Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus / Kejarlah Kebajikan Sampai ke Liang Lahat

Kejarlah Kebajikan Sampai ke Liang Lahat

bunga-di-es2
Semai Kebaikan Sitiap Waktu, Bak Bunga Cantik

dakwatuna.comWaktu adalah ladang amal. Allah swt. menyediakannya agar kita menggunakannya sebagai modal penting menggapai ridha-Nya. Keutamaan seseorang di sisi Allah, selain ditentukan oleh keimanan dan amal shalihnya adalah faktor keterdahuluannya dalam keimanan dan amal shalihnya. Tidaklah sama antara orang-orang yang terdahulu masuk Islam -As-Sabiqunal Awwalun- dan orang-orang yang belakangan. Tidak sama antara jamaah yang berada di shaf awal dalam shalat dengan yang berada di barisan paling belakang. Berbeda derajat orang yang hadir di shalat Jumat paling awal dengan yang paling akhir.

Saudaraku…

Menyegerakan amal, itulah ajaran Islam kepada ummatnya. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. menasihati para sahabatnya untuk selalu menyegerakan amal saleh, kendati mereka itu manusia-manusia yang teruji keimanannya. Kata Nabi kala itu,

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amal-amal saleh (kebajikan). (Sebab) sebuah fitnah akan datang bagai sepotong malam yang gelap. Seseorang yang paginya mukmin, sorenya menjadi kafir. Dan seseorang yang sorenya bisa jadi kafir, paginya menjadi mukmin. Ia menjual agamanya dengan harga dunia.” (H.R. Muslim)

Demikian pesan Nabi saw. mulia itu juga disampaikan untuk kita. Adakah di antara kita yang selama sehari semalam penuh menjadi seorang mukmin sejati? Bisakah dan mampukah kita selama 24 jam tidak melakukan dosa dan sikap kufur, sekecil apapun kepada Allah Taala? Padahal ketika Allah swt. memberikan waktu 24 jam sehari, transaksinya adalah untuk dipersembahkan kepada Allah swt. semuanya. Pada setiap shalat kita selalu mengumandangkannya kepada Allah.

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162)

Bukankah ketika kita tidak berempati atas nasib kaum lemah dan tertindas adalah bentuk kekufuran terhadap nikmat? Bukankah di saat kita tidur dan bangun tidur tanpa mengingat Allah, tanda kita lupa kepada-Nya? Bukankah lupa adalah bagian dari kekufuran kita kepada Sang Khaliq?

Saudaraku…

Sesungguhnya fitnah itu lebih cepat bergerak. Sekali kita membiarkannya maka selanjutnya ia akan bersemayam dan berkembang dalam tubuh kita. Begitu cepat dan samarnya sampai menjadikan orang pindah agama, menggadaikannya dengan sedikit kesenangan dunia

Wajar jika sampai-sampai Rasulullah saw. mengingatkan para sahabatnya itu, walau Nabi tahu keimanan para sahabat itu tak akan tertandingi oleh orang-orang sesudahnya.

Dengan apa kita menutup pintu fitnah? Ya, dengan amal shaleh. Apa saja dalam hidup orang beriman bisa menjadi amal kebaikan. Kita membuang sampah pada tempatnya itu amal baik. Berniat tidak bohong itu amal mulia. Mengucapkan salam kepada kawan itu amal yang terpuji. Mendo’akan saudara seiman kendati mereka tak tahu juga amal shaleh. Dan masih banyak lagi amal shaleh, amakl kebajikan yang bisa kita lakukan, sekalipun kita tak memiliki sesuatu.

ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا

“Orang-orang kaya pergi mendapatkan pahala. Mereka shalat sebagaimana kita shalat, mereka puasa sebagaimana kita puasa. Namun mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Rasulullah bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian apa bisa kalian sedekahkan? Sesungguhnya satu tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan pada hubungan (dengan istri) kalian adalah sedekah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah seseorang mendatangi istrinya karena syahwatnya, apakah ia mendapatkan pahala?” Beliau bersabda, “Apa menurut kalian kalau dia meletakkannya pada yang haram. Bukankah baginya dosa? Demikian pula jika diletakkan pada yang halal, padanya ada pahala.” (Bukhari Muslim)

Allah swt. dengan keadilan-Nya memberikan peluang amal kepada masing-masing hamba-Nya. Baik orang miskin maupun kaya, masing-masing memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan kebajikan dan mendapatkan ridha Allah. Lebih dari itu, suatu amal tidak dilihat dari kuantitasnya, tapi dilihat dari motivasi dan niatnya. Kualitas amal seseorang tergantung kepada motivasi dan niatnya.

Saudaraku…

Boleh jadi infak seorang buruh sebesar 1000 rupiah, itu sama nilainya dengan infak seorang direktur sejumlah Rp. 1.000.000.000,00. Seorang murid barangkali lebih mulia dengan seorang gurunya, karena si murid lebih sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Sementara sang guru merasa cukup dengan ilmunya.

Menyegerakan amal kebajikan tentu akan memberi nilai tambah bagi pelakunya sendiri. Menyegerakan berbuat baik berarti mempercepat dirinya mendapatkan ampunan (maghfirah) dari Allah. Kenapa? Sebab, kita telah berupaya menutup pintu-pintu kemungkaran dan kebatilan. Dengan demikian pula, Allah akan membukakan kebahagiaan, yakni, surga. Itu semua hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang bertaqwa.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran:133)

Mengapa kita mesti menyegerakan amal?

1.      Karena asset waktu yang kita miliki hanyalah saat ini. Apa yang terjadi nanti dan esok hari kita tidak tahu. Kemarin bukan lagi milik kita, ia telah berlalu dan tidak akan kembali lagi. Kebaikan dan keburukan yang kita kerjakan kemarin tidak bisa kita ulang lagi. Ia menjadi kenangan saat ini. Jika kebaikan, bersyukurlah kita, dan jika keburukan menyesallah bersama orang-orang yang menyesal. Masih beruntung jika kita bersyukur hari ini, bukan saat di mana penyesalan tidak ada artinya lagi. Esok hari juga belum menjadi milik kita, ia ada di alam gaib yang hanya Allah swt. yang tahu. Kita tidak tahu apakah esok hari masih bisa menghirup udara pagi?

2.      Karena amal kita tidak mungkin dikerjakan orang lain. Masing-masing orang akan datang kepada Allah dengan amal perbuatan yang dikerjakannya sendiri di dunia. Keshalihan orang tua tidak bisa diandalkan anaknya. Seorang suami tidak akan selamat dari murka Allah karena amal perbuatan istrinya. Kita  boleh bangga terhadap pemimpin, orang tua, anak, guru, dan suami atau istri kita karena keshalihan mereka. Kebanggaan kita tidak bisa berbicara banyak di hadapan pengadilan Allah swt.

3.      Karena kemuliaan derajat seseorang di sisi Allah swt. disebabkan oleh kesungguhannya dalam merespon seruan kebajikan dan mengamalkannya. Orang tua akan senang jika menyuruh anaknya mengerjakan sesuatu lalu dikerjakan segera. Sebaliknya ia akan marah jika si anak menunda-nunda mengerjakannya. Demikian pula Allah Ta’ala. Seruan kebajikan dikumandangkan untuk segera diamalkan.

4.      Karena setiap waktu ada momentnya sendiri. Setiap waktu ada tuntutan amalnya. Banyak sekali amal perbuatan yang sangat terkait dengan waktu. Yang ketika waktunya berakhir, berakhir pula kesempatan untuk mengerjakannya. Seperti shalat, puasa, haji, berkurban, dan lain sebagainya.

5.      Kesempatan beramal juga diberikan kepada seseorang pada waktu-waktu tertentu. Orang kaya diberi kesempatan beramal dengan kekayaannya. Orang berilmu diberi kesempatan beramal dengan ilmunya. Seorang pimpinan diberi kesempatan beramal dengan kekuasannya. Jangan sampai Allah swt. mencabut kesempatan itu dan tidak bisa lagi berbuat. Kesehatan, waktu luang, hidup, masa muda, dan kekayaan adalah kesempatan untuk beramal.

Saudaraku…

Tidak ada waktu lagi untuk berpikir. Saat inilah waktumu. Segeralah beramal sesuai dengan tuntutan waktunya. Kejarlah kebajikan sampai ke liang lahat. Wallahu A’lam.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (82 votes, average: 8,54 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Asfuri Bahri, Lc
Lahir di Lamongan dan telah dikaruniai Allah 6 orang anak. Lulusan MTS di Gresik, MA di Gresik, dan LIPIA Jakarta. Sehari-hari sebagai Pengajar. Aktif di beberapa organisasi, antara lain LSM FOCUS, dan IKADI DKI Jakarta. Beberapa karya ilmiah telah dihasilkannya, antara lain "Rambu-Rambu Tarbiyah" (terjemahan, CIP Solo), "Anekdot Orang-Orang Tobat" (Darul Falah), "Galaksi Dosa" (Darul Falah), dan "Kereta Dakwah" (terjemahan, Robbani Press). Moto hidupnya adalah "Pada debur ombak, daun jatuh, hembus angin, ada tarbiyah".
  • yani

    Assalamu’alaikum, alhamdulillah semua yang disuguhkan di sini sangat bermafaat bagi kita semua khususnya bagi saya pribadi dan semoga dengan adanya tulisan-tulisan tentang teberadaan kita di dunia ini sebenarnya untuk apa maka mudah2an kehidupan kita akan terkendali dan berjalan di jalur yang telah digariskan Allah dan Rasulnya AMIN

  • mujahidah_musleh

    salam..

    seringkali manusia itu lupa dengan waktu yg tersedia dimanfaatkn sebaiknya…seorang muslim dikurniakn pelbgai nikmat seperti nikmat islam,iman dan pacaindera yg jarng disyukuri..ini bisa terjadi diatas dasar hati yg tidk sensitif dengan sifat Allah yg maha pengasih dan penyayang..insan yg bertakwa bila dilimpahi pelbagai nikmat sering mengejar dan memboosterkan diri untuk sentiasa beramal yg terbaik untuk mnggapai cinta Rabbnya..

    Ya Allah..
    tida sesuatu yg mudah
    kecauli sesuatu yg Engkau jadikn mudah
    Dan Engkaulh yg mnjadikn yg susah
    itu mudah dgn kehendakMU..

  • Lana

    Terima kasih kepada Dakwatuna yang selalu memberikan pencerahan2 hati sehingga setiap ada info tentang agama Islam segera mengetahui terutama mengenai nasib saudara kita yang berada didaerah konflik.

  • Opiet

    Subhanallah…
    Smoga media ini akan terus memberikan manfaat untuk Qta saing mengingatkan hati-hati Qta yg mudah lalai.

  • Abu Fida

    Jazakallah tadzkirahnya. Sejatinya anak Adam itu hanya kumpulan detik demi detik. yang semuanya berisikan amal, bisa sholih bisa tholih. muroqobah bisa membantu kita untuk memanfaatkan sisa usia kita ini.
    Yaa Alloh….
    karuniakanlah barokah terhadap usia yang Engkau berikan kepada kami. Amiin

  • Alhamdulillah, diaturkan setinggi-tinggi kesyukuran ke hadrad Allah Yang Maha Pencipta serta memiliki segala sifat keagunganNya yang telah mengejutkan hati ini dari lamunan apabila membaca peringatan ini. Meskipun berbuat namun dalam usaha yang santai tidak dengan usaha yang maksimum.Semoga kefahaman dan kesedaran ini akan istiqamah di hati dan amalan. Wallahu a’lam

  • Ummu Rifqah

    Robbanaaghfirlanaa dzunuubanaa wa tawaffanaa ma’al abror…..
    Ya Rob kami, ampuni dosa-dosa kami! dan wafatkan kami bersama orang-orang yang berbuat kebaikan……

  • maya haura

    jazakillah khairan katsiran,mudah2an artikel ini bisa membuat siapa saja,khususnya saya menjadi pribadi yg lebih baik lagi…amin

  • Assalamualaikum…
    artikelnya menarik juga ya…

  • Syukron ya akhi, tulisan antum menjadi ilmu dan inspirasi ana,sekali lagi syukron jazakumullah.

  • muhammad umar

    syukran katsiran kpd tim dakwatuna,smoga Allah memuliakan anda dan menjadikan ini sebagai amal,amin.artikel ini memberikan motifasi bagi saya untuk tidak menyiakan waktu yang Allah berikan untuk lebih giat beramal ibadah.

  • Ya. setiap waktu punya momentnya sendiri. :)

  • meidiana

    berbahagialah orang yang mendapatkan cahaya dari Allah, semua jadi terang benderang.

  • Achmad Munif

    Assalamu’alaikum.

    Waktu laksana pedang, Apabila tidak bisa menggunakannya dengan sebaik-baiknya, maka kita sendiri yang akan terpotong oleh pedang itu.

    Wassalam.

  • iwan

    assalamualaikum….
    sukrn jzk buat dakwatuna artikelnya bagus sekali..
    insya Allah manfaat, buat sdr ku dimana pun berada mari kita berlomba2 dalam kebaikan semoga kita dipertemukan di syurga kelak… amin!
    wslm

  • bowo

    Arigatou…
    harus dimulai dri sekarang,klo gak sekarang kapn lagi…

  • Umi Wilfa & Nazih

    Matur nuwun dakwatuna. Tausiahnya lembut dan menyentuh kalbu. Mengingatkan qt ttg kehadiran di dunia ini untuk apa. Waktu bagaikan pedang yg siap memenggal, jk tak pandai memanfaatkannya hilanglah kesempatan tuk beramal. Kuncinya adalah ingat-ingatlah 5 perkara sebelum 5 perkara.
    Semoga Allah senantiasa memberi kemudahan kepada qt semua tuk menyegerakan berbuat kebajikan.

  • hida

    alhamdulillah … terimakasih …

  • rohiman

    Assalamu’alaikum
    luar biasa rasax menyegerakan kebajikan samahalx dengan menyegerakan berbuka puasa..krn di situ letak kepuasan n kenikmatn dlm menggapai ketnangan ruhiyah qt,,,
    Subhanallah,,,

  • amatullah

    Alhamduillah sgala puji hanya bagi Allha. semoga Allah limpahkan kebaikan yang banyak bagi orang2 yang membagikan ilmunya. ana mengcopy paste artikel2 disini, untuk jadi bahan dalam ceramah, tidak untuk diplubikasikan ulang. mohon diikhlaskan

  • alhamdulillah,, semoga kita slalu saling mengingatkan untuk perbuatan baik… amiin.

  • Assalamualaikum wr.wb
    Syukran katsir ana sampaikan kepada tim dakwatuna yang telah banyak memberikan pengetahuan tentang ilmu allah terutama kepada ana pribadi sehingga alhamdullillah dapat memantapkan iman dalam islam.

  • hartoni

    Alhamdulilah terima kasih dakwatuna sudah memberikan bacaan yang sangat bermanfaat
    Sesungguhnya sebaik baik sholat adalah di awal waktu. trimakasih untuk di ketahui dan di laksanakan.
    Semoga kita di berikan kekuatan dan kefahaman oleh allah swt sehingga kita mampu untuk selalu taat dan patuh segala perintahnya.

  • hartoni

    Alhamdulilah terima kasih dakwatuna sudah memberikan bacaan yang bermanfaat.
    Semoga kita selalu deberikan kekuatan dan kefahaman untuk selalu taqwa.

Lihat Juga

Ilustrasi. (ariestamerdeka.wordpress.com)

Allah Akan Menguji Kesungguhan dan Komitmen Kita