05:27 - Selasa, 25 November 2014

Kurikulum Islam di Sekolah Negeri Thailand

Rubrik: Internasional | Kontributor: dakwatuna.com - 07/05/08 | 13:53 | 02 Jumada al-Ula 1429 H

dakwatuna.com - Patani, Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej dalam rangka mengambil simpati penduduk minoritas Muslim di Thailand Selatan mengajak untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah Negeri.

Di sela-sela kunjungannya di wilayah gejolak itu, ia menyarankan dibukanya kerjasama kurikulum pendidikan dengan Negara Malaysia yang berdekatan dengan wilayah ini, mulai dari jenjang Dasar sampai Perguruan Tinggi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di wilayah ini.

Ia berkata kepada perwakilan sumber-sumber resmi Thailand, “Saya telah menugaskan Menteri Luar Negeri untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia, dan mengadakan kajian yang dibutuhkan guna menetapkan kurikulum pengajaran sekolah tingkat Dasar, jika memang membutuhkan perbaikan.”

Pemerintah juga membahas penentuan alumni universitas-universitas yang spesialis dalam bidang agama Islam untuk bersama-sama bergabung dalam pengajaran di sekolah-sekolah negeri di wilayah bagian selatan ini.

Membangun Kepercayaan

Tujuan dari himbaun ini adalah agar pengajaran agama Islam di sekolah-sekolah Negeri dapat menguatkan perdamaian dan keamanan di wilayah ini.

Sebelumnya Perdana Menteri berkata bahwa pemerintahannya berusaha dengan sunguh-sungguh untuk menumbuhkan semangat saling memahami dan toleransi di antara umat Islam dan penganut Budha, sebagai penduduk mayoritas di Thailand, untuk sama-sama berkerjasama sehingga bisa meminimalisir perbedaan antara keduanya.

Jauh-jauh hari Perdana Menteri telah mangadakan upaya-upaya untuk menyakinkan minoritas muslim, di antaranya adalah permintaan maafnya buat umat Islam selama tindak kesewenang-wenangan yang dilakukan pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya, juga tindakan masa bodoh dengan kemajuan wilayah Selatan, sebagaimana juga Pemerintah menunjuk seorang hakim muslim pertama untuk mutuskan perkara “Yala.”

Penduduk Thailand Selatan mayoritas muslim, delapan puluh persen (80%), setara satu juta jiwa. Mereka berbahasa “Yawi” bahasa asli mirip dengan bahasa Melayu.

Pemerintah sebelumnya mewajibkan menggunakan bahasa Yawi dalam dunia pendidikan dan pengajaran Islam di sekolah-sekolah umum, supaya mereka memiliki sikap “nasionalisme” dan menghormati raja mereka.

Jumlah total penduduk Thailand ada enam puluh empat koma empat (64,4) juta jiwa, sedangkan pemeluk Islam berjumlah lima persen (5%) dari total itu.

Mereka hidup di Selatan Thailand, yang sebelum dua abad lalu terkenal dengan nama “Kerajaan Islam Patani Merdeka” (io/ut)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (5 orang menilai, rata-rata: 7,80 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.mtsnuwalisongosda.com Imam Mukozali

    Assalamu'alaikum

    alhamdulillah

    apa yang saya baca dan lihat sangat baik minimal memberikan gambaran kepada saya bagaimana siswa islam sekolah di Thailand. saya merasa senang dengan perkembangan Islam di sana. Saya berharap ada pengelaman pembelajaran yang ditularkan kepada saya, karena saya seorang guru di MTs NU Sidoarjo Jawa timur Indonesia.

    Wassalam

  • http://yahoo.com dani darma

    Assalammualikum,

    Senang melihat rakyat Pattani tetap memiliki identitas diri mereka dan menjaga hingga generasi berikut.

    Wassalam.

Iklan negatif? Laporkan!
55 queries in 1,408 seconds.