Home / Dasar-Dasar Islam / Aqidah / Orang yang Terakhir Keluar dari Neraka

Orang yang Terakhir Keluar dari Neraka

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Abu Hurairah telah menceritakan kepada Atha’ nin Yazid Al-Laitsi bahwa para sahabat telah bertanya kepada Rasululla saw., “Apakah engkau akan melihat Tuhan kami kelak pada hari kiamat?” Maka Rasulullah saw. balik bertanya, “Apakah kamu sekalian merasa kesulitan melihat bulan pada malam purnama?” Mereka menjawab, “Tidak.” Selanjutnya Rasulullah saw, bertanya lagi, “Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari yang tidak ada awan yang menghalangi?” Mereka menjawab, “Tidak.”

Mendengar jawaban itu, Rasulullah bersabda, “Seperti itulah kamu sekalian akan melihat-Nya.” Kemudian Rasulullah saw. meneruskan perkataaannya, “Pada hari kiamat nanti Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia, lalu Allah berfirman kepada mereka, ‘Hendaknya setiap orang mengikuti sesuatu yang disembahnya selama di dunia.’ Oleh karena itu, orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, dan orang yang menyembah berhala mengikuti berhala. Sedangkan orang-orang munafik dari kalangan umat Muhammad tetap berdiri di tempat dan tidak bergerak sama sekali (karena yang disembah oleh mereka tidak jelas).

Kemudian Allah mendatangi kaum muslimin dalam wujud yang tidak dikenali oleh mereka, seraya Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku ini adalah Tuhanmu.’ Mendengar itu, mereka berkata, ‘Kami berlindung kepada Allah dari bujuk rayumu, dan kami akan tetap berdiri di tempat ini sampai datang kepada kami Tuhan kami yang sebenarnya.’ Kemudian Allah datang kepada mereka dalam wujud yang mereka kenal, dan Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku ini Tuhanmu yang sebenarnya.’ Pada saat mereka mendengarnya dan mereka merasa yakin bahwa itu Tuhannya, maka mereka berkata, ‘Engkaulah Tuhan kami yang sebenarnya.’ Setelah itu mereka mengikuti-Nya.

Kemudian Allah swt. menciptakan sebuah titian yang membentang di atas api neraka, maka aku –Rasulullah saw.—dan umatku menjadi umat yang pertama menyeberangi titian itu. Pada saat itu tidak ada seorang pun yang dapat berbicara selain para rasul, dimana ketika itu para rasul berdoa, ‘Ya Allah, selamatkanlah, ya Allah, selamatkanlah.’ Sementara di dalam neraka Jahanam terdapat besi-besi yang melengkung bagaikan lengkungan pancing, seperti duri pohon Sa’dan (nama pohon yang berduri). Kemudian Rasulullah bertanya kepada sahabat yang hadir, ‘Apakah kalian pernah melihat duri pohon Sa’dan?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’

Mendengar hal itu, Rasulullah saw. bersabda, ‘Seperti itulah besi-besi yang melengkung itu, hanya saja besarnya tidak terkirakan, dan hanya Allah yang mengetahui ukurannya. Besi-besi inilah yang kelak akan mengait orang-orang yang sedang meniti titian itu sesuai dengan kadar dosa masing-masing. Dimana orang yang teguh dengan amalnya akan selamat dari kaitannya, sementara orang yang berdosa akan terkait (tersangkut), tetapi akhirnya dilepaskan.

Setelah Allah selesai mengadili hamba-hamba-Nya, dan Dia berkehendak mengeluarkan penghuni neraka dengan rahmat-Nya, maka Allah memberikan perintah kepada para malaikat-Nya untuk mengeluarkan mereka yang patut mendapat rahmat-Nya, yaitu orang yang tidak pernah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun selama hidup di dunia. Di antara orang yang patut mendapatkan rahmat-Nya adalah orang yang mengatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah. Kemudian para malaikat yang mendapat perintah itu segera mengenali mereka, dan mereka mengenalinya melalui tanda bekas sujud yang ada pada kening mereka karena hanya bekas sujudlah bagian tubuh manusia yang tidak akan hangus dibakar api neraka, dimana Allah telah mengharamkan api neraka untuk membakarnya dan menghanguskannya.

Kemudian para malaikat segera mengeluarkan mereka dalam keadaan yang sudah pada hangus, lalu disirankan ke tubuh mereka air kehidupan (air pemulihan). Akibat siraman air kehidupan itulah, akhirnya mereka tumbuh dan pulih kembali seperti sediakala bagaikan tumbuhnya biji-bijian setelah terjadi banjir besar (dimana mereka tumbuh dalam keadaan masih muda dan besar).

Setelah Allah selesai mengadili dan memvonis di antara hamba-hamba-Nya, tiba-tiba terlihat seseorang (yang masih tertinggal) yang sedang mengarahkan pandangannya ke arah neraka, dan dialah orang yang paling terakhir masuk surga. Kemudian kepada Allah, dia memohon, ‘Wahai Tuhanku, palingkan mukaku dari neraka karena baunya telah meracuniku, dan kobaran apinya telah membakarku.’ Permohonan itu diulanginya berulang kali, dan akhirnya Allah berfirman kepadanya, ‘Seandainya Aku mengabulkan permintaanmu ini, apakah kiranya kamu tidak akan mengajukan permohonan yang lain?’ Maka orang itu menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian dia berjanji dengan sungguh-sungguh kepada Allah bahwa dia tidak akan mengajukan permohonan apapun lagi.

Akhirnya permohonan itu dikabulkan Allah, dimana Allah memalingkan muka orang itu dari neraka. Akantetapi ketika dia dihadapkan ke arah surga dan dia menyaksikan kemegahan yang ada di baliknya, maka dia terdiam dalam beberapa saat, lalu dia memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, sampaikanlah aku ke dalam pintu surga.’ Mendengan hal itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Bukankah kamu telah berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa kamu tidak akan memohon lagi kepada-Ku selain permohonanmu yang telah Aku kabulkan tadi? Celakalah kamu, wahai anak Adam, kamu telah memungkiri janjimu sendiri, dan Aku tidak akan mengabulkan permohonanmu ini.’ Akantetapi dia tetap memohon kepada Allah untuk dikabulkan permohonannya, sehingga Allah berfirman kepadanya, ‘Seandainya permohonanmu ini Aku kabulkan, apakah kamu tidak akan memohon yang lainnya lagi kepada-Ku?’ Orang itu menjawab, ‘Demi kemuliaan-Mu, sungguh aku tidak akan mengajukan permohonan lagi.’

Kemudian Allah mengabulkan permohonannya itu. Allah membawanya ke depan pintu surga. Setibanya dia di depan pintu surga, Allah membuka pintu surga itu lebar-lebar sehingga orang itu melihat keindahan dan kebahagiaan yang ada di dalamnya. Menyaksikan itu, orang itu terdiam beberapa saat, lalu memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, masukanlah aku ke dalam surga.’ Mendengar itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Bukankah kamu telah berjanji bahwa kamu tidak akan mengajukan permohonan lagi kepada-Ku setelah permohonanmu yang tadi Aku kabulkan? Celaka kamu, wahai anak Adam, kamu telah memungkiri janjimu sendiri, dan Aku tidak akan mengabulkan permintaanmu itu.’

Akantetapi orang itu terus menerus memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, janganlah kiranya hamba-Mu ini menjadi orang yang paling celaka.’ Kemudian ia mengulang-ulang permohonannya, sehingga hal itu menyebabkan Allah tertawa. Allah berfirman kepadanya, ‘Masuklah kamu ke dalam surga.’ Pada saat orang itu masuk ke dalam surga, Allah berfirman kepadanya, ‘Sekarang angankanlah segala keinganmu.’ Kemudian orang itu memohon kepada Allah dengan mengajukan berbagai macam keinginannya dan mencita-citakan berbagai macam kenikmatan, sampai Allah mengingatkannya kepada berbagai menikmatan yang tidak diketahuinya. Lalu Allah berfirman kepadanya, ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditamabah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.”

Atha’ bin Yazid berkata, “Ketika Abu Sa’id Al-Kudri mendengarkan Abu Hurairah menuturkan hadits itu, tidak ada bagian dari hadits itu yang dipertanyakannya, selain firman Allah terhadap orang tadi: ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditamabah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’

Abu Sa’id Al-Kudri berkata, ‘Wahai Abu Hurairah, apakah kenikmatan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat?’ Abu Hurairah menjawab, ‘Aku tidak mengetahuinya selain aku mendengarnya seperti itu dari Rasulullah saw., dimana beliau bersabda, ‘ kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditamabah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’ Kemudian Abu Sa’id Al-Kudri berkata, “Aku bersumpah bahwa aku telah mendengar dari Rasulullah saw. dimana beliau bersabda, ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan kenikmatan ini akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.'” (Hadits shahih, Shahih Muslim nomor 182; Shahih Bukhari nomor 7437)

About these ads

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (160 votes, average: 9,37 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mochamad Bugi
Mochamad Bugi lahir di Jakarta, 15 Mei 1970. Setelah lulus dari SMA Negeri 8 Jakarta, ia pernah mengecap pendidikan di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Jakarta, di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Indonesia, dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosah Islamiyah Al-Hikmah. Sempat belajar bahasa Arab selama musim panas di Universitas Ummul Qura', Mekkah, Arab Saudi.Bapak empat orang anak ini pernah menjadi redaktur Majalah Wanita UMMI sebelum menjadi jabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Politik dan Dakwah SAKSI. Ia juga ikut membidani penerbitan Tabloid Depok Post, Pasarmuslim Free Magazine, Buletin Nida'ul Anwar, dan Majalah Profetik. Jauh sebelumnya ketika masih duduk di bangku SMA, ia menjadi redaktur Buletin Al-Ikhwan.Bugi, yang ikut membidani lahirnya grup pecinta alam Gibraltar Outbound Adventure ini, ikut mengkonsep pendirian Majelis Pesantren dan Ma'had Dakwah Indonesia (MAPADI) dan tercatat sebagai salah seorang pengurus. Ia juga Sekretaris Yayasan Rumah Tafsir Al-Husna, yayasan yang dipimpin oleh Ustadz Amir Faishol Fath.
  • Azka nor muhammad

    Subhanallah..

  • rahmat

    subhanallah……….

  • Dany

    SubhanAllah, Allah yakin Maha Pengasih dan Penyayang…

  • adiosa

    doa dalam ucapan

    niat dalam tindakan

    bersyukur dalam nikmatnya

  • TAK KIRAIN… APA…

  • Sani

    Subhanallah…

    Maha suci Engkau ya Tuhanku…

  • erli

    aku senang baca pengetahuan-pengetahuan islami begini. ada banyak hal yang belum aku ketahui mengenai apa yang akan terjadi dalam kehidupan setelah mati termasuk juga tentang lapisan-lapisan neraka dan golongan penghuninya dalam agama islam.
    yang aku yakin Tuhan pasti selamatkan kita semua.

  • Tola

    SubhanAllah, Allah yakin Maha Pengasih dan Penyayang

  • Beni Darda MAN Subang JABAR

    maha suci gusti alloh

  • landy

    Maaf sebelumnya, dgn ini saya mau bertanya kepada pengasuh http://www.dakwatuna.com, apakah boleh saya mengambil artikel2 dari situs ini dan menyebarkannya di masjid dekat rumah? soalnya artikel2nya bagus2 dan betul2 menggugah perasaan, sehingga dapat membangkitkan semangat keislaman.
    Demikian pertanyaan saya, terima kasih.

  • dian

    eh maaf, kok ada kata-kata ALLAH TERTAWA sih???? kyk Paulus aja nih bikin kalimat kok aneh gitu,, maaf cuma usul!

  • vina

    ahhh…
    panjang.. terlalu puitis..
    intinya gimana?
    orang golongan apa yang paling terakhir keluar dari neraka?

    •  maknya bacalah dn pelajarilah islam kalo anda pgn tau..

    • anda hruz bnyk bljr…

    • Yanti Realy Gieh

      benar sekali, kalo kita sudah tahu tak akan bertanya….. gunanya bertanya biar menambah wawasan agama kami islam…. soalnya di teks tersebut ada yg janggal dan tidak jelas…

  • mohon ijin copaste untuk da’wah di blog. @madani elcore

  • hal itu menyebabkan Allah tertawa…. ini maksudnya apa?

  • hal itu menyebabkan Allah tertawa

  • Ya Alloh aq mohon kepadaMu selamatkanlah aq dunia ahirat,jadikanlah termasuk golongan orang orang yang taat dansabar aamiin.

  • Subhanallah, Begitu sayangnya Allah kepada hambanya.

  • MUH AL AKBAR ALWI

    maaf pak Ustadz…. Cerita di atas apakah betul-betul berdasarkan berasal dari Hadits Shahih?. Soalnya yang menjadi janggalan di hati saya selama ini yang menyatakan “Allah Maha Mengetahui”. Mengetahui dalam hal ini adalah yang di AWAL dan di AKHIR. Skenario/Dialog seperti di atas tidak semestinya TERJADI. Allah tentulah MAHA mengetahui golongan YANG MASUK SYURGA ATAUPUN NERAKA….. ALLAH tidak usah CAPEK-CAPEK mendengar PERMOHONAN HAMBANYA….. TOH ALLAH JUGA pasti sudah MENGETAHUI HAMBANYA INI AKAN BERDOA SEPERTI INI…… mohon PENCERAHANNYA. WASSALAM

  • Yanti Realy Gieh

    mohon penjelasanya pak ustad…. apakah yg telah diperbuat dan amal salih bagi orang yg terakhir keluar dari neraka di skenario tersbut, di sini mengambang penjlesannya….. terus yg menyembah berhala ikut berhala….. dn seterusnya,… teks ini bagi sya kurang di pahami….terus juga allah maha mengetahui akan segala maksud juga segala janji……
    maaf pak ustad…. karena pengetahuan agama saya maseh rendah….. biar bertambah

  • Achmad Syajari

    maaf ini hadist shahih kah??? karena dalam cerita ini sepertinya Allah tidak maha tegas dan berdusta. yaitu saat Allah mengatakan bahwa orang yang meminta wajahnya dipalingkan dari neraka, dan berjanji tidak akan memohon lagi, lalu mengingkari janjinya dan memohon lagi, lalu Allah berkata tidak akan mengabulkan permintaannya namun ternyata mengabulkannya. maaf mas, Allah itu maha tegas, maha jujur, tidak akan mengingkari kata-katanya… cerita itu sungguh janggal untuk saya.

    • yanuar iswandi

      Karena rahmat allah lebih besar dari murkanya. Bukankah allah maha pengasih lagi maha penyayang. Bukan maha menghukumi tapi maha penerima taubat. Hafalakan lah nama 2 allah .maka kau akan mendapat kan hidayahnya

  • Dicky Hadiansyah

    subehanalloh, maha baik Tuhanku ini

  • Dicky Hadiansyah

    Alloh tertawa karena Dia melihat manusia yang tidak pandai bersyukur, dikabulkan do’anya masih minta yang lain, minta lagi dan minta lagi
    dan Alloh senang kepada orang yang memelas belas kasihan kepadaNya

Lihat Juga

Ilustrasi. (halidayanti.blogspot.com)

Berilmu Hanya Usaha Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT