Home / Berita / Depnakertrans Hasilkan 380 Da’i Melalui Pondok Pesantren NU

Depnakertrans Hasilkan 380 Da’i Melalui Pondok Pesantren NU

dakwatuna.com – Jakarta. Dalam rangka melakukan pembinaan kemasyarakatan dan lingkungan permukiman dalam bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual dan kelembagaan pemerintah di daerah transmigrasi, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) telah melatih 380 da’i melalui pondok pesantren.

Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, kegiatan pembinaan mental spiritual di daerah transmigrasi itu dilakukan atas kerjasama Depnakertrans dan Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (NU).

“Kegiatan pembinaan mental spiritual di daerah transmigrasi telah dilakukan sejak tahun 2006. Kami bekerjasama dengan Lembaga Dakwah NU,” kata Muhaimin saat membuka acara peningkatan kapasitas tenaga pembina mental spiritual/da’i daerah transmigrasi di Desa Limo Cinere, Kota Depok, Senin ( 9/11).

Kesepakatan kerja sama terkait pembinaan mental spirituial di lokasi permukiman transmigrasi telah dilaksanakan pada tahun 2007 di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan, sementara tahun 2008 di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat dengan menghasilkan 210 da’i.

Guna meningkatkan kapasitas tenaga pembina mental spiritual, Depanakertarns mengirim 50 da’i yang berasal dari Provinsi Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jambi dan Kepulauan Riau ke Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombong, Jawa Timur

“Tahun 2009 ini kami programkan 120 da’i dari empat wilayah KTM (Kota Terpadu Mandiri) yakni dari KTM Mesuji Kabupaten Tulang Bawang (Lampung), KTM Geragai (Jambi), KTM Sungai Parit-Rambutan Kabupaten Ogan Ilir dan KTM Telang Kabupaten Banyuasin (Sumatera Selatan),” katanya.

Menakertrans menjelaskan, penyelenggaraan transmigrasi bertujuan untuk peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan para transmigran dan masyarakat sekitarnya, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka utuhnya NKRI.

”Kebijakan penyelenggaraan transmigrasi ke depan akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah serta sumber daya dan kondisi lingkungan setempat secara terpadu, sehingga mampu mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat transmigran dan penduduk sekitarnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Menakertrans menjelaskan, ada lima kebijakan yang dilakukan Depnakertrans dalam penyelenggaraan transmigrasi, yaitu mendukung ketahanan pangan dan kebutuhan papan, mendukung kebijakan energi alternatif di kawasan transmigrasi, mendukung ketahanan nasional, mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi/investasi dan pemerataan pembangunan, serta menunjang penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.

Muhaimin berharap, melalui kegiatan pembinaan mental spiritual di daerah transmigrasi akan terbangun komunikasi melalui dialog dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

“Sehingga dengan demikian dapat dengan mudah menghindari konflik yang mungkin terjadi dalam upaya penyelesaian permasalahan yang ada serta dapat membantu mengubah perilaku masyarakat menjadi masyarakat yang ulet, tangguh dan bersemangat tinggi untuk meningkatkan produktivitasnya,” katanya. (Az/ysoel/kominfo)

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • nyonk

    alangkah bagusnya…

Lihat Juga

Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia, Napas Baru Kaum Santri