Home / Detti Febrina

Detti Febrina

Berkhidmat di dunia literasi media, tinggal di Bandar Lampung

Bedah Ulang Citra Partai Dakwah (Trust Me, PR Is Staying Alive, Bagian ke-2)

"Pencitraan" yang - bahkan oleh profesor dan praktisi public relation (PR) sekaliber Robert Phillips - tengah menuju senjakalanya, dan "citra" sebagai buah reputasi, sebagai dua hal yang harus dipisahkan. Maka, sejumlah pokok pikiran dalam rangka menyusun kembali serpihan citra PKS untuk beberapa tahun mendatang agaknya harus menempuh jalan lebih terjal dan menguras lebih banyak keringat. Karena kredibilitas dan reputasi tentu bukan rezeki nomplok yang tetiba turun dari langit. Apalagi di kerasnya ranah politik.

Baca selengkapnya »

Trust Me, PR Is Staying Alive, Bedah Ulang Citra Partai Dakwah

Apakah fungsi humas juga benar terstruktur di partai-partai politik lain? Bukan hanya agar secara formal partai politik punya seseorang yang bisa disebut Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagaimana amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Atau alih-alih 'menyerahkan' saja fungsi tersebut pada praktisi pers, praktisi iklan atau konsultan PR? Maka tinjauan PR untuk partai politik maupun politisi di Indonesia perlu dikaji lebih dalam, pun jika dianggap penting mempertimbangkan anomali yang dihidangkan PKS.

Baca selengkapnya »

Anak, Kampanye, dan Itikad Buruk PKS

Apakah politik harus selalu dinisbikan dan tidak boleh menjadi bagian dalam pendidikan anak dan keluarga? Benarkah kehadiran anak dalam aktivitas politik harus selalu dimaknai penzhaliman? Apakah semua kampanye parpol yang anak hadir di situ – dalam konteks apapun – bisa gebyah uyah menyebabkan parpol penyelenggara kampanye dijatuhi sanksi pidana?

Baca selengkapnya »

Pertarungan Dedikasi (Catatan Caleg Naif)

Sebagaimana banyak caleg PKS lain, berkali ia mengelak agar namanya tak tertera di daftar Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD). Namun pada akhirnya ibu lima anak itu memilih setia. Berat nian saat akhirnya mengiyakan jadi CAD untuk DPR RI dapil Lampung 1. Sekalipun bergelar master, tawadhu dan kepolosan beliaulah yang justru sukses membuat saya tunduk takzim setiap berhadapan muka.

Baca selengkapnya »