Home / Hermanto Harun

Hermanto Harun

Lahir di Batu Penyabung Sarolangun Jambi. Mengabdi kepada negara sebagai tenaga pengajar di beberapa institusi Pendidikan di Jambi. Dosen Fak Syariah IAIN STS Jambi. Alumni Ph.D National University of Malaysia. Dosen Pascasarjana & Kepala Pusat Penetian dan Penerbitan IAIN STS Jambi.

Qurban Dalam Kepungan Asap

Persoalan kabut asap yang berubah status menjadi bencana bagi manusia tersebut menunjukkan, bahwa pemaknaan taqwa masih sangat parsial, yang masih terkungkung dalam ruang ‘ibadah mahdhah semata. Sehingga ranah ekologis dianggap persoalan ‘luar’ yang tidak memiliki akar teologis. Jadinya, alam yang terbentang luas tersebut dianggap bebas dieksploitasi tanpa memikirkan danpak negatifnya. Padahal, kata al-ardh (bumi) yang diungkapkan dalam Alquran memiliki indikasi kuat, bahwa Alquran menjadikan kata al-ardh itu sebagai salah satu terma dalam mengungkapkan tentang urgensi lingkungan.

Baca selengkapnya »

Ambiguitas ISIS

Di tengah gempita tentang berita ISIS, wujud organisasi yang mengusung “Negara Islam” ini bermetamorfosa dari sekadar opini tentang komunitas kecil yang berjuang dengan idealisme ‘keliru’ yang mereka yakini, selanjutnya menjadi kabar tentang sebuah kekuatan ideologi yang seram dan sangat menakutkan. Akhirnya, hampir sulit dipisahkan, antara pemberitaan ISIS sebagai pembelajaran tentang “salah-kaprah”nya pemahaman keagamaan Islam yang rahmatan lil alamin dengan menjual ISIS sebagai komuditas penyempurna dari proyek Islamphobia, seperti yang selama ini memang sedang digencarkan.

Baca selengkapnya »

Gaza dan Integritas Keislaman Kita

Perang Gaza, selain menjadi potret ketangguhan keimanan bagi Hamas, juga menjadi parameter ketersentuhan nurani bagi manusia beradab. Kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina, khususnya di Gaza menjadi cemeti berharga, masih adakah nurani kemanusiaan itu berdenyut dalam lubuk hati para pembela Zionis, utamanya mereka yang selama ini memuja HAM?

Baca selengkapnya »

Kerikil Politik PKS

Memang jalan panjang perubahan tidak akan selalu datar, sesuai alam yang ditempuh, kadang mendaki kadang pula menurun. Jalan perjuangan tentu tidak selamanya mulus, karena ungkapan perjuangan sendiri adalah bagian sejoli dari kata kegagalan.

Baca selengkapnya »