Home / Robiyatul Adawiyah

Robiyatul Adawiyah

Guru di Sumatera Utara.

Menghalau Rasa

Benderangnya tak terbendung, Kesilauan, Sudah dihalau tetap kemilau,Ini terlalu pagi, Bendung pesona yang terpukau, Sebab engkau belum terjangkau, Aku bersikukuh, Aku takut Tuhanku, Bila Rohim-Nya terlempar menjauh, Padahal kerlipnya begitu memukau, Aku terpaku, Bagaimana jadinya daku?.

Baca selengkapnya »

Berkah Pagi

Usah lengah berbenah menyambut pagi, Pagi membagi rizki, Selaksa asa, Sejumput sejuk embun, Kalau tak ingin hina julurkan kaki dan tangan, Berbenah memenuhi mentari pagi, Awal kuncup mekar, Awali khusyuk memasrah pada-Nya, Sebab pagi adalah milik-Nya, Kau, aku dan mereka yang bertasbih dengan kicauannya, Juga angin yang menyapu lembut hela-hela kulit basah daun.

Baca selengkapnya »

Saat Sakaratul Maut

Aku tersentak, Engkau begitu susah untuk menyelesaikannya, Hela demi hela, Sesekali dari pucuk mata ada bening, Lidahmu tak jua berucap kalimat suci, Dadaku disesaki rasa sesal tak berujung, Kenapa sabarku dulu luruh selalu mengajakmu, Inikah sakit di atas sakit, Setiap orang kan dihampiri, Tubuh bergetar, Di kulit semaput peluh bercecer.

Baca selengkapnya »

Merenda Ujung Penantian Kita

Galau. Risau. Atau khawatir. Itulah perasaan yang melanda sebagian besar perempuan yang sedang menanti siapakah gerangan yang akan mengajaknya mengarungi samudera bernama rumah tangga. Kebahagiaan plus tanda tanya ‘kapan ya giliranku?’ akan hadir tatkala mendengar sebuah pernikahan dilangsungkan. Suatu kenormalan bila demikian. Semoga tidak berlarut-larut hingga berujung pada frustasi.

Baca selengkapnya »