Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)akhwat sed

dakwatuna.com – Tak ada yang tahu kapan kita akan mati, tapi kita tahu kapan waktu untuk shalat; segerakan

Tak ada yang tahu kapan kita bisa bayar hutang, tapi kita tahu kapan waktu kita harus kerja agar berpenghasilan; segerakan

Tak ada yang tahu kapan kita menikah, tapi kita tahu kapan waktu kita harus mempersiapkan; segerakan.

Tak ada yang tahu jumlah dosa kita di hadapan Allah, tapi kita tahu kapan waktu kita harus bertaubat; segerakan.

Tak ada yang tahu kapan masa suka berganti duka, oleh karena itu bersyukurlah kapanpun; segerakan.

Tak ada yang tahu apa kita akan sukses, tapi kita tahu kapan waktu untuk berusaha; segerakan.

Tak ada yang tahu apakah keridhaan Allah ada pada yang kita kerjakan atau tidak, tapi kita tahu kapan waktu untuk bersegera mencari tahu; segerakan.

Tak ada yang tahu apakah kita masuk ke surga atau tidak, tapi kita selalu tahu kapan waktu untuk beribadah, segerakan.

Tak ada yang tahu apakah kita dicintai Allah atahu tidak, tapi kita selalu tahu kapan waktu untuk mengaji agar dicintai Allah, segerakan.

Tak ada yang tahu kapan ayah dan bunda meninggal, tapi kita selalu tahu kapan harus mendoakan, berbakti, menjaga, merawat meminta maaf; segerakan.

Tak ada yang tahu kapan kita akan futur, tapi kita selalu tahu kapan waktu liqo; segerakan.

Tak ada yang tahu kapan kita akan kecewa, tapi kita selalu tahu kapan waktu untuk meluruskan harap; segerakan.

Tak ada yang tahu kapan kita akan berhenti saling rindu, tapi kita selalu tahu kapan kita harus saling mendoakan; segerakan.

Karena kita manusia. Kita tak tahu.
Karena kita manusia. Kita memiliki nafsu.
Karena kita manusia. Kita selalu ragu.

Tapi Allah tahu semua itu, Allah Maha tahu, ilmu Allah meliputi segalanya. Allah mengatur segalanya. Allah tempat kita kembali, Allah tujuan terbaik, Allah teman terindah, Allah Segalanya.

Oleh karena Itu, Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Harus menjadi doktrin, prinsip hidup, etika bermain dalam dunia Allah.

Segerakan.