Ilustrasi. (Foto: fondos.depantalla.com)
Ilustrasi. (Foto: fondos.depantalla.com)

dakwatuna.com

Ketika kita terpecah belah,
dan terbagi menjadi beberapa kelompok,
setiap kelompok merasa bangga dan merasa benar atas apa yang ada pada dirinya,
hingga saling menjatuhkan dan saling menyalahkan,
dengan mencela, membuka aib, memfitnah, dsb.
Sebenarnya siapa yang kita bela? Suatu kelompok atau agama Allah?

Bukankah mencela adalah suatu perbuatan dosa?
Bukankah membuka aib adalah suatu perbuatan dosa?
Bukankah memfitnah adalah suatu perbuatan dosa?

Bukankah setiap orang ditanya atas apa yang telah dirinya kerjakan,
dan tidak ditanya atas orang lain kerjakan?
Lantas mengapa terlalu sibuk mengurusi kesalahan orang lain dan lupa pada diri sendiri?
Kawan, janganlah kita terlalu sibuk mencari kesalahan orang,
hingga kita membinasakan diri sendiri,
diakibatkan perbuatan kita.

Bertanyalah pada diri,
perbaikilah mulai dari diri sendiri.
Karena setiap orang pasti akan ditanya apa yang telah dirinya dikerjakan,
dan tidak ditanya atas orang lain kerjakan.
Pada hari pembalasan yang dijanjikan.