Home / Berita / Pakar Turki: Penyerbuan al Aqsha Percobaan, Bahaya yang Lebih Besar Akan Datang

Pakar Turki: Penyerbuan al Aqsha Percobaan, Bahaya yang Lebih Besar Akan Datang

Bentrokan di Al-Qudsdakwatuna.com – Istanbul. Pakar dalam urusan al Quds dan masjid al Aqsha asal Turki, Dr. Ahmad Farul mengingatkan bahwa penyerbuan masjid al Aqsha oleh ekstrimis Yahudi hari Ahad (27/9) tidak lain adalah percobaan yang diikuti dengan langkah-langkah lebih brutal dalam jam-jam dan hari-hari mendatang. Dia menyerukan warga al Quds dan Palestina terjajah 1948 serta semua orang yang bisa bersiaga di masjid al Aqsha untuk mengintensifkan keberadaannya di dalam masjid untuk menghadapi segala serangan Zionis.

Dalam pernyataan yang dilansir situs “Akhbar Filistin”, Ahad (27/09), Dr. Farul mengecam sikap Arab dan dunia Islam yang diam terhadap apa yang dialami masjid al Aqsha hari ini. Lebih menyedihkan lagi adalah arah kebanyakan Negara Arab yang menaruh perhatian pada normalisasi dengan entitas Zionis Israel dengan imbalan yang dipropagandakan pemerintah Amerika seputar penghentian pembangunan pemukiman Yahudi oleh Israel.

Dia mengatakan, “Persoalan ini adalah persoalan semua kaum muslimin. Karena masjid al Aqsha adalah masjid seluruh kaum muslimin. Kami terus mengikuti perkembangan berbahaya yang semakin besar setiap hari terhadap masjid al Aqsha. Saya yakin orang Yahudi memanfaatkan sikap diam dunia Islam dan berani menodai al Quds dan masjid sucinya.”

Dia menjelaskan bahwa ekstrimis Yahudi telah mempersiapkan penyerbuan masjid al Aqsha sejak beberapa hari. Hal ini dibuktikan dengan seruan yang disampaikan Dr. Ikrimah Shabri, kemarin, Sabtu (26/09), kepada warga al Quds dan orang-orang Palestina untuk giat berkunjung ke masjid al Aqsha dan bersiap siaga menghadapi infiltrasi Zionis yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Dia menegaskan tidak cukup dengan apa yang dipersembahkan orang-orang Palestina untuk melindungi masjid al Aqsha, namun harus ada teriakan suara seluruh dunia Islam dan sampai ke al Quds. Karena bahaya Zionis tidak hanya terhadap kota al Quds saja, namun bahaya bagi seluruh dunia Islam.

Kalau suara yang menentang Yahudi berhimpun maka mereka tidak akan berani menghancurkan masjid al Aqsha. Sulit bagi warga al Quds sendirian membela masjid al Aqsha. Karena mereka membela tanpa senjata. Menurutnya, pada tahap ini Arab dan kaum muslimin tidak melakukan apa-apa demi al Quds dan al Aqsha, mereka terlena oleh rayuan pembekuan “permukiman Yahudi” oleh Amerika dengan kompensasi normalisasi dengan Israel. Menurutnya sikap inilah yang mendorong Yahudi berani menyerbu al Aqsha. Dan setelah penyerbuan ini maka kaum muslimin harus bangun dari tidur mereka.

Dia melanjutkan,”Saya yakin pernyerbuan hari ini adalah ujicoba. Orang Yahudi sedang menyiapkan penyerbuan lebih besar. Oleh karena itu warga al Quds harus waspada dalam setiap saat dan dalam kondisi terbangun. Melawan rencana Zionis dengan memperbanyak dukungan dan mengintensifkan keberadaan mereka di dalam masjid al Aqsha.” Namun dia menegaskan bahwa penyerbuan berkali-kali yang dilakukan Zionis terhadap masjid al Aqsha tidak memberikan faedah apa-apa buat Negara penjajah (Israel), karena hal itu akan menambah kebangkitan kaum muslimin dan menambah perhatian bangsa-bangsa pada persoalan al Quds.

Dia menyerukan Organisasi Konferensi Islam (OKI) melakukan perannya sebagaimana tujuan dari didirikannya organisasi ini. Yaitu memberikan dukungan dan perlindungan terhadap masjid al Aqsha. Dia mengingatkan bahwa organisasi ini didirikan setelah pembakaran masjid al Aqsha untuk mengadopsi persoalan Palestina dan al Quds. Dia menilai bahwa api pembakaran masjid al Aqsha saat ini masih menyala dan telah sampai ke anak tangga bahaya keempat. Harus ada tindakan kuat untuk menghentikan bahaya ini. (seto/pip)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • doublell

    ya Allah persatukanlah hati hati ini…………

Lihat Juga

Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu (aljarida.com)

Turki: Paling Lama 1 Oktober Eropa Harus Terapkan Bebas Visa untuk Warga Kami