Figure Archives: Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Menghidupkan Sunnah Dalam Berhari Raya

Seorang muslim harus menghidupkan sunnah dalam berhari raya. Dengan mengikuti sunnah dalam berhari raya dan mengisi bulan Syawal maka bekas-bekas Ramadhan masih melekat kuat dalam diri kita. Jangan sampai, ketika kita berpisah dengan Ramadhan maka berpisah juga dengan amalan Ramadhan seperti pemandangan selama ini. Untuk itu butuh itikad dan usaha kuat dalam rangka mempertahankan amalan Ramadhan bahkan justru semakin meningkat sesuai dengan makna Syawal tersebut.

Baca selengkapnya »

Tiga Penyelamat dan Tiga Perusak

Rasulullah SAW berkata, “Ada tiga hal yang menyelamatkan dan tiga hal yang merusak. Yang menyelamatkan adalah takwa kepada Allah dalam sepi maupun ramai, berkata benar (adil) dalam kondisi ridha maupun marah, dan bersikap sederhana dalam keadaan kaya maupun miskin. Sedangkan yang merusak adalah bakhil yang kelewatan, nafsu yang diikuti, dan menyombongkan diri sendiri.” (HR Baihaqi).

Baca selengkapnya »

Manusia Mengembara

Suatu hari, Rasulullah SAW memegang pundak Abdullah bin Umar. Beliau kemudian berpesan, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara”. Rupanya, putra Umar bin Khattab itu sangat terkesan dengan ucapan singkat Rasulullah hingga dia berkata, antara lain, “jaga nikmat hidupmu sebelum ajal menjemputmu”.

Baca selengkapnya »

Rumah Impian

Rumah adalah ruang privasi, tempat di mana rahasia keluarga disimpan rapat-rapat. Rumah adalah istana tempat seluruh keluh kesah diceritakan, segala cita-cita dibincangkan, semua keinginan diutarakan tanpa perlu merasa canggung sebab semua terikat dalam garis keluarga.

Baca selengkapnya »

Sebutir Noda di Hati

Sungguh, hati yang selalu terselimuti dengan keimanan senantiasa menghasilkan kejernihan pikiran dan akan terhindar dari butiran noda yang menyelimuti. Hati manusia itu diumpamakan sehelai kertas putih yang bersih, ketika dia berbuat dosa munculah sebuah bintik hitam pada kertas itu. Ketika ia beristighfar dan mengerjakan shalat, bintik hitam itupun hilang. Demikian seterusnya hati akan tetap bersih selama ia tetap beristighfar dan mendirikan shalat. Jika ia tidak pernah beristighfar dan mendirikan shalat maka hati itu akan dipenuhi bintik hitam yang pada akhirnya akan menutupi seluruh hatinya menjadi hitam legam penuh kegelapan. “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan dirinya dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.” (QS. Al A’laa : 14-15)

Baca selengkapnya »

Kemudahan dan Takdir Allah

Jika kemudahan itu bagian dari nikmat, maka sudah dapat dipastikan datangnya dari Allah (min Allah = dari Allah). Sedangkan kesulitan, jika itu bagian dari musibah atau kesengsaraan maka itu berasal dari sebab perbuatan diri kita sendiri (min nafsika = dari nafsumu). Meskipun tidak selamanya kesulitan itu sesuatu yang negative sebagaimana seseorang yang mengambil pekerjaan sebagai seorang direktur tentu mendapatkan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding seorang office boy dalam sebuah perusahaan.

Baca selengkapnya »