Simbolisasi peletakan batu pertama pembangunan 10 rumah relokasi bagi warga terdampak banjir Garut. Kamis (3/11). (Deni/Putri/PKPU)
Simbolisasi peletakan batu pertama pembangunan 10 rumah relokasi bagi warga terdampak banjir Garut. Kamis (3/11). (Deni/Putri/PKPU)

dakwatuna.com – Garut.  Banjir bandang Garut yang terjadi tempo hari telah menyisakan kerugian yang tidak sedikit bagi para warga terdampak. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati, data pengungsi yang terdampak banjir bandang berjumlah 787 KK (2.525 jiwa) dan data rumah rusak berjumlah 2.529 unit dengan rincian 830 rusak berat, 473 rusak sedang, dan 1.226 rusak ringan.

Memasuki masa rehabilitasi pasca bencana, Kamis (3/11) PKPU bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut melakukan simbolisasi peletakan batu pertama pembangunan 10 rumah relokasi bagi warga terdampak banjir. Pembangunan rumah berlokasi di blok kopi lombong kampung Pamoyanan, Kelurahan Sukagalih kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut.

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman dalam sambutannya mengatakan, “Ini adalah bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pemulihan bagi warga terdampak banjir Garut. Mereka yang diberikan rumah adalah yang rumahnya hancur, hanyut terbawa banjir dan berada dalam zona berbahaya dari pinggir sungai Cimanuk.  Kita berupaya agar masyarakat Garut segera bangkit dari musibah ini”.

Rumah yang berukuran luas 36 m2 dan luas tanah 60 m2 dengan luas total lahan 4,134 m2 ini diharapkan akan selesai proses pembangunannya pada awal tahun 2017, sehingga diharapkan warga terdampak yang saat ini masih tinggal di pengungsian bisa segera menempati dan memulai hidup kembali.

PKPU berperan aktif dalam respon terhadap bencana banjir di Garut sejak hari pertama melalui berbagai program. Mulai dari tahap tanggap darurat seperti penyediaan dapur air, distribusi perlengkapan sekolah, gotong royong bersama warga dalam pembersihan sisa lumpur banjir hingga bedah sekolah dan distribusi gerobak bagi warga terdampak agar dapat berjualan kembali. (Deni/Putri/PKPU/SaBah/dakwatuna)