauh lebih besar.

  • subhanallah,,smoga qta mnjadi org yang slalu bersyukur n sabar dlm menghadapi cobaan,,izin copas y,,

  • fariz

    suhanallah walhamdulillah walaailaaha illallah wa allahu akbar

  • sakurata

    tulisan yg sangat indah, terimakasih ya Alloh engkau telah memberi aku kesempatan untuk membaca tulisan ini….

Lihat Juga

Surat “Cinta” untuk Saudaraku, Buni Yani: Innallaha Ma’ana