Topic
Home / Arsip Kata Kunci: rajut

Arsip Kata Kunci: rajut

Merajut “Kemesraan” Abadi Bersama Ramadhan

Semoga, semoga kitab suci kami akan tetap bersih dari debu di sebelas bulan mendatang, lalu mulut kami selalu basah oleh lantunan indah firman-Nya. Semoga juga semain banyak orang-orang yang kami sambangi untuk bersilaturahim setelah kau pergi Ramadhan, sama seperti segudang agenda Bukber yang ada selama kita bersama. Semoga semangatnya kami untuk bisa bangun pagi lalu shalat shubuh berjamaah tetap bisa kami jaga setelahnya, sama seperti semangatnya kami bangun pagi untuk sahur. Semoga, semoga semua kebaikan yang yang telah kita goreskan bersamamu Ramadhan, kemesraannya akan tetap abadi. Meski, kami tau duhai Ramadhan terkasihku, kau akan pergi setelah satu bulan kita bersama.

Baca selengkapnya »

Merajut Cinta di Jalan Dakwah

Siapapun engkau yang berada di jalan dakwah ini, jangan pernah kesampingkan rekan seperjuangan yang sama-sama meniti karir di sini. Di jalan dakwah ini kita telah menemukan seonggok kisah cinta yang begitu mempesona. Dari berbagai rupa wajah dan keadaan, dari beranekanya adat kebiasaan...

Baca selengkapnya »

Menyimak Kicau Merajut Makna

Menyimak Kicau Merajut MaknaJudul buku : Menyimak Kicau Merajut Makna Penulis : Salim A. Fillah Penerbit : Pro-U Media Cetakan Ke : 2 Tahun Terbit : 2012 Tebal Halaman : 408 halamanJawaban terindah pada pemfitnah: “Jika kau benar, semoga Allah mengampuniku. Jika kau keliru, semoga Allah mengampunimu.” Jawaban terbaik pada penghina dan pencela kehormatan: “Yang kau katakan tadi sebenarnya adalah pujian, sebab aslinya diriku lebih mengerikan.” Jawaban teragung pada caci maki dan kebusukan: “Bahkan selalu ingin membalas, aku tak kuasa. Sebab aku tak punya kata-kata keji dan nista.” Terjawablah pujian: “Moga Allah ampuni aib yang tak kau tahu; tak menghukumku sebab sanjungmu; dan jadikanku lebih baik dari semua itu.” Jawaban termulia pada yang memuji: “Semoga Allah ampuni yang tak kau ketahui, semoga doamu membaikkan diriku dan dirimu.” Kata-kata indah di atas adalah salah satu “kicauan” Salim A. Fillah. Masih banyak lagi “kicauan” yang penuh pembelajaran, dan semuanya terangkum dalam buku “Menyimak Kicau Merajut Makna”. “Menyimak Kicau Merajut Makna” adalah judul buku terbaru dari Salim A. Fillah. Buku ini merupakan kumpulan tweet dari akun @salimafillah. Kumpulan “kicauan” yang penuh dengan makna, pantas untuk dijadikan muhasabah diri. Di dalam buku ini pun dibahas mengenai adab twitter. Tak hanya itu, buku ini juga menjelaskan bagaimana adab berpuji, adab bicara, adab menasihati, dan masih banyak lagi. Selain kumpulan tweet dari akun @salimafillah, disuguhkan pula kultwit spesial Ramadhan. Kata-katanya begitu memukau. Salim A. Fillah begitu lihai dalam merajut dan merangkai potongan kata-kata dalam tweet-nya menjadi kalimat yang penuh makna. Jika membaca buku ini, maka akan kau temukan pengalaman yang luar biasa. Buku ini adalah sebuah renungan, penuh motivasi, inspirasi, dan juga hikmah. Salim A. Fillah sukses membuat pembacanya “tenggelam” dalam “kicauan”nya. Begitu menyegarkan, memberikan energi yang luar biasa! Dan, Salim A. Fillah pun membuat pembaca benar-benar menyimak “kicau”nya dan merajut makna bersama, menyelami samudera kata-kata mutiara yang mampu menggugah jiwa. Seuntai kicauan berserakan, dari hamba Allah yang tertawan dosanya; santri yang tertahan kejahilannya, yang berharap dapat berbagi manfaat dalam faqir dan dha’ifnya.

Baca selengkapnya »

Lupa

Sehabis kepala dipindahkan ke lutut dan mata berpindah ke kaki, kemudian wangi daun tergilas di lumbung jalanan, Ada pepatah bilang air beriak tanda tak dalam, entah apapun itu... tetapi aku lupa jalan pulang, ketika tak satupun kata yang bisa ku rajut menjadi sebuah tanya, Di ujung sana, kau terus saja memandang, Berharap aku yang waras menjadi gila dan ketika aku gila.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization