Home / Fatiyatul Islam

Fatiyatul Islam

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Di tengah-tengah usahanya meraih gelar dokter ini turut aktif juga sebagai redaksi di Biro Informasi Media dan Opini Forsalamm UGM.

Liqa Hari Ini

Sebuah liqa akhwat (hudzaifah.org)

Katanya kita merindu zaman dulu. Jangan-jangan kita tidak memaknai kata rindu itu sendiri. Kita hanya merindu, tanpa aksi. Padahal cinta adalah tentang pembuktian melalui kepahaman, keikhlasan, amal, perjuangan, pengorbanan, ketaatan, keteguhan, kemurnian rasa, ukhuwah dan kepercayaan, bukan sekadar rasa yang letaknya hanya di lisan saja.

Baca selengkapnya »

Aku, Tarbiyah, dan Dakwah Kampus

Memaknai proses tarbiyah dan mendapatkan kepahaman akan prosesnya tidak didapat hanya karena menginginkannya, apalagi untung-untungan. Jika sudah merasa mampu memaknai proses tarbiyah –yang tentu saja, tercermin dalam akhlak (karena akhlak adalah buah dari iman), maka itu adalah sebuah nikmat tersendiri dari Allah bagi hamba-hamba-Nya yang haus akan hidayah. Murabbi saya selalu mengatakan bahwa memaknai, pemaknaan, memahami, dan pemahaman adalah sebuah nikmat tersendiri yang tidak semua orang dapat. Lagi-lagi, hidayah adalah privilage Allah semata. Pun pemaknaan dan pemahaman juga bisa dibilang suatu hidayah.

Baca selengkapnya »

Berubahlah Karena-Nya, Bukan Karenanya

Mungkin memang begitu adanya, bahwa kita seringkali lupa, hidup ini bukan untuk apa-apa selain untuk beribadah kepada-Nya. Sudah jelas ayatnya, sudah jelas dijabarkan alasannya Allah menciptakan insan yang tak memiliki ilmu–kecuali karena diberi pengetahuan oleh-Nya–ini. Kita lalai akan alasan penciptaan kita, dan justru mengejar apa-apa yang diciptakan, bukan Sang Pencipta. Mengejar makhluk, bukan Sang Khaliq. Padahal, jika Sang Khaliq mampu kita gapai, apalagi yang kita butuhkan selain Dia? Sementara jika makhluk kita gapai, apakah ia mampu menjamin kedekatan kita dengan Sang Khaliq?

Baca selengkapnya »