Ibadah Haji

Haji dalam Alquran dan Sunnah

Firman Allah: QS. Al Baqarah: 195-203

بسم الله الرحمن الرحيم

{ وأَتِمُّوا الحَجَّ والعُمْرَةَ للَّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الهَدْيِ وَلَا تَحْلِقُوا رُؤوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أو بِهِ أذًى مِن رأَسِهِ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أوْ صَدَقَةٍ أو نُسُكٍ فَإذَا أَمِنتُم فَمَن تَمَتَّعَ بِالعُمْرَةِ إِلَى الحَجِّ فَمَا استَيْسَرَ مِنَ الهَدْي فَمَن لم يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أيَّامٍ في الحَجِّ وسَبْعَةٍ إذَا رَجَعْتُم تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَن لم يَكُن أهْلُهُ حَاضِرِي المَسْجِدِ الحَرَامِ واتَّقُوا اللَّهَ واعْلَمُوا أنَّ اللَّهَ شَدِيدُ العِقَابِ * الحَجُّ أشْهُرٌ معلُومَاتٌ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وتَزَوَّدُوا فَإنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى واتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ * لَيْسَ عَلَيْكُم جُنَاحٌ أن تَبتَغُوا فَضْلاً مِّن رَّبِّكُم فَإذَا أفَضْتُم مِّنْ عَرَفاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِندَ المَشْعَرِ الحَرَامِ واذْكُرُوهُ كما هَدَاكُم وإن كُنتمُ من قَبْله لِمَنَ الضَّالِّينَ * ثُمَّ أَفِيضُوا مِن حَيْثُ أفَاضَ النَّاسُ واسْتَغفِرُوا اللَّهَ إنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيم * فَإذَا قَضَيْتُم مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّه كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُم أو أشَدَّ ذِكْراً فَمِنَ النَّاسِ من يَقُولُ رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيَا ومَا لَهُ في الآخِرَةِ مِن خَلاق * وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنةً وفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وقِنَا عَذَابَ النَّارِ * أُوْلَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا واللَّهُ سَرِيعُ الحِسَابِ * واذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ معْدُودَاتٍ فَمَن تَعَجَّلَ في يَومَيْنِ فَلَا إثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى واتَّقُوا اللَّهَ واعْلَمُوا أنَّكُم إِلَيْهِ تُحْشَرُون }.

من سورة البقرة الآيات 196 – 203.

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil-haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal. Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (`Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.

Syarh Mufradat

وأتموا الحج والعمرة لله : :Jika kamu sudah memulai mengerjakan manasiknya, maka kamu wajib menyempurnakan, dan jika kamu meninggalkan maka kamu wajib mengkodhonya
أُحْصِرتُم : Terhalang menyempurnakan manasik karena musuh atau lainnya
: استَيْسَر : Mudah
الهَدْي : hewan ternak yang dihadiahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, ketika terhalang menyelesaikan haji maka menyembelih minimal seekor kambing
مَحِلَّه : Tempat yang digunakan untuk menyembelih hewan, yaitu Mina, dan Marwa untuk yang umrah
صيام أو صَدقة أو نُسك : Barang siapa yang tidak bisa mencukur rambut karena sakit, maka ia wajib membayar fidyah dengan berpuasa tiga hari, atau memberi makan enam orang miskin, atau menyembelih seekor kambing.
فإذا أمِنتم : Dari kata “aman”, artinya jika kamu mampu menyempurnakan manasik haji
فمن تمتَّع بالعمرة إلى الحج : Tamattu’(bersenang-senang), yaitu ihram dari miqat dengan niat umrah, memasuki Makkah dan berumrah, kemudian tahallul dari ihram, kembali kepada kehidupan normal menunggu tanggal 8 Zhulhijjah untuk niat ihram haji dan melaksanakan manasik haji. Pada waktu menunggu haji itu ia menikmati segala sesuatu. Karena itulah ia wajibmemotong seekor kambing, jika tidak ada maka ia berpuasa sepuluh hari dengan rincian tiga hari di saat haji, dan tujuh hari ketika pulan ke tanah airnya. Haji tamattu’ ini berlaku bagi selain penduduk Makkah, atau yang tinggal di Makkah.
أشهر معلومات : Bulan-bulan yang telah ditentukan yaitu: Syawwal, Dzul Qa’dah dan sepuluh hari Dzulhijjah
فرض فيهنَّ الحج : Telah mewajibkan pada dirinya sendiri untukMenyempurnakan ihram
فلا رَفث : Rafats: bicara tentang hubungan seks dan pengantarnya, bermakna pula hubungan seks
ولا فُسوق : Berbuat maksiat
وتزودوا : Bekal perjalanan dan bekal ketaqwaan. Sebagian bangsa Arab di zaman jahiliyah berangkat haji tanpa bekal, dengan semboyan: ”kita menuju ke rumah Allah, mana mungkin Allah tidak memberi kami makan”.
أن تَبْتَغوا فضلاً : Mencari anugerah, Semula kaum muslimin engganberdagang pada musim haji, lalu turunlah ayat ini yang mempebolehkan mereka berdagang
ذا أفَضْتُم : Kamu turun, singgah
فإالمَشْعَر الحرام : Muzdalifah
ثم أفيضوا من حيثُ أفاض الناس : Dahulu suku Quraisy wuquf di Muzdalifah, dan yanglainnya di Arafah, maka turunlah perintah kepada suku Quraisy untuk wuquf bersama dengan yang lainnya di Arafah
أيام مَعدودات : Hari-hari tertentu yaitu: hari tasyriq, tanggal 11 sampai 13 Dzulhijjah

.

1. Seputar Manasik Haji

Firman Allah: QS. Al Hajj: 24-37

بسم الله الرحمن الرحيم

{ إنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا ويَصُدُّونَ عَن سَبِيل اللَّهِ والمَسْجِدِ الحَرَامِ الذي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً العَاكِفُ فِيهِ والبَادِ ومَن يُرِدْ فِيهِ بإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * وإِذْ بَوَّأْنَا لإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ البَيْتِ أن لا تُشْرِكْ بِي شَيئاً وطَهِّرْ بَيْتِي لِلطَّائِفِينَ والقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ * وأَذِّن فِي النَّاسِ بِالحَجِّ يَأتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ، لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ ويَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى ما رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَكُلُوا مِنْها وأَطْعِمُوا البَائسَ الفَقِيرَ * ثُمَّ ليَقْضُوا تَفَثَهُمْ ولْيُوفُوا نُذُورَهُمْ ولْيَطَّوَّفُوا بِالبَيْتِ العَتِيقِ * ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيرٌ لَّهُ عِندَ رَبِّهِ وأُحِلَّتْ لَكُمُ الأَنْعَامُ إلَّا مَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأوْثَانِ واجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ، حُنَفَاءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأنَّما خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ * ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّم شَعَائر اللَّهِ فَإنَّها مِن تَقْوَى القُلُوبِ * لَكُم فِيهَا مَنَافِعُ إلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ مَحِلُّهَا إلى البَيْتِ العَتِيقِ، ولِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنَسكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الأَنْعَامِ فإلهُكُم إلهٌ واحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ المُخبِتينَ * الَّذِينَ إذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ والصَّابِرِينَ عَلَى مَا أصَابَهُم والمُقِيمي الصَّلاةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُم يُنفِقُونَ * والبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم من شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُم فِيهَا خَيرٌ فاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وأَطْعِمُوا القَانِعَ والمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرنَاها لَكُم لَعَلَّكُم تَشْكُرُون * لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُها ولَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُم كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُم لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ المُحْسِنِينَ}.

من سورة الحج الآيات: 24 – 37.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih. Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku` dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfa`at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi`ar-syi`ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. Bagi kamu pada binatang-binatang hadyu, itu ada beberapa manfa`at, sampai kepada waktu yang ditentukan, kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Baitul Atiq (Baitullah). Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

Syarhul mufradat

العاكُف فيه : Pemukim
الباد : Yang zhahir (tampak) dari kata bada, yang berarti tampak, dan yang dimaksud adalah pengunjung
بإلحاد : orang yang ingin berbuat ilhad (bertentangan dengan agama, menghujat agama), huruf ba’ di sana berstatus zaidah (tambahan) sehingga bermakna: barangsiapa yang ingin berbuat ilhad di sana
بَوَّأنا : Kami siapkan
رجالاً : Berjalan kaki
وعلى كل ضامر : Menaiki kendaraan yang kurus karena lelah dan lapar sebab perjalananفج : Jalan yang luas antara dua bukit
ويذكروا اسمَ الله في أيام معلوماتٍ على ما رَزقهم من بهيمة الأنعام : Kata lain dari penyembelihan hewan qurban pada hari nahar (10 zulhijjah) dan hari tasyriq (11-13 zulhijjah)
حنفاء لله : Yang istiqamah di jalan lurus
حُرمات الله : Bentuk jama’ kata hurmah, yaitu segala sesuatu yang tidak boleh dilanggar
شعائر الله : Hewan yang disembelih sewaktu haji
لكم فيها منافع : Diperbolehkan memanfaatkannya untuk dinaiki sehingga sampai ke tempat pemotongan
محلها : Tempat halalnya
منسكا : Tempat penyembelihan hewan untuk ibadah haji
المُخبِتين : Orang-orang khusyu, dan tunduk
البُدْن : Bentuk jama’ dari kata badanah: onta
صوافَّ : Yang dibariskan kakinya untuk persiapan penyembelihan. Dan onta itu disembelih dalam keadaan berdiri di atas tiga kaki.
وجبت جنوبها : Tenang di atas tanah karena sudah mati
القانع : Orang miskin yang tidak meminta minta
المعترّ : Orang yang meminta minta

.

2. Kewajiban Haji

Firman Allah: QS. Ali Imran: 96-97

بسم الله الرحمن الرحيم

{ إنَّ أوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ للَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِّلعَالَمِينَ، فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَّقَامُ إبْرَاهِيمَ ومَن دَخَلَهُ كَانَ آمِناً ولِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً ومَن كَفَرَ فَإنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِينَ }.

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Penjelasan Mufradat:

بكة : Makkah

مقام إبراهيم : Batu yang dinaiki Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah. Semula batu itu menempel dengan Ka’bah kemudian digeser ke belkang di zaman Umar bin Khaththab ra agar tidak berdesakan antara orang-orang yang thawaf dan yang shalat di sisi maqam, karena sebagian dari sunnah adalah shalat dua rakaat di belakangnya.

3. Miqat

Firman Allah: QS Al Baqarah: 189

{ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالحَجِّ وَلَيْسَ البِرُّ بِأن تَأْتُوا البُيُوتَ مِن ظُهُورِهَا ولَكِنَّ البِرَّ مَنِ اتَّقَى وَأْتُوا البُيُوتَ مِنْ أبْوَابِهَا واتَّقُوا الله لَعَلَّكُم تُفْلِحُون َ}.

من سورة البقرة الآية 18

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

Penjelasan Mufradat:

الأهِلَّة : Bentuk jama’ dari kata hilal, yaitu bulan yang terbit pada tiga malam pertama setiap bulan. Kaum muslim menanyakan tentang bulan yang berubah, lalu dijawab bahwa hal itu untuk batas waktu ibadah dan pekerjaan manusia.

4. Sa’i

Firman Allah: QS. Al Baqarah: 158

{ إنَّ الصَّفَا والمَرْوَة مِن شَعائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أن يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَإنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيم ٌ}. من سورة البقرة الآية 158.

Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa`i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

Penjelasan Mufradat:

فلا جُناح : Tidak berdosa, hal ini karena kaum muslimin keberatan melaksanakan s’ai dari Safa ke Marwa yang juga mereka lakukan di masa jahiliyah. Maka Allah menjelaskan bahwa sa’I adalah termasuk sya’airillah. Bangsa Arab melakukan ini sejak Nabi Ibrahim, hanya saja mereka meletakkan berhala di Shafa dan Marwa. Ketika berhala itu dibersihkan di zaman Islam maka tidak ada lagi keberatan untuk menghidupkan sya’airillah dengan sa’iy

5. Haji Dalam Sunnah

Pada fasal ini akan diterangkan haji yang dilakukan oleh Rasulullah saw sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah ra yang saat itu menuntun kendaraan Nabi saw. Peristiwa ini juga diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud dengan lafaz berikut ini. Bukhari, Nasai, dan Tirmidzi meriwayatkan sebagiannya. Haji Rasulullah ini dinamakan Haji Wada’ satu-satunya haji yang dilakukan Rasulullah saw.

Adapun riwayat-riwayat lain dalam sunnah yang terkait dengan haji sebagian besarnya berkisar tentang hukum-hukum haji dan manasik haji.

Hadits tentang Haji Wada’

Dari Jabir bin abdillah ra berkata: bahwa Rasulullah saw selama sembilan tahun menetap (di Madinah) belum melaksanakan haji. Kemudian diumumkan kepada kaum muslimin pada tahun ke sepuluh bahwa Rasulullah saw akan menunaikan haji. Maka berdatanganlan kaum muslimin ke Madinah untuk bermakmum dengan Rasulullah saw, mengerjakan seperti yang Ia kerjakan. Lalu kami berangkat bersamanya hingga di Dzilkhulaifah [1] Asma’ binti Umais [2]melahirkan Muhammad bin Abu Bakar. Kemudian ia mengutus seseorang menghadap Nabi, menanyakan tentang : “Apa yang harus saya lakukan?” Nabi menjawab: Hendaklah ia mandi dan memakai kain pembalut (untuk mencegah aliran darah) dan berniatlah ihram. Kemudian Rasulullah shalat [3] di masjid kemudian mengendarai al qashwa’[4] dan ketika sudah tegak ontanya di al baida [5] aku memandang sejauh pandanganku terhampar para pengendara dan pejalan kaki, di sebelah kanannya seperti itu, sebelah kirinya juga di belakangnya. Dan Rasulullah ada di hadapanku, saat itulah turun Al Qur’an, Rasulullah mengetahui ta’wilnya. Dan apapun yang beliau amalkan kami melakukannya. Rasulullah mengeraskan talbiyah : «لَبَّيك اللهمَّ لبيك، لَبَّيك لا شَريك لك لَبيك، إن الحمدَ والنِّعمة لَكَ والملك، لا شَريك لك dan kaum muslimin bertalbiyah dengan talbiyah itu. Dan Rasulullah terus menerus bertalbiyah. Jabir berkata: Kami tidak berniat kecuali untuk haji, kami tidak mengetahui umrah[6], sehingga ketika kami bersama Rasulullah sampai di Baitullah, ia mencium hajar aswad, kemudian berjalan cepat tiga putaran dan berjalan biasa empat putaran. Kemudian Beliau menuju ke maqam Ibrahhim, dan membaca واتَّخذوا من مَقام إبراهيم مُصلَّى (dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat) Rasulullah menjadikan maqam Ibrahim ada di antaranya dan Baitullah, Rasulullah menbaca dalam dua rakaat itu { قُلْ هُوَ الله أَحد } و{ قُلْ يَا أيُّها الكَافِرُون } kemudian kembali ke hajar aswad, menciumnya kemudian keluar menuju ke bukit Shafa. Ketika sudah dekat dengan bukti shafa ia membaca { إنَّ الصَّفا والمَروة من شَعائِرِ الله} mulailah sebagaimana Allah memulainya, lalu Ia memulai dari Shafa, naik ke atas bukit hingga bisa melihat Ka’bah, Ia menghadap kiblat bertauhid dan bertakbir, dan membaca

« لا إله إلا الله وحده لا شَريك له، له المُلك وله الحَمد وهو على كل شيء قدير، لا إله إلا الله وحده، أنجز وعده، ونَصر عبده، وهَزم الأحزاب وحده»

“ Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Maha Esa Allah, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kekuasaan, dan milik-Nya pula segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Maha Esa Allah, Meluluskan janji-Nya, Menolong hamba-Nya dan Menghancurkan pasukan musuh Sendirian”. Kemudian berdoa di antaranya, Ia membacanya tiga kali. Kemudian turun menuju ke Marwa, sehingga ketika kakinya menginjak lembah ia berjalan cepat, lalu ketika tanjakan naik ia jalan biasa sehingga sampai di Marwa. Ia melakukan di Marwa sebagaimana ia melakukan di Shafa. Sampai ketika usai berkeliling Marwa, bersabda: Jika aku sudah memulai urusanku, aku tidak kembalike belakang, aku tidak membawa hewan dam, maka aku jadikannya umrah. Maka barang siapa di antara kalian tidak membawa hewan dam hendaklah tahallul dan menjadikannya umrah. Lalu Suraqah bin Malik berdiri dan bertanya: Ya Rasulallah, hal ini berlaku untuk tahun ini saja atau untuk selamanya? Lalu Rasulullah menggabungkan jemari kedua tangannya dan bersabda: “ Umarah dapat masuk ke dalam haji, dua kali Ia katakan. Tidak hanya tahun ini tetapi untuk selama-lamanya. Ali bin Abi Thalib saat itu baru tiba dari Yaman dengan beberapa ekor onta milik Rasulullah saw. Ia mendapati Fathimah ra termasuk yang telah tahallul, dan mengenakan pakaian yang beraroma wewangian serta memakai sipat mata. Ali tidak menerima sikap Fathimah ini, lalu Fathimah berkata: Sesungguhnya ayahku yang menyuruhku mengenakannya. Maka Ali berkata dengan loghat Irak, lalu mendatangi Rasulullah saw mengadukan apa yang dilakukan oleh Fathimah, meminta fatwa kepada tentang apa yang dilakukan Fathimah. Lalu aku sampaikan kepadanya bahwa aku tidak bisa menerima sikap Fathimah (yang memakai wewangian). Lalu Nabi menjawab: Fatimah benar, Fatimah benar. Apa yang kamu ucapkan ketika aku berniat haji? Ali menjawab: aku berkata: Ya Allah sesungguhnya aku berihram sebagaimana ihram Rasul-Mu. Nabi bersabda: Sesungguhnya aku memiliki hewan dam, maka kamu jangan tahallul. Kata Jabir: hewan dan yang dibawa Nabi sejumlah seratus ekor hewan. Maka kaum muslimin bertahallul semua dengan memotong rambitnya kecuali Nabi dan orang-orang yang membawa hewan dam. Kemudian ketika tiba hari tarwiyah mereka menuju ke Mina dengan ihram haji, dan Rasulullah menaiki kendaraan, melaksanakan shalat zhuhur, ashar, maghrib, isya’ dan subuh, kemudian diam sejenak sehingga terbit matahari, dan menyuruh membuat kemah di Namirah lalu Ia menuju ke sana. Suku Quraisy yakin bahwa Nabi akan wuquf di Masy’aril Haram, sebagaimana yang biasa dilakukan suku Quraisy di masa jahiliyah. Rasulullah melintasinya sehinga sampai di Arafah, dan melihat tendanya telah dibuat di Namirah. Rasulullah ada di sana sehingga matahari bergeser. Rasulullah menyuruh onta Qashwa’nya disiapkan, kemudian Beliau pergi ke lembah Arafah menyampaikan khuthbahnya:

“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian adalah haram sebagaimana keharaman hari ini, bulan ini, di negeri ini. Ingatlah sesungguhnya segala urusan jahiliyah telah gugur di bawah kakiku, darah di masa jahiliyah juga telah gugur. Dan sesungguhnya darah pertama yang gugur adalah darah Ibnu Rabi’ah bin Al Harits, yang pernah menyusu di Bani Sa’d lalu dibunuh oleh Hudzail. Riba jahiliyah juga gugur, dan yang pertama gugur adalah riba Abbas bin Abdil Muththalib, maka semuanya telah gugur. Bertaqwalah kepada Allah tentang wanita, karena sesungguhnya kalian mengambilnya dengan amanah Allah, kamu menghalalkannya dengan kalimat Allah, kalian memiliki hak atas mereka agar tidak memasukkan siapapun yang tidak kau sukai ke dalam rumahmu, dan jika mereka melakukannyya maka pukullah ia dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Dan kamu berkewajiban atas mereka itu rizkinya dan pakaiannya dengan layak. Dan sesungguhnya telah aku tinggalkan untukmu yang jika kamu berpegang dengannya tidak akan sesat selamanya: Kitabullah. Dan kalian telah bertanya kepadaku, maka apa yang anda katakana? Mereka menjawab: Kami bersaksi bahwa engkau telah sampaikan, telah kau tunaikan, dan telah kau beri nasehat. Kemudian Ia angkat telunjuknya ke langit, dan dibalikkan kepada kaum muslimin: Ya Allah, saksikanlah, 3x

Kemudian dikumandangkan adzan, lalu qamat lalu shalat zhuhur, kemudian qamat dan shalat ashar. Di antara kedua shalat itu Nabi tidak melakukan apa-apa, kemudian Rasulullah naik kendaraannya sehingga sampai di tempat wukuf. Perut onta qashwanya menyentuh batu. Rombongan pejalan kaki ada di sekitarnya menghadap kiblat, dan terus wukuf di sana sehingga matahari terbenam, dan hilang rona kkuning sehingga hilang rona kuning. Usamah menyusul di belakangnya. Rasulullah saw turun di Muzdalifah dengan mengekang kendali Qashwa, sehingga kepala qashwa menyentuh kakinya, dan telunjuk kanannya mengingatkan: “ Wahai manusia! Tenang,tenanng. Setiap kali melintasi bukit ia istirahat sejenak sebelum mendakinya, sehingga sampai di Muzdalifah. Kemudian beliau shalat maghrib dan isya’ dengan satu adzan dan dua qamat, dan tidak bertasbih sedikitpun di antara keduanya.

Kemudian Rasulullah berbaring sejenak sehingga terbit fajar, melaksanakan shalat shubuh ketika datang waktunya dengan adzan dan qamat, kemudian ia mengendarai qashwa, ketika sampai di Masy’aril haram, ia menghadap kiblat, berdoa, bertakbir, bertahlil, dan bertauhid. Beliau terus wukuf sehingga terang cahayanya sebelum terbit. Kemudian berangkat sebelum matahari terbit. Al Fadhl ibn Abbas menyertainya. Seorang yang berambut indah berkulit putih bersih. Ketika Rasulullah berjalan rombongan wanita melintasinya, spontan Fadhl melihatnya. Rasulullah segeran menutupkan tangannya di wajah Fadhl, lalu Fadhl memalingkan wajahnya melihat ke sisi lain. Lalu Rasulullah meletakkan tangannya ke sisi wajah Al Fadhl yang lain, memalingkan wajahnya ke sisi lain, sehingga sampai di Bathnu Muhassir (terletak sebelum Mina, merupakan tempat datangnya murka Allah kepada tentara Abrahah), bergerak sebentar lalu melintasi jalan tengah yang keluar di Jumrah Kubra. Sesampai di Jumrah, di dekat pohon Rasulullah melontarnya dengan tujuh batu, bertakbir setiap melontar. Beliau melontar dari dalik lembah. Kemudian berangkat ke tempat penyembelihan kurban, lalu menyembelih sendiri enam puluh tiga ekor. Kemudian ia serahkan pisau kepada Ali bin Abi Thalib meneruskan penyembelihan berikutnya dengan menyertakan hewan hadyu (dam hajinya). Kemudian beliau memerintahkan untuk mengambil sebagian daging onta, diletakkan di qidr (panic) dimasak dan Rasulullah makan darging dan minum kuahnya.

Kemudian menaiki kendaraannya sehingga sampai di Ka’bah, shalat zhuhur di Makkah. Mendatangi Bani Abdil Muththalib yang sedang berada di sekitar zam-zam. Rasulullah bersabda: “ Ambillah dengan timba, dan tariklah talinya. Kalau tidak khawatir akan dianggap sebagai manasik haji, tentu aku akan menarik bersamamu, wahai Bani Abdil Muththalib. Bani Abdil Muththalib memberikan timba kepada Nabi, lalu minum darinya”. []

___
Catatan Kaki:
[1] Miqat dari Madinah, berjarak sekitar 10 km dari Madinah, disebut juga Bir Ali
[2] isteri Abu Bakar ra
[3] shalat ashar di masjid Dzilkhulaifah
[4] nama onta Rasulullah saw
[5] tempat yang lebih tinggi di padang pasir
[6] Mereka tidak mengetahui kemungkinan umrah bersamaan dengan haji.

About these ads

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Hingga kini, Visa Haji Gelombang Dua Belum Selesai