Home / Bem Wiezhanarcho

Bem Wiezhanarcho

Pengelola fans page Menjaga Semangat melalui kata-kata di Facebook, Gabung yuuk untuk kisah menarik lainnya. **Karena kita hidup tidak untuk sendiri melainkan untuk berbagi**

“Malaikat Tua” Penjual Amplop

Bisa jadi sebenarnya para pedagang yang jujur dan berjualan dengan jenis barang yang semampu mereka jual, sebenarnya adalah “jelmaan malaikat” yang mengajak hati kecil kita agar terketuk untuk meringankan langkah mereka mengais rezeki. Yang berjualan dengan tidak memberatkan transaksi jual beli, mencari untuk sekadarnya, dan berharap berkah dari kegiatan yang mereka jalankan.

Baca selengkapnya »

Pedagang Akhirat

Pedagang yang berorientasi pada akhirat, tidak sekadar mengejar keuntungan finansial semata namun terkadang banyak juga yang mencari kebahagiaan agar dirasakan pada orang yang membeli barang-barangnya. Kalau seperti itu, maka ketika tujuan membahagiakan orang lain tercapai, sejatinya kebahagiaan untuk dirinya pasti dirasakan juga dengan sendirinya.

Baca selengkapnya »

Melamun di Akhirat

Jangan sampai kita termasuk golongan orang-orang yang melamun di akhirat nanti. Golongan orang yang tertipu karena salah memilih pemimpin, salah mencari orang yang menurutnya bisa memimpinnya kelak di akhirat, entah memimpin dalam lingkup keluarga ataupun dalam memberikan arahan dan bimbingan beribadah.

Baca selengkapnya »

Dua Lingkaran Rasulullah

Banyak dari kita yang mengaku beragama Islam, tapi ucapannya, tindakan dan kesehariannya tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman itu sendiri. Suka yang namanya tawuran, narkoba, mabuk-mabukan, berjudi, korupsi, saling memusuhi antar lembaga/organisasi/golongan padahal ngakunya sama-sama benderanya Islam, berjilbab tapi tidak berhijab (sekadar menutup kepala tapi leher ke bawah ketat dan seksi, bahkan terkadang menerawang).

Baca selengkapnya »

Nikmatnya Buruk Sangka

“Jauhilah sifat berprasangka, karena sifat berprasangka itu adalah sedusta-dusta pembicaraan. Dan janganlah mencari kesalahan, memata-matai, janganlah kamu berdengki-dengki, janganlah kamu membelakang-belakangi dan janganlah kamu saling membenci, dan hendaklah kamu semua wahai hamba-hamba Allah, bersaudara.” (HR. Bukhari)

Baca selengkapnya »